Wanita Berhati Samurai

Wanita Berhati Samurai
ke kondangan


__ADS_3

Bangun ku kesiangan . Jam sudah menunjukan pukul 5 dini hari. Ku laksanakan 2 rakaat. Kemudian aku keluar kamar. Kulihat emak tidak ada di dapur.


Aku bergegas mencari tukang sayur. Menuju depan rumah. Kulihat emak berbincang dengan tetangga.


Tukang sayur lewat. "Mang sayuurr" iya neng .


Hmmm. Masak apa ya enak nyaa.. aku memilih sayur sop. Cabai. Kecap. Dan membeli ceker ayam setengah kiloo.


Kulihat emak masih ngobrol saja dengan tetangga. Ya udah aku masak dulu.


Sayang kamu mau masak apa"tanya mas andre"


Ohh mas. Ini mau masak sop campur ceker dan membuat sambal. Di kulkas masih ada tempe. Mau aku iris mau aku goreng mas .gimana suka ndak.


Hmm apapun yang kamu masak. Aku suka dek. Dan selalu enak cocok d lidah mas. Silahkan dilanjut masaknya tuan putri.


😁😁 .. "pipiku merah merona". Iya mas aku masak dulu ya. Mas mau kemana. Pagi pagi udah ganteng aja.


Kan dari dulu aku memang ganteng dek heheheh .... Mas mau nganterin surat ke pak RT. Kemarin ada sensus penduduk. Mas berangkat dulu yaa sayang.. baik baik di rumah.


Siapp mas. Mas hati hati di jalan ya.


Ku lanjut masak. Ku dengar suara kaki menuju arah dapur.


"Masak apa kamu ran" tanya emak.


Ooohh.. emak .. ini rani masak sop ceker,sambal kecap,tempe goreng.


Setiap hari kok ya ketemu sayur terus. Udah kayak kambing aja. Hmmm .. maaf ya mak rania cuma bisa masakin ini. Nanti kalau sudah punya uang rania beliin makanan kesukaan emak.


Kamu itu omong doang. Mana ada kamu beliin kesukaan makanan emak. Yang ada kamu sendiri yang jajan di luar. Ingat yaa rania. Kamu itu di sini cuma numpang. Kamu harus nurut sama emak.


Aku hanya menunduk. Hanya itu yang ku bisa.


Masakan sudah siap semua. Ku letak kan di meja makan. Ku tunggu mas andre yang masih belum kelihatan.


Sambil menunggu aku mandi dulu deh.. hmm.


"Siapaa di dalam" . Dor dor dor ...

__ADS_1


I...ini aku mak. Rania. "Lama sekali kau mandinya". Sebentar mak. Rania baru aja masuk.


Cepetan kamu jangan gunakan air banyak banyak. Kamu itu seperti Kebo ya kalau mandi . Air di buang cuma cuma.


"Sudah mak rania sudah selesai". Minggir kamu cepetan.


Di sisi lain mas andre pulang dengan senyum ceria. Aku langsung memasang wajah senyum terpaksa.


" mas sudah pulang" rania habis mandi mas.


Iya dek. Cantik banget istri maass. Masak apa tadi istriku sayang. " hmmm apa yaa . Mas lihat aja deh di meja makan " 😁😁 .. kejutan ya dek ..


" ndre emak mau ke kondangan sebelah" iya mak hati hati. Emak sama siapa , rania ndak ikut ya mak.


Ikut biar nanti berangkat sendiri saja. Kalau bareng sama emak yang ada nanti pada ngomongin emak. Emak kan malu bareng sama dia. "Sambil melirik ke arah sang menantu".


Kok ngomong gitu sih mak, rania ini baik looo mak. Emak kenapa selalu begitu. Ndak enak mak sama rania yang selalu mengerjakan rumah. Rumah bersih juga rania ysg bersihkan.


Masak setiap hari juga rania yang masak. Seharus nya emak jangan gitu. Kasihan rania mak. Rania ngalah trrus sama emak.


Kenapa kamu selalu belain istrimu yang tak tau diri itu " haaaaahh" .. kamu juga kenapa di otakmu cuma ada istri saja. Kamu lupa siapa yang melahirkan kamu.


Kamu sama rania memang sama saja. Ingat yaa kamu itu belum bisa bahagian emak, kamu dengar ndre ... jangan kamu belain terus istri kamu itu. Yang ada dia malah manja dan meracuni otakmu itu "huuhh".


Hhmm ini emak selalu nyalahin istri abang rey.


Sehabis sholat duhur. Mas andre seperti biasa berangkat jualan . Dan aku sudah bersiap untuk datang ke kondangan tetangga sebelah.


