
...
back to apartemen Ji Hoon
Ting ! (Suara notifikasi).
Ji Hoon meraih ponsel yang ada di saku celana nya dan melihat notifikasi yang muncul. Ternyata si broker alias Jack telah mengirimkan email berisi rute dan perintah yang harus Ji Hoon lakukan dalam pengiriman kali ini.
Ji Hoon mengambil tas nya lalu berdiri dan masuk ke kamar nya. Ji Hoon meletakkan tas nya di atas meja, lalu Ji Hoon menghidupkan sebuah komputer dan duduk di depan komputer.
Ji Hoon tampak mengotak Atik beberapa hal dan kemudian dia memprint beberapa lembar dokumen.
Setelah itu , Ji Hoon menempel dokumen itu ke dinding dan tak lupa memberikan tanggal serta beberapa informasi penting mengenai dokumen itu.
Sebenarnya, sejak Ji Hoon setuju untuk menjadi kurir , Ji Hoon selalu mengumpulkan data serta bukti transaksi mereka agar jika suatu saat nanti terjadi hal yang di luar kendali nya dia bisa melakukan sesuatu untuk membuktikan ketidakbersalahan nya .
Ji Hoon sengaja melakukan hal itu, karna dia tau resiko pekerjaan nya dan dia tidak ingin jika harus terjerumus seorang diri.
...
Beberapa hari kemudian.
Ji Hoon berkemas dan dan bersiap untuk berangkat ke Seoul. Ji Hoon keluar dari apartemen nya dan berangkat menuju tempat pengambilan barang.
Di sebuah tempat pembuangan sampah, Ji Hoon masuk ke dalam area itu dan memarkirkan mobilnya.
Tak lama, beberapa orang datang dan mulai memuat beberapa tas hitam ke dalam bagasi mobil milik ji Hoon. Setelah itu, Ji Hoon langsung berangkat menuju Seoul.
...
Seoul.
Siang hari.
Ji Hoon berhenti di sebuah cafe untuk makan siang sebelum melanjutkan perjalanan nya. Ji Hoon makan siang seorang diri.
...
Ji Hoon kembali melanjutkan perjalanan nya. Ji Hoon mengikuti rute yang sudah tertera di GPS .
30 menit kemudian.
Ji Hoon tiba di bawah flyover x sesuai dengan yang tertera di alamat itu. Ji Hoon memarkirkan mobil nya dengan hati hati dan melihat keadaan sekeliling.
Ji Hoon mengenakan masker hitam dan sarung tangan lalu dia turun dari mobil. Ji Hoon membuka bagasi mobil nya dan mengambil dua tas hitam itu lalu membawa menuju sebuah tong sampah yang ada di bawah flyover.
Ji Hoon memasukkan tas itu ke dalam tong sampah. Ji Hoon kembali lagi ke mobil untuk mengambil tas ketiga, untuk sejenak rasa penasaran nya kembali muncul.
Ji Hoon pun akhirnya memberanikan diri untuk membuka tas ketiga, dan ternyata di dalam berisi beberapa pack benda putih .
"Oh..****!!.. dugaan gw ternyata bener. Ini narkoba" ujr Ji Hoon terkejut. Ji Hoon buru buru menutup tas itu dan langsung memasukkan nya ke dalam tong sampah.
Ji Hoon buru buru naik ke mobil nya dan meninggalkan tempat itu.
Di perjalanan Ji Hoon mengabari Jack soal kiriman nya sudah sampai, tak lama Jack itu pun mengirimkan sisa bayaran berserta bonus untuk Ji Hoon.
__ADS_1
Setelah itu, Ji Hoon langsung menghapus semua bukti chat dan lainnya untuk menghilangkan bukti.
...
Ji Hoon sedang dalam perjalanan menuju apartemen nya, dia segera bergegas menuju apartemen untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Di tengah perjalanan dari arah berlawanan ada sebuah mobil yang mengebut dan ugal ugalan di jalan, mobil itu tiba tiba kehilangan kendali dan menabrak mobil milik ji Hoon. Ji Hoon yang terkejut hanya bisa membanting stir mobil tapi tabrakan itu masih tak dapat di hindari.
Brakkk!!! (Suara dua mobil bertabrakan)
Di dalam mobil, Ji Hoon perlahan membuka mata nya, Ji Hoon merasakan sakit di seluruh tubuh nya, tapi dia berusaha bertahan. Ji Hoon melihat asap mulai keluar dari kap mobil nya . Ji Hoon pun berusaha keluar dari mobil itu , Ji Hoon berusaha membuka pintu mobil nya namun kesulitan karena pintu mobil itu terhalang sebuah pagar pembatas jalan.
