
"Aku berhias di deoan cermin untuk menyambut tamu".
Rania rania, kamu dimana, masakan nya udah siap belooooommm..tamu nya sudah perjalanan ke sini.
"Sudah buk, ini rania di dalam kamar masih pakai bedak". "Kamu ndak usah menor menor, kalau jelek jelek aja, gak usah di poles poles, bikin malu saja.
Mas andre ku lihat sudah siap dengan pakaian kasualnya. "Hmm mas andre ganteng sekali". " enggak kok dek mungkin pikiran kamu aja. Bah kan aku tidak pakai minyak wangi, mana ada ganteng jelek iyaa.
Andre andre, khanza sudah datang, cepat kesini ganteng nya emak, kamu harus siap siap yaa nak, biar khanza bisa memandang mu dengan hati",
" iihh mak apa an sih mak, aku udah nikah mak, biar kan rania saja yang selalu lihat aku pakai hati".
"Apa'an sih ndre kamu ini, dulu aja bucin banget sama khanza sekarang kok kamu menghindar".
"Mak nggak usah di terusin mak, ada rania jaga perasaan istriku mak, aku hanya mencintai rania, seharus nya emak bisa ngerti".
"Udahlaah ndre wanita KERE saja kamu anggap spesial, kamu liat aja nanti pasti kamu terpesona dengan kecantikan khanza, dia itu baru pulang kuliah kamu pasti pangling dengan aura nya yang sangat memikat itu".
Apa benar mas andre masih punya perasaan ke khanza itu, kok emak bicara nya seperti itu, kenapa hatiku terasa sakit setelah mendengarkan pembicaraan emak dengan mas andre.
Apa yang terjadi padaku, padahal aku yakin mas andre pasti tidak akan menduakan aku, kenapa hatiku sangat khawatir syekali.
Ya Allah tentram kan hati ku ini, aku tidak mau su'udzon pada mas andre, aku yakin mas andre itu imam yang baik untuk ku.
Khanza sudah sampai di depan pintu, selamat pagii semuaa....
Semua nya menoleh ke arah khanza...
"Salam dulu kenapa za" ucap andre.
"Kamu itu nggak boleh gitu ndre, kamu harusnya sambut dia dengan senyuman yang cerah secerah pagi ini" ucap emak.
"Ran kamu bikinin minum untuk khanza, jangan diam aja, ada tamu kok bengong aja, kamu ndak pernh liaat orang cantik yaa ran, heran aku sma kaamu".
"Iyaa mak khanza ke dapur dulu, rania akan mengambil camilan juga".
Bagus kalau kamu tau, jadi emak ndak usah repot repot jelasin.
"Ohh iyaa mak ini khanza bawa oleh oleh untuk emak, mas andre dan rey. Kemana mak rey nya kok nggak kelihatan".
__ADS_1
Emak membuka tas yang di bawa khanza.
"Waaahh waaahhh, kamu belikan ini untuk emak, mewah sekali, ini kan gamis yang lagi ngetren, pasti mahal".
Kaamu memang yang paling pengertian deh tentang emak.
Makasih yaa nak khanza. "Coba saja andre jadi menikah sam khanza pasti hidupku akan makmur sentosa" gerutu emak.
Ndre aku juga ada ni untuk kamu, baju couple an sama aku,, dulu kita suka couple an terus kan kalu hang out.
Andre masih saja diam. Andre hanya menoleh saja, benar saja dugaan nya selama ini, khanza kembali hanya untuk mengganggu rumah tangga nya.
"Mak ini untuk rey, ada pakaian casual yang keren".
Terimakasih ya nak khanza pasti semua ini mahal".
"Ndre apa kabar mu ??".
"Hmm baik". " kenapa kamu cuek sekali sih ndree dulu kamu bucin banget sama aku, kenapa kamu jadi cuek bebek gini sih ndre".
Andre diam saja , sepertinya menunggu istri nya yang di dapur belum juga kembali, kecemasan melanda hati andre, "kenapa kamu lama sekali", batin andre.
"Ohh ya ndre aku selalu mengingat kenangan kita dulu, kita selalu pergi naik motor, aku selalu mengingat itu, kamu ingatkan dulu aku sangat manja sekali sama kamu.
