Wanita Pemilik Hati Sang Taipan

Wanita Pemilik Hati Sang Taipan
Layaknya Anak Kecil


__ADS_3

Kendrik tidak bisa berlama-lama menemui Serena karena ia jelas akan membuat Bram semakin mencurigai dirinya, tapi ia masih belum menyelesaikan masalah yang telah terjadi dan ia akan memastikan untuk menangkap orang telah berani menembak menuju ke arah mereka berdua sebelum nya.


"Wilson! Bagaimana dengan rekaman CCTV itu, apa kau sudah mendapatkan nya?" tanya Kendrik yang sudah tidak sabar lagi melihat nya.


Wilson yang sedang memasak di dapur, seolah-olah tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kendrik. Bahkan ia dengan sengaja membuat suara yang begitu nyaring saat mengaduk masakannya di dalam wajan, Kendrik mendengar nya pun sampai kesal dan ia segera meminta Wilson menghentikan nya.


"Tuan, jika aku tidak mengaduknya dengan kuat makanannya bakal jadi gosong!" ucap Wilson.


"Kau pikir aku bodoh, hah?!" Kendrik tentunya merasa semakin kesal dengan Wilson yang seolah-olah sedang membodohi dirinya sedangkan ia seringkali memasak di dapur dan jelas ia tahu semua bagaimana caranya memasak.


"Tentu saja tidak, Tuan."


"Wilson! Segera pergi kesana sebelum kesabaran ku habis!" ucap Kendrik dengan dingin tapi Wilson tetap saja mencari berbagai alasan untuk tidak datang ke ruangan keamanan.


"Tuan, nona Serena sudah sangat lapar. Aku tidak mungkin membiarkan Nona kelaparan karena menunggu ku memasak dengan waktu yang lama."


"Biarkan aku saja yang memasak! Pergilah sekarang!" teriak Kendrik, kini kesabaran sudah setipis tisu.


Menghadapi Wilson membuat sifat aslinya akhirnya dilihat oleh Serena. Wanita itu sangat terkejut ketika melihat Kendrik berteriak seperti anak kecil meminta uang kepada ibu nya. Kendrik melihat kemunculan Serena dengan tiba-tiba di depan pintu membuat nya seketika membungkam, sekarang ia sudah kehilangan muka nya di depan wanita itu dan ia pikir Serena masih di dalam kamar mandi tapi ternyata wanita itu malah melihat semua kejadian yang memalukan itu.


"Wilson, semua gaji mu tidak akan aku berikan bulan ini!" gumam Kendrik dalam hati nya, ia pikir kejadian yang memalukan terjadi barusan karena Wilson sendiri yang suka memancing emosinya.


"Apa yang kalian berdua lakukan itu?" tanya Serena seolah-olah tidak terjadi apa-apa, ia tahu Kendrik pasti sangat malu dilihat oleh nya sehingga Serena pun mencoba untuk acuh saja.


"Aku sedang memasak, Nona. Apa Nona sudah lapar?" tanya Wilson, di dalam hati nya ia sangat senang ketika tuan nya mendapatkan karma nya dan ia jelas tahu bagaimana perasaannya tuan nya saat ini yang tentunya merasa sangat malu hingga kehilangan muka dihadapan Serena.


"Hem, masakan yang kau buat selalu membuat ku ingin segera makan saja," puji Serena dan Kendrik merasa kesal mendengar hal itu.


"Wilson, segera siapkan piring untuk Nona Serena!" ucap Kendrik.


Wilson yang melihat masakan yang ia buat sudah selesai, akhirnya menyiapkan alat untuk makan. Sedangkan Serena duduk di kursi menunggu makanan yang di hidangkan oleh Wilson.

__ADS_1


"Apakah Nona ingin kopi atau minuman yang lainnya?"


"Aku ingin air es saja," ucap Serena dan Wilson pun dengan segera membuka kulkas mengambil air es untuk Serena.


Setelah beberapa menit menunggu, kini semua makanan sudah tersedia di atas meja. Serena menatap ke arah makanan yang dibuat oleh Wilson benar-benar sangat menggiurkan dan Serena pun mulai mengambil beberapa sendok sayur serta ikan itu.


