
...
.
Ji Hoon mengambil ke tiga foto itu dan meletakkan sejajar di atas meja.
Di sebelah kanan adalah foto yang pertama kali dia temukan, di bagian tengah adalah foto seorang kakek dan anak kecil yang berumur sekitar 11tahun yang telah di robek dan foto terakhir adalah foto seorang remaja pria dan Jimin yang sebagian foto nya telah terbakar namun masih terlihat bahwa ada satu orang lagi dalam foto yang sudah terbakar separuhnya.
Ji Hoon mengambil foto yang di tengah dan melihat foto itu baik baik, Ji Hoon pun membalik foto itu dan terdapat sebuah tulisan disana.
Uri family.
Haraboji (kakek dari pihak ayah), Hyeon~niee
Sebagian tulisan di foto itu juga tersobek bersama sobekan foto itu. Dan hanya menyisakan tulisan di atas.
"Haraboji? Ini haraboji?" Tnya Ji Hoon , melihat foto itu lagi.
"Trs anak kecil ini gw?, Jdi foto yang robek berisi foto eomma dan appa?" Ujr Ji Hoon
"Tapi siapa yang merobek foto ini?" Tnya Ji Hoon lagi.
Ji Hoon mengecek dua foto lainnya dan dia juga menemukan tulisan lain nya.
Di foto pertama ada tulisan naneun silh-eo (aku benci) sedangkan di foto terakhir ada tulisan neon jug-eo (Lo mati).
Ji Hoon penasaran siapa yang menulis semua ini dan apa maksud semua ini.
Ji Hoon pun mencoba mencari informasi lagi dari dalam buku catatan itu namun tidak ada informasi yang dia inginkan.
Ji Hoon berusaha memikirkan cara lain untuk mencari tau siapa dan apa maksud dari foto foto itu.
Ji Hoon meneguk habis bir kaleng nya, dan membuang kaleng bir itu ke tempat sampah. Ji Hoon melihat Jam ponsel nya , ternyata waktu sudah menunjukkan pukul setengah 4 pagi. Tak terasa hampir semalaman Ji Hoon terjaga.
Ji Hoon pun berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan wajah nya. Setelah itu, Ji Hoon berganti pakaian dan mengenakan pakaian olahraga .
Ji Hoon mengenakan satu set pakaian traning berwarna hitam setelah itu Ji Hoon pun pergi keluar untuk jogging di sekitar area perumahan nya.
Suasana di sekitar Mansion nya masih sangat sepi dan sedikit gelap, tapi Ji Hoon tetap melanjutkan niat nya untuk jogging. Dingin nya embun pagi tak lagi menjadi penghalang bagi nya, dia terus berlari tanpa henti dan terus menguji batasan nya.
Perlahan, Langit mulai berubah warna. Sedikit demi sedikit cahaya sang mentari pun terbit. Ji Hoon akhirnya berhenti dan beristirahat sejenak sambil menunggu matahari terbit sepenuhnya.
__ADS_1
Ji Hoon duduk di sebuah kursi taman yang menghadap ke sebuah lapangan yang cukup luas, Ji Hoon mengelap keringat nya dengan handuk yang dia bawa dan mengatur nafas nya agar lebih ringan.
Ji Hoon menyenderkan tubuhnya di kursi taman itu dan memejamkan matanya sejenak sambil menikmati sinar matahari yang mulai menyinari dan mengenai tubuh nya.
Ada sebuah perasaan hangat dan tenang yang membuat Ji Hoon ingin berada di tempat itu lebih lama lagi,
...
Ji Hoon merasa perasaan menjadi lebih nyaman dan tenang, Ji Hoon pun memutuskan untuk pulang ke Mansion karna sudah hampir waktu nya sarapan pagi.
Ji Hoon kembali jogging santai dalam perjalanan pulang.
.
Setiba nya di Mansion, Ji Hoon di kejutkan dengan Ahjumma Kim yang sudah menunggu nya di ruang tamu.
Ahjumma Kim lalu bertanya kemana Ji Hoon pergi sepagi ini. Ji Hoon pun menjawab dia baru saja berjalan jalan di sekitar perumahan.
Ahjumma Kim sedikit terkejut mendengar jawabannya, tapi Ahjumma Kim berusaha menutupi nya dengan baik.
Ahjumma Kim lalu mengalihkan perhatian Ji Hoon dengan mengajak ke ruang makan dan mengatakan Eomma nya sudah menunggu di ruang makan.
