
" emak belum bangun yaa za, ini teh buat emak " .
Tatapan sinis dari khanza dan senyuman tipis, membuat nyali rania ciutt.
"Apa kamu sangat mencintai andre".
"Hmm kenapa tanya begitu za, sudah jelas aku sangat mencintai mas andre".
"Jangan harap kamu bisa seterus nya dengan andre, andre adalah cinta pertama ku, dan begitu sebalik nya, kamu seharus nya tau diri kamu itu tidak se cantik aku dan sekaya aku, kamu dengar sendiri kan tadi emak berkata apa ". Ucap khanza dengan nada mengancam.
"Maaf za mungkin kamu tidak bisa berharap lebih ke mas andre, karena kami saling mencintai". Lirih khanza.
" apa benar seperti itu, kenapa kamu PEDE sekalii, apa kamu sangat yakin tentang hal itu", ucap khanza dengan emosi nya dan setengah mengejek.
Rania terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan nya, memang benar dalam hati nya memang ada rasa kekhawatir an.
"Tidakk, ini tidak benar, mas andre hanya menyayangi ku" batin ku rania.
" iyaa karena kamu hanya masa lalu nya mas andre ".
" berani sekali kamu ya bicara seperti itu, kamu ingat ya emak nya andre itu nggak suka sama aku, dan asal kamu tau andre tidak akan pernah melupakan ku".
" terserah kamu saja za, aku permisi dulu", ucap rania yang sedikit jengah dengan sikap khanza.
Awas ya kamu ran aku tidak akan membiarkan kebahagiaan mu dengan andre, andre yang selalu ada di hatiku, aku sangat menyayangi andre. Gumam khanza.
"Ndre kepala ku pusing ndre" lirih emak yang mulai sadar.
" mak ini khanza mak, mak sudah sadar". Lembu khanza bak puti khayangan.
"Oohh kamu nak khanza, kepala emak sangat pusing sekali" emak sambil memegangi kepala nya.
"Ini tadi khanza buatkan teh untuk emak, minum dulu ya mak, agar pusing nya berkurang", ucap khanza dengan senyuman tipis," mampus kamu ran pasti kamu kena semprot". Batin khanza.
"Oalah kenapa kamu repot repot sih cantik, seharus nya yang bikin in teh untuk emak itu si perempuan sialan itu bukan kamu nak", emosi emak.
" uussshht makk ndak boleh gitu, bagaimanpun juga khanza sudah menganggap emak seperti emak khanza sendiri, jadi emak ndak usah merasa merepotkan khanza", senyum licik khanza.
"Dasar perempuan tidak tau di untung, kenapa kamu malas sekali" emosi emak.
" tadi sebener nya khanza juga ndak sengaja mau nyuruh mbak rania untuk membuat kan emak teh jahe, tapi ku lihat mbak rania sedang tidur, jadi aku ndak mau ganggu tidur nya, aku langsung oergi ke dapur saja", adu khanza.
"Dasar ya anak itu, memalukan sekali",emosi emak memuncak.
Dasar wanita tidak tahu diri, sangat memalukan, awas saja nanti kalau aku ketemu, aku sobek sobekmuka mu.
"Kalau saja andre jadi menikah sama kamu, pasti andre ndak akan sengsara hidup nya, jafi tukaang bakso keliling" emak.
__ADS_1
"Sudah mak ndak papa, rania siap kok menanti andre jadi duda" sergah khanza.
Di kamar rania sedang tidak baik baik saja, kepala nya pusing dan mual mual " kenapa aku ini, nggak biasa nya seperti ini".
Hooeekk...hoooeeekkkk..!!!
Emmmpphh... sambil memegangi perut dan mulut rania berjalan sempoyongan menuju kamar mandi.
" mass kamu di mana, kepala ku sangat pusing" lirih rania.
Andre yang dari tadi di taman belakang rumah, sedang menjernih kan fikiran.