"Nanti kamu jangan bareng emak ran. Kamu berangkat belakangan saja" mak mau bareng teman emak. Kamu juga harus jaga jarak dengan emak. Emak ndak mau nanti ada yang ngatai emak tentang punya menantu jelek.miskin kayak kamu.


"I..ii..iya mak rania tau.nanti rania akan jaga jarak dengan emak. Rania ndak akan mempermalukan emak.


"Bagus kalau kamu tau diri" emak bergegas keluar rumah sambil membawa kipas di tangan nya.


"Ya Allah kuatkan hati hamba. Semoga bisa melewati ini semua tanpa ras pedih dan sakit". Bohong kalau aku bisa menahan tangis. Aku sangat cengeng (batin dalam hati sambil mengusal bulir bening).


Aku sudah sampai di lokasi kondangan. Dan ku lihat emak belum sampai. Akhirnya aku masuk duluan . Dan benar saja suasana yang sangt ramai dan mewah. Aku slalu mendambakan pesta yang megah. Tapi aku tau diri. Mana bisa aku mendapatkan uang yang banyak untuk membuat pesta macam ini.


Aku mengambil kursi duduk di deretan no 2 di depan pengantin. Ohhh sungguh sangat bahagia nya mempelai berdua yang ada di depan ku. Ada alunan musik yang mengiringi daatang nya tamu.

__ADS_1


Acara demi acara selesai . Waktunya sesi pemotretan. Hmm sebenernya dalam hati pengen sekali berfoto ria. Tapi tadi emak sudah mewanti wanti jangan bikin malu.


Hmmm ya sudah lah ndak papa.. emak dan segerombolan teman nya naik ke atas panggung orkes. Dimana ada sang biduan di sana. Kulihat emak ikutan bergoyang sambil membawa uang.


Mungkin saja mau nyawer kali emak. Eeh ehh eh tapi mana ada yaa . Masak ndak malu ya udah umur kok naik panggung. Sambil menepuk dada astagfirloh hal adzim mak. Yang bikin malu di sinj itu emak.


Bukan rania. Hmmm rania geleng geleng lalu segera menyelinap mengambil makanan dan puding.


Rania enggak mau melihat emak yang lupa umur. Memang benar sih ada orang yang sudah umur nyawer. Tapi itu kN orang kaya.


Laah ini emak. Yang selalu mengataiku menghabiskan uang suami. Ini emak sendiri nyawer. Kan gimana yaa... uang nya bisa di tabung di buat kebutuhan lain nya.


Toh di rumah kebutuhan nya juga banyak. Dan itu yang menyukupi semua nya hanya suamiku.


Hmmm heran saja dengan tingkah emak. Yang seoerti orNg kaya. Aku tidak memandang emak. Karena takut tertangkap basah sama mata elang emak.


Aku fokus untuk makan dan ngobrol sama teman sebelah. Ya walaupun aku jarang keluar rumah. Tapi masih ada yang kenal dengan ku.


Namanya mbak ranum. Mbak ranum selalu baik padaku. Mbk ranum ini seorang petani. Setiap panen aku selalu di kasih panen an nyaa. Sayur , beras.


Dan masih banyak lagih. Mbak ranum yang suka banyak bicara. Aku malah jadi oendengar setia. Dan hanya ber Oh ria saja.


Takut kalau salah bicara. Hmm " mbak ranum sama siapa" tanyaku." Oohh iya aku sama suami dan anak ku ran" kamu kok sendirian dari tadi, suami mu mana ran.


" aku sendiri an mbak" mas andre bekerja. Oh " pantesan. Dari tadi kamu sendiri. Emang suami kamu bekerja dimana ran.


"Suamiku bekerja jadi tukang bakso keliling mbak". Waaahhh .. semoga lancar terus ya ran . Kamu yang sabar sama tingkah dan cara ngobrol emak kamu.


Pasti kalau suami ku nggak di rumah kamu di marahi ya sama emak mu.


Eng...eng..enggak mbak. Emak baik kok. 8m


"Masak sih ran emak kau baik, tapi tiap hari kok gosipin kamu sih, mana ada orang baik suka menjelek kan orang terutama menantu nya sendiri.


Hmm gatau mbak aku. Mungkin mbak salah denger kali .


"Enggak kok ran . Ibuk ku yanv di ajak gosip. Kamu tau sendiri kan setiap pagi emak mu itu selalu jalan jalan.


Dan benar saja emak mu selalu berhenti di depan rumah orang yang ada orang nya. Kadang juga di rumah ibuk aku.

__ADS_1


Makanya aku berani bicara ran. Kan aku tau sendiri.


" gehehehe ya udah mbak biarin saja. Biasalaah orang tua. Ndak papa aku nya. Emak sudah aku anggap sebagai emak zendiri mbak".


__ADS_2