Wanita Pemilik Hati Sang Taipan

Wanita Pemilik Hati Sang Taipan
Serena Dan Kendrik Berdebat


__ADS_3

Serena masih terdiam di tempat,


Wanita itu sama sekali tidak dapat berbicara apapun selain memainkan kedua tangannya. Sedangkan Kendrik terus menatap Serena dengan kesal, ia tidak menyangka wanita yang ia anggap sebagai gadis yang baik-baik malah ke tempat hiburan hingga ia melihat sendiri betapa bahagianya wanita itu menikmati tempat hiburan saat itu.


"Wilson, aku mengirim mu untuk menjaga nya dengan sangat baik. Bukan malah mengajaknya ke tempat laknat itu!"


"Tuan, bukan aku yang mengajak nya! Tapi, ketiga gadis itu!" ucap Wilson berusaha untuk membela dirinya.


"Ketiga gadis? Siapa mereka?"


"Tuan, silahkan tanyakan saja kepada, Nona Serena!" ucap Wilson yang sudah tidak ingin ikut campur lagi.


"Bisakah kau jelaskan yang dimaksud oleh Wilson barusan?" tanya Kendrik, sekarang ia beralih bertanya kepada Serena yang dari tadi memilih untuk diam.


"Menjelaskan apa?"


"Aku tidak ingin bertele-tele, sebaiknya kamu jelaskan sekarang juga! Atau kartu ATM serta ponsel mu akan ku sita!" ancam Kendrik.


"Mereka yang menolong ku saat itu! Apakah sudah jelas?!" kesal Serena, ia benar-benar tidak suka jika harus memakai cara ancaman.


"Untuk apa kau mengembalikan ATM dan ponsel ini?!" tanya Kendrik tapi Serena malah pergi begitu saja. Wanita itu jelas merasa kecewa saat mendengar Kendrik mengancam dirinya sedangkan ia sebenarnya sudah sangat trauma mendengar kalimat itu. Tapi, Kendrik yang selalu ia percaya adalah sosok laki-laki yang baik kini malah membuat kembali luka di hati nya.


Kendrik mengejar Serena yang sedang pergi menjauh dari nya. Laki-laki itu padahal sudah tahu siapa ketiga gadis yang dikatakan oleh Wilson barusan, hanya saja ia ingin melihat bagaimana Serena menjawab pertanyaan nya karena ia sendiri suka ketika melihat wanita itu mencari berbagai macam cara alasan untuk membela diri. Tapi, ternyata Serena benar-benar malah besar kepada sehingga sekarang Kendrik tidak punya pilihan lain selain mengejar wanita itu. Namun, Kendrik bingung pada dirinya sendiri selama ini sikap nya selalu bersikap tidak perduli kepada orang lain tapi ketika ia mengenal Serena ia malah tidak bisa mengabaikan wanita itu walaupun pesan yang dikirimkan Serena untuk nya sama sekali belum dibalas. Kendrik jelas memiliki alasan lain yang tak bisa ia katakan kepada Serena saat ini.


"Serena, berhentilah mencoba untuk menghindari ku!" ucap Kendrik sambil berusaha menghentikan wanita itu.


"Jangan mencoba untuk menyentuh ku sedikitpun!" peringat Serena dengan dingin tapi Kendrik sama sekali tidak perduli ia malah memeganh erat kedua bahu Serena hingga wanita itu sama sekali tidak bisa pergi kemana-mana lagi.

__ADS_1


"Hei! Kenapa kau marah pada ku?!" tanya Kendrik yang masih bingung kenapa Serena tiba-tiba se agresif itu kepada dirinya padahal ia hany bertanya tentang ketiga gadis itu saja. Namun, Kendrik masih belum menyadari kesalahannya yang sebenarnya sehingga sampai saat ini Serena sama sekali tidak mau berbicara kepada nya.


"Serena, jawab pertanyaan ku! Kenapa malah diam saja? Aku sudah datang jauh-jauh kemari bukan untuk membujuk mu supaya berhenti marah!" jelas Kendrik.


"Kalau begitu pergi saja! Aku tidak membutuhkan mu lagi, Tuan Kendrik!"


"Oh, rupanya kau tidak membutuhkan ku lagi setelah aku mempertaruhkan nyawa ku demi menyelamatkan mu selama ini! Apa kau benar-benar serius dengan ucapan mu itu, Nona Serena!"


