
Dimasa yang sekarang ini hanya ada kata memangsa atau dimangsa,bertahan hidup dengan cara apapun atau mati dengan cara yang mengenaskan.
Tak ada aturan yang benar benar mutlak semenjak kekacauan ,beberapa orang yang selamat akan bersyukur karena mereka mendapat tempat yang layak didalam shelter tapi beberapa orang yang tidak beruntung hanya bisa bertahan hidup dari zombie zombie dan membuat kekuasaan mereka sendiri untuk bertahan.
Yang lemah akan mati yang kuat akan tetap hidup hukum yang berasal dari hewan kini diterapkan menjadi keseharian mereka yang bertahan diluar shelter,saling membunuh manusia target mereka bukan hanya zombie melainkam manusia yang memiliki persediaan mereka saling merebut demi mempertahan kan hidup mereka diantara monster yang terlahir ada juga iblis yang terlahir didunia saat ini.
"Pyuh apa semua masih bersama " ucap Virz
"Ya pak kami aman" ucap rio
"Cepat kita bergegas kepinggir sungai" ucap Virz
"Pak Erlina tak sadarkan diri" ucap Valdo
"Bawa dia kepinggir cepat " ucap Virz
Mereka ber 5 pun menepi kepinggir sungai membawa erlina yang pingsan.
"Taco ,Valdo awasi sekitar....kita akan saling terjaga sampai erlina terbangun " ucap Virz
"Baik pak" ucap mereka
"Rio apa alat komunikasi kita aman? ucap Virz
"Maaf aepertinya ,ada kerusakan akibat terkena air aku akan mencoba memperbaikinya" ucap Rio
"Wilayah ini sangat berbahaya sial tim kita hampir tak tersisa" ucap Virz yang sangat marah
"Ini diluar dugaan kita,kemungkinan mereka adalah para Survivor yang diceritakan yang membenci militer dan suka merampas persediaan dan persenjataan kita " ucap rio
"Ya mungkin itu benar,Fakta wilayah ini tidak terkonfirmasi dengan jelas adalah akibat mereka,orang orang kita yang dikirim mengekspedisi wilayah ini bukan mati karena Zombie....tapi terbunuh mereka" ucap Virz dengan mata marah
"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" ucap rio
Virz terdiam sejenak apa langkah yang harus dilakukan selanjutnya dengan perjalanan menuju Panmas Village visa memakan waktu sekita 2 hari bila berjalan kaki dan dengan persediaan yang menghilang itu takan cukup sampai ke wilayah panmas,akhirnya muncul sebuah ide gila dipikirannya.
"Kalau begitu,dengan kekurangan yang ada untuk menyukseskan misi ini kita perlu kendaraan dan satu satunya cara adalah menyusup kewilayah musuh " ucap Virz
"Apa kau gila ?? separuh pasukan kita bahkan mati,berapa banyak mereka yang ada disana?kita hanya akan mati " ucap Rio
__ADS_1
"Itu satu satunya cara,bahkan ini bisa menjadi kesempatan kita mengorek semua info musuh" ucap Virz
Disaat perdebatan antara Virz dan Rio ,Erlina terbangun
"Kh....apa yang kalian perdebatkan?ada dimana kita" ucap Erlina
"Ah kau sudah sadar?apa kondisi mu membaik,Rio segera ambilkan minum" ucap Virz
"Tidak apa hanya sedikit sakit dikepala " ucap erlina sambil meneguk sebotol air
"Virz aku akan berjaga sebentar bersama yang lain,setelah itu kita bicarakan hal tadi kepada yang lain" ucap Rio lalu pergi berjaga
"apa kalian bertengkar??" ucap Erlina
"Aaah tidak ,tenanglah ini hanya perdebatan kecil antara ya atau tidak" ucap Virz sambil tertawa
"Kap,orang orang yang menyerang kita itu mungkin orang orang anti militer dan pemerintah kita " ucap erlina
"Ya aku juga berfikir begitu dan perjalanan ini akan menjadi sangat berbahaya selanjutnya" ucap Virz
"Misi ini lebih sulit dari yang kuduga" ucap Erlina sambil memegang kepala
"Ya bisa" ucap erlina
"Baiklah,kalau begitu ayo kita berkumpul dengan yang lain untuk membicarakan hal yang perlu dilakukan selanjutnya" ucap Virz lalu mengulurkan tanganya ke Erlina.
