Wanita Pemilik Hati Sang Taipan

Wanita Pemilik Hati Sang Taipan
Meminta Maaf


__ADS_3

Setelah keluar begitu lama, Kendrik masih belum menemukan pelaku yang telah menembak ke arah mereka berdua Serena beberapa waktu yang lalu. Ia begitu penasaran kenapa orang itu malah menghilang setelah menembak satu kali dengan arah yang meleset.


"Sebaiknya aku cek CCTV saja," gumam Kendrik, ia pun pergi ke apartemen Wilson supaya pengawal nya segera meminta video rekaman tentang kejadian beberapa waktu yang lalu dan ia ingin tahu siapa dalang dibalik semuanya.


Saat masuk, Kendrik melihat Wilson sedang menikmati hidup nya dengan sebuah cemilan di kedua tangannya sambil duduk bersantai di sofa.


"Wilson, bisakah kau meminta rekaman CCTV kepada penjaga?" tanya Kendrik.


Wilson yang mendengar hal itu seketika berhenti menguyah bahkan ia sama sekali tidak berani untuk menatap ke arah tuan nya karena ia merasa curiga bahwa tuan nya saat ini pasti ingin mencari pelaku yang sebelumnya melakukan penembakan ke arah mereka berdua Serena.


"Untuk apa, Tuan?"


"Ceritanya panjang, sebaiknya kamu pergilah terlebih dahulu dan kau akan melihat nya sendiri nanti."


"Tuan, penjaga CCTV sedang sakit jadi sekarang di ruangan itu tidak ada orang."


"Cepatlah pergi kesana sebelum aku menendang mu keluar!" ucap Kendrik dengan dingin, ia tahu Wilson sedang mencari alasannya saja tapi Kendrik masih belum menyadari sikap Wilson yang terlihat begitu berbeda dari sebelumnya.


"Sebentar, Tuan. Aku akan ke kamar mandi terlebih dahulu!" Wilson dengan cepat berlari ke kamar mandi sambil memegang perutnya yang seolah-seolah ingin buang air besar. Padahal laki-laki itu hanya sekedar beralasan saja supaya Kendrik berhenti menyuruh dirinya untuk memeriksa CCTV, jika tuan nya melihat semua kebenarannya tentu saja hidup Wilson sudah di ujung tanduk.


"Tidak! Aku tidak bisa pergi kesana!" gumam Wilson dalam hati nya, di dalam kamar mandi ia terus mondar-mandir mencari sebuah ide untuk terlepas dari masalah yang sedang ia hadapi saat ini. Tapi, Wilson sama sekali belum menemukan ide tersebut sedangkan dirinya sudah 15 menit lamanya berada di dalam kamar mandi.


"Wilson! Apa kau berniat tidur di dalam sana? Hah?!" kesal Kendrik sambil mengedor-ngedor pintunya supaya pengawal nya itu segera keluar dan melakukan apa yang telah ia perintahkan.

__ADS_1


"Tuan, tunggu sebentar! Perut ku masih sakit!" sahut Wilson berbohong.


"Jika kau ingin tidur didalam kamar mandi, aku akan mengantarkan selimut, bantal dan kasur mu kedalam kamar mandi ini!" teriak Kendrik sambil menendang pintu tersebut. Ia sudah menunggu begitu lama tapi pengawal nya itu belum ada tanda-tanda keluar juga sedangkan dirinya tidak bisa meninggalkan Serena sendirian di dalam apartemen tapi Wilson malah mempersulit dirinya hingga Kendrik merasa geram kepada pengawal nya itu.


"Bersabarlah, Tuan."


"Sabar! Kau bilang?!" Kendrik pun kembali menendang pintu kamar mandi tersebut sekuat mungkin hingga hampir membuat pintu tersebut rusak dan untungnya Wilson dengan cepat menahan pintu.


"Aku tidak menyangka Tuan ku bisa segila ini!" gumam Wilson dalam hati nya.


Sampai saat ini, Wilson masih belum memiliki solusi untuk menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi. Ia benar-benar bingung bagaimana caranya ia menghadapi tuan nya yang tidak bisa sabaran itu, jika dirinya mengatakan yang sebenarnya Kendrik pasti tidak akan mau memberikan nya gaji bulan ini. Apa lagi sekarang sudah akhir bulan sedangkan ia gajian tangal 2 nanti sehingga ia tidak ingin sampai membuat Kendrik mengetahui kebenaran nya sebelum di hari yang paling membahagiakan untuk nya.