"Kamu kok diam aja sih dre, di ajak bicara sama khanza tu di ladenin, jangan buat dia kecawa ndre, sehatus nya tu kamu nikah nya sama khanza bukan sama rania, coba saja kau jadi nikah sama khanza, oasti hiduo kamu enak, nggak usah susah susah jadi tukang bakso keliling.
"Mak jangan bicara seperti utu bagaimanapun juga sekarang aku sangat menyanyangi rania, jangan sama kan kehidupan ku sama kehidupan khanza, jelas berbeda mak".
"Makanya ndre kamu itu harus mengakui kalau kamu masih sayang sama khanza, lihatlah khanza itu cantik, seksi dan kaya, setiap kesini pasti bawa oleh oleh" ucao emak yang pedas seperti bon cabe.
"Itu dulu mak, sekarang di hatiku sudah ada wanita lain", khanza maafkan aku, aku tidak bisa membalas perasaan mu, kamu hanyalah masa laluku,maaf.
"Tapi ndre aku sudah mencoba melupakan mu, tapi aku tidak bisa, aku berusaha membuang semua rasa sayangku padamu, tapi nihil, yang ada aku hanya frustasi.
"Selama kita putus belum ada yang mengisi hatiku ndre, kamu tau kan, dulu kita putus hanya karena kesalah fahaman saja, kita luruskan sekarang ya ndre".
"Tidak za aku tidak bisa, aku hanya mencintai rania, bagiku rania lah wanita sempurna dan bisa menerima aku apa adanya".
__ADS_1
Rania keluar dapur dengan membawa nampan dan langkah nya tiba tiba saja terhenti, ia mendengarkan pembicaraan orang orang di ruang tamu, benar saja emak membiacarakan hubungan mas andre.
Mas andre dulu sangat bucin, hatiku sangat sakit sekali mendengar nya perkataan mereka, mas andre terdengar diam saja, apa benar mas andre masih menyimpan rasa dengan khanza.
Rania bergegas keluar dari persembunyian nya,
Rania terlihat membawa nampan berisi minuman dan camilan.
" kamu lama sekali sih ran nyiapin gitu aja, sengaja ya biar tamu nya cepet pulang, dasar kamu itu ya ndak tau malu".
"Maaf mak". Silahkan di minum khanza.
"Hmmm" ucap khanza, sambil melirik menatap rania "apasih spesial nya gadis miskin iini".
"Silahkan di nikmati ya nak khanza maaf cuma seadanyaa". Ucap emak.
"Makasih mak ndak papa ini sudah cukup, maaf khanza jadi ngrepotin kalian". Ucap khanza.
Rania hanya bisa diam dan memandang mas andre " kenapa mas andre seperti tidak nyaman begitu yaa, hmmm apa mungkin mas andre belum move on". Batin rania.
Suasana hening di ruang tamu dengan tiba tiba emak berbicara "khanza tadi pagi emak sudah siapkan makanan spesial buat kamu".
" ayoo makan duluu, kamu pasti suka" ucap emak.
"Boleh mak" ucap khanza.
"Ayo ran kamu siap kan semua nya di meja makan, kami akan menyusulmu kalau sudah siap semua". " iyaa mak rania ke dapur dulu"..
S
Jalan sambil ber fikir kenapa emak yang mengaku memasak. Padahal pegang alat dapur pun ndak pernah.
Semua sudah siap di meja makan. Aku hanya terdiam sambil menyimak mereka berbicara, walaupun telinga ini rasa nya sangat panas, hati ku sangat sakit tapi bagaimanapu juga aku harus menghargai mereka.
Aku mempersilahkan duduk mas andre, dan niat ku aku akan duduk di sebelahnya. Dan naas ternyata khanza labih dulu menduduki tempat ter sebut.
Aku beralih ke bangku satu nya, dan emak langsung menyambar tempat duduk nya. Alhasil aku duduk di depan mas andre dan harus melihat khanza dekat dekat dengan mas andre.
Ini pemandangan yang sangat tidak mengenak kan.
__ADS_1
Aku nunduk dan sesekali melirik mas andre, benar.. mas andre selalu memandang ku, entah apa yanh di fikir kan.
Yang ku tahu hatiku sangat sakiittt.... tega banget emak ngrlakuin ini.