
Rintikan hujan turun dari langit dengan kencang ,angin dan gemuruh langit memberikan sebuah pertanda akan adanya keributan.
"Hujan ini memberi kita keberuntungan" ucap Valdo
"Kau benar ini memudahkan kita untuk menyusup dan melakukan pembunuhan secara diam diam" ucap Virz
"Keberuntungan berpihak kepada kita kali ini,kita akan membalaskan dendam rekan rekan kita" ucap Rio yang bersemangat
Perlahan lahan mereka bergerak diriuhnya suara hujan,terlihat ada 2 musuh didekat tempat mereka melompat
Perlahan dengan pasti Virz mengeluarkan sebilah pisau dari kakinya dan rio perlahan lahan mendekati mereka secara bersamaan Virz melempar pisau itu kearah kepala musuh dan Rio mencekik satu orang lain.
"Semua aman" ucap Rio yang ada didepan
Semua prajurit kembali maju secara perlahan,Virz pun kembali mengambil Pisau yang tertancap dikepala musuh tidak luput mereka mengambil persenjataan dari kedua mayat itu.
"Sepertinya musuh melemahkan pengintaian mereka karena hujan ini" ucap Taco yang memeriksa sekeliling
"Yah ini sangat bagus untuk kita,kuharap ini bukan tenang sebelum badai" saut Valdo
"Berhenti!!! " ucap Virz yang mengagetkan
"Ada apa!?" ucap Rio yang terkejut
"Sssst kau lihat didepan sana,twpat dibawah bendungan itu.ada sebuah pos itu tempat mereka beristirahat terlihat ada 3 sedang berjaga disana" ucap Virz
"Loh sepertinya itu tadi tidak ada" ucap Erlina yang heran
"Mungkin mereka baru membangun pos tenda itu" ucap Taco
"Baiklah apa rencananya" ucap Rio tanpa basa basi
"Seperti yang kalian tau,kita bunuh mereka dan sisakan 1 " ucap Virz dengan senyum jahat
"Baiklah" ucap semua Prajurit
"Lakukan serangan ini tanpa menggunakan kontak senjata untuk menghindari kehadiran musuh lain" ucap Virz
"Baik pak" ucap Prajurit
Pertempuran senyap pun kembali terjadi Valdo,Rio,Taco memutari musuh untuk bersiap menyerang mereka secara perlahan saat semua sudah berada diposisi mereka mengeluarkan pisau masing masing,dengan cepat mereka melempar pisau itu secara bersamaan dan mengenai ketiga kepala musuh itu.
"Bagus kawan" ucap batin Virz
Setelah itu Virz memerintahkan mereka untuk menggunakan handgun dan peredam suara untuk mengepung tenda itu
"Kemungkinan didalam adalah 4/5 orang" ucap Virz
"Apa kau yakin??" ucap Erlina
"Ya aku yakin karena tidak mungkin tenda sebesar itu muat lebih dari 5 orang" ucap Virz
Virz pun memberikan sinyal tangan kepada mereka bertiga untuk maju secara perlahan ,Erlina dibelakang menjaga posisi untuk melihat kondisi sekitar,Lalu dengan cepat Virz membuka tenda itu dan Rio membackup di belakang Virz
__ADS_1
Terlihat hanya ada 3 orang didalam 1 duduk ditengah dan 2 orang lainya sedang berbincang dibangku lainnya,musuh yang melihat kehadiran mereka kaget dan bersiap mengambil senjata namu naas 2 orang lain ditembak mati dengan cepat dan menyisakan 1 orang yang tertembak dikakinya.
"BERHENTI MELAWAN!!" ucap Virz sambil menginjak musuh
"Dasar Bedebah Anjing Pemerintah" ucap Musuh yang merintih kesakitan
"Tutup mulutmu atau kupecahkan kepalamu.lihat posisinya" ucap Virz
Musuh pun terdiam dengan keadaan tak berdaya sambil bersimbah dararah dikakinya.