Masuk rumah
"Mass massss toloonggg aku " dari kamar mandi rania sudah hampir pingsan.
"Rania ... raniiaa.. kamu kenapa", andre yang baru saja menemukan rania yang berada di kamar mandi.
"Kepala ku pusing mas, perut ku sakit mual mual" lirih rania.
" kita ke dokter saja ya sayang".
"Hhhmmppp... iyaa mas, tapi rania gak kuat jalan".
"Ya udah biar mas gendong, kita naik angkot saja ya".
"Ya nggak dong sayang".
Ibu yang melihat aku melintas di depan pintu kamar oun emak langsung berteriak.
Andreeee... kamu mau kemana, kenapa istri mu minta di gendong seperti itu haaahhh.. "bentak emak".
"Rania sakit mak, mau aku bawa ke rumah sakit"
Palingan juga tipu muslihat saja, biar nisa di gendong sama kamu di depan khanza.
Rania yang kesakitan pun tak menghiraukan, ia meringis memegangi perut nya yang serasa di krues krues di aduk aduk.
" sudah ya mak andre berangkat dulu, khanza titip emak yaa".
Sambil di angguk ii khanza, khanza sebenar nya sangat ingin marah melihat kemesraan mereka berdua, tapi khanza harus pandai menjaga emosi nya.
Belum juga sampai di tempat angkot rania sudah pingsan,
"Raaaann raaanniiiaaa ... sadar sayang kamu harus bertahan".
Tak lama angkot pun datang.
__ADS_1
" pak antar saya ke rumah sakit sekarang pak istri saya pingsan"
"Baik pak ayo naik "
Ayoo pak cepat sedikit,.(sopir pun menggangguk ii nya.
Bertahan lah sayang, sebenar nya kamu kenapa, kenapa tiba tiba kamu pingsan.
Tiba di rumah sakit.
" sus tolong istri saya, istri saya pingsan sus".
" iyaa silahkan bapak ke ruang admistrasi langsung, kami akan membawa pasien ke ruang IGD".
"iya sus, tolong selamata kan istri saya ".
Andre menuju ke ruang admistrasi, usai melakukan pendaftaran pasien, andre mencari ruang sang istri.
dari kaca ointu, terlihat wanita yang di sayangi andre sangat lemah pucat dan kurus.
"maaf kan aku rania aku belum bisa membahagiakan kamu se utuhnya, yang ada kamu hanya sedih dan sakit hati atas perkataan emak" batin andre.
"maaf kan aku juga setelah kedatangan khanza, mungkin kamu syok, taoi aku berjanji akan selalu membuat mu bahagia dengan cara ku sendiri.
aku memasuki ruangan, setelah itu dokter pun masuk, dan ingin membicara kan sesuatu.
"bisa bicara sebentar tuan andre" tanya dokter.
"iya dok, ada apa".
"mari ikut keruangan saya".
Sampai di ruangan mereka duduk saling berhadapan.
"tuan andre selamat istri anda HAMIL".
Aa..aaappaa dok, istti saya hamil.
Iyaa tuan, saya berharap anda bisa menjaga nya dengan baik, pingsan yang terjadi akibat tekanan fikiran(stress) dan syok.
Iyaa dokk, pasti saya akan menjaga istri dan calon anak saya, terimakasih dokter"saling berjabat tangan.
(mungkin rania sangat syok atas kehadiran khanza, dan mungkin stress juga karena emak selalu memperlakukan dengan kasar).
Sayang aku akn menjaga bayi kita, setelah sadar nanti kamu pasti senang karena kita akan menjadi orang tua.
di dalam ruangan, rania belum juga sadar kondisi nya yang nge drop membuat rania susah membuka mata nya. Selama 24 jam rania belum tersadar juga.
__ADS_1
dokter memeriksa ulang pasien, karena takut ada hala lain yang membahaya kan nyawa pasien.