"Tuan, kenapa tidak serapan pagi bersama kami berdua?" tanya Wilson yang melihat Kendrik malah duduk di sofa tamu sambil memainkan ponsel nya.


"Masih belum lapar!" jawab Kendrik dengan singkat dan Wilson sama sekali tidak perduli dengan tuan nya yang tidak mau makan bersama, ia pun segera duduk untuk menikmati masakan yang ia buat.


Namun, saat Wilson dan Serena ingin menikmati makanan tersebut. Tiba-tiba saja suara bell berbunyi, Kendrik pun dengan cepat pergi ke arah pintu utama untuk membuka seseorang yang saat ini sedang berdiri di depan pintu.


"Apakah dia mengundang seseorang kemari?" tanya Serena penasaran.


"Aku rasa tidak, Nona. Tuan ku sama sekali tidak pernah mengundang tamu ataupun orang lain."


"Emh."


"Wilson, ini benar-benar makanan yang kau buat?!" tanya Serena merasakan masakan laki-laki itu terasa begitu asin dan terlalu banyak rempah-rempah yang begitu menyengat di lidah nya.


"Benar, Nona. Tapi, rasa masakannya sama sekali tidak seperti ini!" ucap Wilson, ia tidak menyangka masakannya rasanya begitu aneh dan ia pun seketika menatap ke arah Kendrik yang saat ini sedang terlihat membawa makanan enak.


"Tuan, apakah ini semua kamu yang melakukan nya?!" gumam Wilson dalam hati nya. Ia pun mengepalkan kedua tangannya dengan penuh kekesalan.


"Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Kendrik dengan tatapan mengejek.


"Cih! Sialan!" gumam Wilson dalam hati nya.


"Tuan Kendrik, kau membeli makanan, kan?"


"Hem, kenapa?"

__ADS_1


Serena langsung saja menghampiri Kendrik sambil membawa piring kosong. Melihat makanan di bawa oleh laki-laki itu, perutnya sudah semakin terasa lapar sedangkan Wilson ia dengan cepat membawa piring nya juga dan ia jelas akan ikut menikmati makanan tuan nya.


"Kenapa kau membawa piring mu kemari?"


"Tentu saja aku akan ikut makan bersama dengan, Tuan."


"Bukankah barusan kau habis memasak makanan yang enak?"


Wilson pun dengan segera membisikkan sesuatu di telinga Kendrik dan bahkan ia memberikan sebuah peringatan kepada tuan nya itu supaya tidak melakukan sesuatu hal yang seperti itu lagi kepada nya.


"Beraninya kau mengancam ku!"


"Itu semua karena Tuan sendiri yang telah memulainya!"


"Apa kau berniat tidak ingin menerima gaji mu bulan ini, hah?!"


Wilson seketika terdiam, mendengar ancaman itu jelas membuat nya takut. Karena apa yang telah Kendrik katakan barusan benar-benar serius akan dilakukan, sehingga Wilson kembali memilih untuk mengalah saja ketimbang ia tidak menerima gaji nya nanti.


"Tuan Kendrik, kenapa kau memesan makanan terlalu sedikit?" tanya Serena sambil melahap makanan yang ia rasa sesuai dengan selera nya.


Sejak menikah dengan Bram, ia sama sekali tidak pernah diijinkan untuk memesan makanan di luar sana dan bahkan Bram juga tidak mengijinkan dirinya untuk berbelanja sehingga sekarang Serena benar-benar merasa menikmati kehidupan nya yang sekarang walaupun kehidupan nya yang saat ini benar-benar banyak cobaan tapi orang-orang disekitar nya selalu ada untuk dirinya.


"Bukankah aku sudah memesan banyak makanan baru—" ucap Kendrik terpotong saat melihat makanan di atas meja hampir habis oleh Serena.


"Kau benar-benar memakan semuanya?"


"Hem, ada apa? Apa kau keberatan?"


"Tidak!" jawab Kendrik, ia tidak menyangka Serena makan begitu banyak.


Laki-laki itu pun memesan kembali makanan lewat online karena ia juga sudah mulai lapar sedangkan makanan yang sebelumnya ia beli sudah hampir habis, bahkan Wilson juga hampir tidak sempat untuk mencicipi nya.

__ADS_1


__ADS_2