"Taco kau ikat dia,Erlina sembukan Lukanya,Valdo kau berjaga didepan bersama Rio,aku akan mengintrogasinya" ucap Virz
"Baik pak" ucap Prajurit
"Hahaha kau ??seorang Bocah yang berani mengintrogasi ku??apa pemerintah saat ini tak memiliki cukup orang? sampai sampai merekrut bocah seperti kalian" ucap musuh yang meledek
JLEEB
AAAAAAAAA (Jeritan Musuh yang kakinya ditusuk oleh Virz)
"BOCAAAAAAH SIAAAALAAAN" ucap Musuh
"Apa ini sudah terlihat seperti perlakukan bocah pak tua,sekarang menurutlah" ucap Virz dengan tatapan kejam
Erlina dan Taco hanya terdiam melihak aksi kapten mereka yang mengerikan
"cuh (Meludah), aku bahkan tak sudi menurut kepada anjing pemerintah" ucap Musuh
"Siap pak" ucap Taco
"Apa yang kau lakukan Bocah" teriak musuh yang panik
"Aku takan bertanya 2 x jadi jawablah dengan cepat atau kau menerima konsekuensinya" uca Virz
"Jangan harap bocah" ucap musuh sambil menyeringai
"Siapa pemimpin kalian??" ucap Virz
"Hmm" ucap Musuh
CTAKKKK (Suara pisau yang memotong jari)
AAAAAAAAAAA (teriakan Musuh)
"Pertanyaan selanjutnya,berapa total kalian??" ucap Virz yang mengintimidasi
"Jangan Harap Bajingan!!" ucap musuh
CTAKKKK
AAAAAAAAAAA (teriakan Musuh)
"Kau bahkan akan mendapatkan penyiksaan yang lebih berat" ucap Musuh
__ADS_1
"Jangan meremehkan kami,selanjutnya aku akan memberikan pertanyaan ketiga" ucap Virz
"Kau hanya bocah beruntung" ucap Musuh
CRAAAT (suara tebasan)
"Eh??WAAAAAAAA tidak tangankuu tangan ku" ucap Musuh
'' Ah maaf aku terbawa suasana sampai memotong lenganmu" ucap Virz sambil tersenyum
"KAU IBLIS" ucap Musuh.
"Baiklah aku akan memotong jari kiri mu langsung dengan 5 jari agar kau bicara tidak memiliki lengan mungkin hal yang bagus buatmu" ucap Virz
"LAKUKAN LAH LAKUKAN LAH SIALAN AKU BAHKAN TIDAK TAKUT" ucap Virz
"Kap,orang ini sangat keras kepala ,lebih baik kita langsung membunuhnya" ucap Taco
"Tenanglah aku akan memotong jarinya dan menguliti nya hidup hidup bila ia kembali tidak menjawab" ucap Virz
Erlina yang mendengarkan kata kata itu bangun dari kursi dan berlari keluar tenda
"Aku akan langsung saja,mengapa kalian melakukan penyerangan kepada pihak militer bukankah bekerja sama lebih baik?kalian semua konyol,ada berapa anggota kalian" ucap Virz
Musuh pun terdiam dan kembali tidak menjawab pertanyaan Virz,Virz pun memotong motong jari demi jari musub tersebut bahkan sampai terlihat musuh berteriak seperti orang gila.
Musuh sangat keras kepala dan bahkan membuat Virz kehilangan kesabaran dan mengambil mata musuh dengan pisau,bahkan ia menguliti tangan musuh secara perlahan ,jari kaki musuh pun tak luput menjadi potongan potongan,disaat Virz ingin merobek perut musuh
"Deni Wijaya dia pimpinan kami,Kami memiliki sekitar 1000 prajurit dan 500 penduduk didalam shelter kami adalah orang orang yang membasmi zombie disekitar sini kami orang orang yang membenci pemerintah kami bahkan tidak menyerang militer saja namun orang orang luar lainnya" ucap Musuh
"Akhirnya kau bicara.apa kalian mengetahui tentang sinyal masuk dari Panmas Village" ucap Virz
Musuh pun terdiam seperti mengetahui sesuatu dan tersenyum
"Kau banyak bertanya bocah sialan ahahahahah" ucap Musuh
JLEEEEB....CRAAAAT
Virz menusuk leher musuh tersebut dan melihat mata musuh itu,perlahan musuh itu pun berhenti bernafas dengan darah yang keluar menyembur dari lehernya akibat tusukan Virz
"Hobby mu buruk sekari Virz" ucap Rio yang tiba tiba masuk
"Ini hanya sebuah pekerjaan " ucap Virz
"Ya meski pekerjaan yang kau lakukan mengerikan Kap" ucap Taco
Kemudian Virz pun memberikan informasi kepada anggota lainnya dan setelah berbagi informasi tersebut mereka kembali melanjutkan penyusupan,setelah sesampainya di tebing bebatuan mereka perlahan melewati penjagaan dengan aman dan melewati jalan memutar.
Setelah perjalanan yang aman hampir memakan waktu 30 menit mereka sampai dikawasan musuh terlihat sebuah shelter kecil didekat bendungan yang tertutup bukit,terlihat wilayah itu sangat kokoh dan penuh dengan penjagaan
Ketika langit yang mulai semakin gelap gemuruh langit dan riuhnya air hujan mereka perlahan mendekati shelter itu dan mencari cara untuk masuk,apakah proses penyusupan yang mereka lalui akan berjalan mulus ataukah tidak,hanya keberhasilan yang ada dipikiran mereka
__ADS_1