Ji Hoon pun berusaha membuka pintu yang satu nya lagi dengan susah payah. Akhirnya pintu terbuka,namun kini Ji Hoon kembali kesulitan untuk keluar dari mobil itu karna kaki kiri nya tersangkut di bagian bawah mobil.
Akhirnya dengan susah payah Ji Hoon bisa keluar dari mobil itu, Ji Hoon merayap di aspal dan pergi menjauh dari mobil itu, tak berapa lama kemudian, kedua mobil itu pun meledak dan terbakar dengan cepat.
Ji Hoon mulai kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan.
...
Keesokan harinya.
Ji Hoon perlahan membuka mata nya dan mendapati dirinya sedang terbaring di sebuah ruangan yang asing bagi nya.
"Tuan muda, anda sudah siuman?" Tnya seorang pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.
Ji Hoon menatap bingung ke arah pria itu.
Ji Hoon berusaha untuk menggerakkan badan untuk bangun dan duduk namun dia kesulitan lalu pria itu pun dengan hati hati membantu Ji Hoon untuk duduk.
"Anda siapa ? " Tnya Ji Hoon lagi
"Tuan muda sekarang berada di rumah sakit. Kemarin Tuan muda mengalami kecelakaan." Ujr pria itu
"Tuan muda?" Tnya Ji Hoon bingung
"Gw?, Gw Tuan muda? Seperti nya anda
salah orang" ujr Ji Hoon sambil menunjuk diri nya sendiri.
"Tidak Tuan muda" ujr pria itu
"Berhenti panggil gw Tuan muda" ujr Ji Hoon
"Akhh!!" Pekik Ji Hoon sambil memegang kepala nya.
Pria itu langsung membantu Ji Hoon berbaring dan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Ji Hoon.
Tak lama , dokter pun datang. Dokter itu memeriksa keadaan Ji Hoon .
"Apa anda mengingat siapa nama anda ?" Tnya dokter pada Ji Hoon. Ji Hoon hanya menggelengkan kepalanya .
"Apa anda ingat apa yang baru saja terjadi?" Tnya dokter itu lagi. Ji Hoon kembali menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, sebaiknya anda beristirahat sejenak" ujr Dokter itu.
__ADS_1
"Bagaimana Dok keadaan Tuan muda?" Tnya pria itu
"Seperti nya dia mengalami amnesia. Akibat benturan di kepala nya." Ujr dokter
"Untuk sementara ini jangan memaksakan diri nya untuk mengingat kembali kejadian kemarin, pelan pelan anda bisa memberitahukan nya setelah kondisinya stabil" ujr dokter
"Baik Dok" ujr pria itu.
Dokter itu pun pergi.
...
Ji Hoon berbaring di kasur nya dengan gelisah dan bingung. Dia merasa asing dengan keadaan nya saat ini.
"Ahjussi?" Panggil Ji Hoon
"Nee, Tuan muda?" Tnya pria itu
"Siapa nama ahjussi?" Tnya Ji Hoon
"Park Dae Ho imnida, saya sekertaris pribadi Tuan muda yang di tugaskan Tuan Besar untuk menjaga dan mengurus semua keperluan Tuan muda."ujr sekertaris Park. Seorang pria berumur sekitar 38 tahun, dengan penampilan rapi dan penuh kharisma. Park Dae Ho, memiliki wajah tampan dan hidung mancung serta bentuk wajah yang indah. Dae Ho juga memiliki tubuh atletis dengan tinggi badan 180cm.
"Tuan besar?, Siapa yang anda maksud?" Tnya Ji Hoon
"Kakek Tuan muda, beliau telah memerintahkan saya untuk menjaga dan mengurus semua keperluan Tuan muda" ujr sekertaris Park.
"Owh" ujr Ji Hoon mengangguk
"Trs gw ini siapa?" Tnya Ji Hoon
"Lee Hyeon" ujr sekertaris Park
"Lee Hyeon?" Tnya Ji Hoon tak percaya.
"Iya, Tuan muda adalah anak tunggal sekaligus pewaris kekayaan keluarga Lee. Ayah Tuan muda adalah seorang pengusaha transportasi sedangkan Ibu Tuan muda adalah seorang pengusaha yang menjalankan bisnis industri pakaian."jelas sekertaris Park.
Ji Hoon hanya mengangguk angguk.
Ji Hoon pun mulai penasaran dengan diri nya dan mulai bertanya akan banyak hal pada sekretaris Park. Sekertaris Park dengan senang hati menjelaskan semua nya.
...
Sejak hari itu, Ji Hoon mulai menjalankan hidup baru nya sebagai seorang pelajar bernama Lee Hyeon. Lee Hyeon sendiri adalah pemuda yang tertutup dan selalu menarik diri dari orang orang di sekitar nya. Dan itu sedikit berlawanan dengan sifat asli Ji Hoon yang friendly dan ekstrovert.
...
.
.
.
.
end
__ADS_1