"Sialan! Kenapa aku sampai berbicara seperti itu kepada nya?!" gumam Serena dalam hati nya, ia benar-benar menyesal telah mengucapkan kalimat barusan.


"Kenapa diam saja? Aku ingin tahu jawaban mu sekarang!" Kendrik terlihat begitu serius untuk mendengarkan jawaban dari mulut Serena saat ini.


Sedangkan Serena terlihat kebingungan bagaimana caranya ia menjelaskan nya kepada Kendrik supaya laki-laki itu tidak salah paham kepadanya sedangkan ucapannya barusan hanya karena ia terlalu marah saja sehingga asal berbicara saja. Tapi, melihat wajah Kendrik yang terlihat begitu dingin saat menatapnya membuat Serena ketakutan, ia benar-benar tidak menginginkan hal itu terjadi sedangkan dirinya yang sebenarnya sangat membutuhkan Kendrik untuk tetap berada di samping nya.


"Ke—kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Serena terbata-bata.


"Ka—kau serius dengan ucapan mu?"


"Bukankah kamu sendiri mengatakan nya bahwa kamu tidak membutuhkan aku! Jika memang aku tidak berguna lagi untuk mu, lalu untuk apa lagi terus berada di sekitar mu? Maka, pergilah."


"Ak—" ucap Serena terpotong, tiba-tiba saja terdengar suara tembakan yang begitu nyaring hingga mengejutkan kedua orang itu.


Serena ketakutan dan secara spontan memeluk Kendrik dengan sangat erat. Sedangkan laki-laki itu berusaha melindungi Serena dari bahaya, tidak lupa Kendrik mengeluarkan senjata dan berusaha melihat siapa yang telah berani menembakkan peluru yang hampir saja mengenai dirinya dan Serena.


"Tuan Kendrik, siapa yang melakukan hal itu?!" tanya Serena yang masih saja memeluk Kendrik dengan sangat erat.


"Aku juga tidak tahu!" ucap Kendrik.

__ADS_1


Kendrik begitu penasaran, kenapa orang itu sama sekali belum keluar setelah menembakkan sejatanya selama satu kali.


"Dimana kunci apartemen mu?!" tanya Kendrik kepada Serena.


Wanita itu segera mengeluarkan kartu untuk membuka apartemen hingga pintu tersebut langsung saja terbuka. Kedua orang itu pun dengan cepat masuk kedalam apartemen untuk menyelamatkan diri.


"Segera tutup jendelanya!" perintah Kendrik dan Serena dengan cepat berlari menuju ke arah jendela, lalu menutup nya rapat-rapat pintunya setelah itu dirinya kembali mendekati Kendrik untuk berlindung.


"Kenapa kau begitu banyak yang memusuhi mu?"


"Karena aku tampan!" ucap Kendrik dengan penuh percaya diri.


"Cih!" Serena langsung saja berdecih mendengar nya.


Namun, kedua orang itu tidak tahu siapa sebenarnya pelaku yang telah melakukan hal itu barusan.


"Tuan, Nona. Maafkan aku, cara seperti itu adalah satu-satunya untuk membuat kalian berdua berhenti untuk berdebat!" gumam Wilson sambil tersenyum puas seolah-seolah tidak terjadi apa-apa.


Melihat kedua orang itu terus berdebat membuat Wilson tiba-tiba melakukan sebuah ide yang cukup gila. Tapi, walaupun ia tahu apa yang telah ia lakukan sangatlah berbahaya namun Wilson jelas sudah ahli untuk memegang senjata nya dengan begitu Serena maupun Kendrik tidak akan terluka. Sekarang Wilson menutup rapat pintu apartemen nya, ia pun menikmati serapan pagi nya saat pesanannya sudah datang.


Sedangkan Kendrik dan Serena sampai saat ini tetap berwaspada karena mereka berdua berpikir bahwa suara tembakan barusan karena sosok musuh yang diam-diam ingin melukai mereka berdua.


"Aku akan pergi keluar untuk mencarinya! Kau tetaplah disini saja!" ucap Kendrik yang terlihat begitu serius.


"Kenapa tidak tinggal di sini saja? lebih baik aman berada di dalam ketimbang berada diluar sana!" ucap Serena yang merasa sangat panik.


"Aku tidak bisa membiarkan orang itu terus berkeliaran di tempat ini, dia harus segera dihabisi!"

__ADS_1


__ADS_2