Virz pun berkumpul dengan yang lain menjelaskan apa yang ia rencanakan untuk sampai ke Panmas Village dengan cara menyusup ke wilayah musuh untuk mendapatkan kendaraan dan persediaan yang cukup,Tapi rencananya penuh dengan perdebatan
"Itu sangat gila bahkan dengan kekuatan tempur kita yang sangat tidak memadai" ucap Taco dengan nada Tinggi
"Ya dia benar Virz,bahkan kita tidak mengetahui pasti Jumlah mereka dan mereka dilengkapi kekuatan tempur yang pasti" ucap Rio
"Lalu menurut mu apa yang harus kita lakukan?menunggu mereka mendapatkan kita lalu dibunuh,Bahkan kita tak memiliki jalan pulang....selain maju" Teriak Virz yang marah
"Aku tau ini berbahaya,aku setuju dengan Kapten bahwa kita harus maju bahkan bila kita kembali kita akan sulit melaluinya dan hanya akan menjadi makanan Zombie atau menunggu mati karena orang orang itu" ucap Valdo dengan nada rendah
"Ya aku setuju dengan kapten,dari pada aku mati denamgan konyol lebih baik aku mati dalam perjuangan" ucap Erlina
Rio dan Taco pun terdiam dengan wajah yang masih kesal.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku akan mengikuti apa yang kalian inginkan,tapi pastikan kalian harus berhati hati" ucap Rio lalu pergi menyiapkan perlengkapan
"Baiklah kalau begitu kali ini kita akan melawan,memangsa atau dimangsa,menjadi pemangsa atau menjadi yang dimangsa kita akan lihat itu" ucap Virz
Setelah perdebatan,Vir memerintahkan Erlina dan Taco untuk melihat situasi dan kearah mana yang harus dituju untuk kemarkas itu selama pencarian dan persiapan disore hari mereka melihat di bukit tidak jauh dari bendungan banyak aktivitas dan bahkan ada asap yang mengepul dari sana.
Mereka memastikan bahwa shelter buatan musuh berada disana,namun terlihat jelas untuk pergi ke sana sangat sulit karena terlihat ada beberapa pengintai didekat tebing ditambah kondisi perjalanan yang sulit ditempuh seperti bebatuan dan jalan yang terjal.
"Kapten aku sudah melihat kondisinya,tak jauh dari tempat kita terjatuh ada beberapa orang yang berjaga dan sekitar 600 meter dekat bendungan terdapat jalan yang bisa kita lalui namun itu dijaga dengan ketat" ucap Taco
"Ya benar kapten,namun ada jalan memutar 100 meter ke utara untuk pergi keatas ada beberapa penjagaan yang tidak terlalu ketat dan setiap 30 menit terlihat mereka saling bergantian" sambung Erlina
"Baikalah kalau begitu kita akan melewati jalur yang dikatakan erlina,terus awasi kembali wilayah itu dengan hati hati....kita akan segera bergegas saat matahari mulai terbenam" ucap Virz
"Siap pak" ucap semua Prajurit
Disaat semua prajurit bersiap Virz mendekati Rio
"Hei Rio apa kau begitu marah dengan ku" ucap Virz dengan penasaran
"Aaah tidak Virz,aku minta maaf bila itu membuatmu terganggu" ucap Rio
"Tak perlu minta maaf kawan,Lalu kenapa kau begitu?" ucap Virz
"Tidak apa kawan hanya saja baru kali ini aku merasa dekat akan kematian" ucap Rio dengan wajah sedih
"Bodoh apa yang kau katakan " ucap Virz sambil memukul kepala Rio
"Duuuuh.....sialan apa yang kau lakukan" ucap Rio marah
"Harusnya aku yang berkata begitu dan bertanya untuk apa kau memikirkan itu" ucap Virz yang jengkel
"Aku hanya memikirkan itu" ucap Rio yang kesal
"Aku takan membiarkan kau mati,kita akan saling melindungi sampai misi ini selsai ingat itu.bersiaplah kita akan berangkat" ucap Virz yang jengkel lalu pergi
"Baiklah sialan" ucap Rio sambil tersenyum.
Matahari yang perlahan tenggelam dilahap oleh gelapnya Malam,para Prajurit pemberani membusungkan dada mereka mempersiapkan hal hal yang akan terjadi selanjutnya derap suara sepatu kaki mereka mengartikan keberanian dan keteguhan hati mereka
__ADS_1
Langit yang menggelap pun perlahan lahan dihiasi dengan gemuruh Petir,Rintikan air hujan mulai membasahi bumi yang telah kotor.apakah mereka akan selamat dari peperangan ini atau sebuah pengorbanan akan kembali terjadi di antara petualangan mereka.......