Ji Hoon berkata dia akan ke ruang makan setelah membersihkan diri nya tapi Ahjumma Kim melarang nya dan meminta Ji Hoon untuk pergi ke ruang makan sekarang sebelum Eomma berangkat bekerja.
Dari kejauhan, Ji Hoon melihat seorang pria sedang duduk bersama dengan Eomma. Ji Hoon menghentikan langkahnya dan bertanya pada Ahjumma Kim siapa pria itu, lalu Ahjumma Kim pun menjawab bahwa itu adalah Appa (ayah dari Lee Hyeon).
Begitu mendengar nya Ji Hoon hanya bisa terdiam dan kembali berjalan tanpa berani menatap lurus.
Ji Hoon duduk di depan Eomma nya dengan sedikit gemetar. Ji Hoon merasa sedikit takut Appa akan marah karna diri nya di skors selama seminggu akibat berkelahi. Ji Hoon bahkan tidak berani untuk menyapa kedua orang tua nya karna merasa takut.
"Dari mana?" Tanya Appa (ayah Lee Hyeon) itu dingin.
Seorang pria berumur sekitar 40an dengan raut wajah yang selalu tampak dingin dan serius. Appa tampak berwibawa dalam balutan Jaz berwarna hitam dan kemeja putih.
"Taman" jwb Ji Hoon dengan suara yang sedikit gemetar.
"Apa diri mu masih bisa bersantai seperti itu?" Tnya Appa dingin
"Maksud nya?" Tnya Ji Hoon tak mengerti.
"Aku sudah mendengar kabar itu" ujr Appa dengan nada yang sedikit meninggi.
__ADS_1
Ji Hoon sedikit tersentak mendengar perubahan nada bicara Appa.
"Sudahlah yeobo (panggilan sayang untuk suami istri), sekarang kita sarapan saja dulu. Nanti baru kita bicara soal itu" ujr Eomma menengahi .
"Ini nih, cara seperti ini. Kamu itu terlalu memanjakan dia, sekarang liat lah hasil nya."ujr Appa kesal
"Mengapa tiba-tiba kamu menyalahkan ku?" Tanya Eomma tak terima
"Jdi ini salah siapa? Salah Ahjumma? Atau salah sekertaris Park? Kalian bertiga itu sama saja, kalian selalu memanjakan dia" ujr Appa
"Kalian lihat lah hasil nya, dia hanya bisa membuat masalah dan masalah terus. " Ujr Appa marah
"Tapi(terpotong)" Ji Hoon baru saja ingin berbicara tapi langsung di potong oleh Appa.
"Tapi apa? Masih mau membantah? Aku hanya ingin kau belajar dan berprestasi di sekolah . Apa hal itu terlalu sulit untuk mu?" Tnya Appa.
"Jika kedepannya kau terlibat masalah lagi, aku tidak akan segan-segan mengirim mu ke luar negeri kau akan bersekolah dan tinggal di asrama" ujr Appa serius.
Appa berdiri dan meninggalkan meja makan tanpa menyelesaikan makan nya, tak lama kemudian Eomma juga berdiri dan pergi dengan kesal tanpa menoleh ke arah Ji Hoon.
Ji Hoon masih terduduk diam dan menundukkan kepalanya.
Ahjumma Kim menghampiri Ji Hoon dan menepuk pundak Ji Hoon, Ahjumma Kim lalu berkata agar Ji Hoon tidak memasukkan perkataan Appa nya ke dalam hati.
Ji Hoon lalu tersenyum dan berkata dia baik baik saja.
Lalu Ji Hoon berusaha mengalihkan perhatian nya dengan bertanya soal Album foto pada Ahjumma Kim. Ahjumma Kim pun menjawab ada beberapa album foto lama yang tersimpan di perpustakaan.
Ji Hoon pun berkata dia ingin melihat album foto itu, Ahjumma Kim pun berkata dia akan membawakan album foto itu ke kamar Ji Hoon nanti.
Ji Hoon setuju dan Ji Hoon juga minta Ahjumma Kim untuk bilang ke pada Sekertaris Park agar datang ke kamar nya karna ada yang ingin dia tanyakan.
Setelah itu, Ji Hoon berdiri dan pergi ke kamar nya untuk mandi.
...
.
.
.
__ADS_1
.
end