"Jika aku kabur, tentu saja Tuan Kendrik akan mencari ku!" Wilson seketika menghela nafas dengan sangat kasar, ia benar-benar pusing sekarang hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari dalam kamar mandi.


Namun, ketika dirinya membuka pintu. Wilson sama sekali tidak melihat keberadaan Kendrik, ia pun mencoba memanggil tuan nya tapi ia tidak mendengar Kendrik menyahuti nya.


Wilson pun akhirnya merasa lega, kini ia kembali duduk bersantai di sofa seolah-olah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Laki-laki itu terlihat sama sekali tidak memperdulikan semua masalah yang sedang ia hadapi.


Disisi lain, Kendrik melihat Serena sedang mengeringkan rambut nya di hadapan cermin. Sebelumnya, ia berpikir bahwa wanita itu tidak berani tinggal di dalam apartemen sendirian tapi setelah melihat semuanya kini ia paham bahwa dirinya lah terlalu khawatir berlebihan.


"Tuan Kendrik, kamu dari mana saja?"


"Aku tidak perlu menjelaskan untuk mu!"

__ADS_1


Serena seketika memutar kedua bola mata nya jenggah mendengar omongan Kendrik yang selalu dingin kepada nya.


"Kau sudah makan?" tanya Kendrik yang tiba-tiba saja perhatian kepada Serena sehingga wanita itu seketika mematikan haid drayer yang sedang ia pakai itu.


"Kenapa dia malah perhatian seperti itu? Padahal sebelumnya dia menginginkan aku pergi saja!" gumam Serena dalam hati nya.


"Sudah," jawab Serena dengan singkat.


"Aku minta maaf!"


Kendrik pun pada akhirnya mengucapkan kalimat tersebut, ia tahu dirinya sudah berbicara terlalu berlebihan sedangkan ia sendiri tahu bagaimana kehidupan yang dijalani oleh wanita ini sebelumnya. Sehingga ia memilih untuk mengalah saja lalu meminta maaf, apa lagi sejak Serena berada di samping nya wanita itu selalu berada dalam bahaya dan itu semua karena para musuh nya yang tak seharusnya wanita itu menjadi korban.


"Untuk apa?"


"Tidak ku jelaskan lagi!" Kendrik tetap saja berbicara dingin kepada Serena. Tapi, dihati laki-laki itu benar-benar begitu tulus mengucapkan kalimat tersebut.


"Bagaimana dengan laki-laki itu? Apa dia belum mencurigai mu?" tanya Serena seketika mengalihkan pembicaraan lain.


"Seperti belum. Tapi, tetap saja kau harus waspada dan jangan terlalu berkeliaran dengan bebas!" peringat Kendrik.


"Aku mana mungkin terus mengurung diri dalam apartemen ini, kenapa tidak kembali saja bersama laki-laki itu saja jika seperti yang kau katakan itu!" kesal Serena.


"Pakailah penutup wajah! Aku bukan melarang mu, hanya saja harus waspada karena laki-laki itu memiliki kekuasaan yang cukup besar. Tapi, jika kau ingin kembali kesana, aku bisa saja mengantarkan mu!" ucap Kendrik, di balik ucapan serius nya ia sedikit bercanda kepada Serena tapi gadis itu jelas kesal dengan ucapan Kendrik.

__ADS_1


"Semoga saja kau berada di posisi ku! Memiliki seorang istri yang galak dan kejam! Bahkan ia akan menyiksa mu setiap hari bagaikan seorang budak!" ucap Serena mengutuk Kendrik. Tapi, laki-laki itu hanya tersenyum saja mendengarkan apa yang dikatakan oleh Serena barusan. Baginya ucapan Serena hanyalah sebuah lelucon saja.


"Aku akan senang hati jika melakukan apapun untuk istri ku, asalkan itu kau, Serena!" Rasanya Kendrik ingin mengucapkan kalimat itu tapi ia tidak bisa karena ia sadar dirinya dan Serena tidak bisa bersama saat status wanita itu belum benar-benar berpisah dengan Bram.


__ADS_2