Yang Lebih Baik

Yang Lebih Baik
Penculik?!


__ADS_3

"Ayara tipe ideal cowo kamu kayak gimana" ketik ravan


"Hah maksud ravan apaan? Ah aku balas ini aja deh" ucapnya


Setelah berbalas wa dengan ravan.lalu mereka berdua memutuskan untuk berhenti karena ayara ingin pergi.


"Ravan aku mau pergi dulu nanti aku chat lagi babay" ketik ayara


"bye ar aku sayang kamu" ketik ravan


Tidak sempat membaca pesannya mamanya sudah memanggil untuk makan siang.


"Ayaraaaa , ara sayang ayo cepat nak makan habis itu kita pergi daftarin kamu les. Kamu mau les disana kan sayang?" ucap mamanya


"Iya maaaa sebentar" ucapnya sedikit berteriak


Dia bergegas turun dan makan. Dia ingin membuka pesan dari ravan tadi lalu papanya mencegahnya.


"Sayaaang kalau makan, makan yang bener jangan main hp mulu ayo habisin!"


"Iya pa"


Lalu dia menyelesaikan makannya dan bergegas menyusul papanya yang sudah memasuki mobil.


"Tunggu papaaaa ish papa!"


Lalu papanya terkekeh mendengar anaknya yang teriak itu.


"mah,gak kerasa ya anak kita sudah besar sekarang.bahkan aku merasa dia masih kecil seperti dulu. Selalu minta jalan jalan saat aku pulang kerja, sekarang lihat dia masih saja bertingkah seperti anak anak" ucap papanya pada mamanya.


"Iya mas ngga terasa ya dulu dia selalu minta digendong sekarang udah gede aja" balas rini pada suaminya


"Ayo pah mah kita pergi" ajak ayara


Lalu mereka masuk ke dalam mobil. Papanya melajukan mobil itu ke tempat tujuan dimana tempat les itu berada.


Di tengah perjalanan mobil terhenti mendadak kami semua terkejut kecuali papa.


"Apa yang terjadi? Kenapa berhenti mendadak mobilnya pah?" tanya ara


"Iya mas kenapa? Apa kita menabrak hewan atau sesuatu?" tanya mama nya

__ADS_1


"Enggak sayang mobil kita lagi demam aja makannya ngambekan , ck" jawab papa nya kesal


"Ah papa mana bisa mobil ngambek yang bener pa?" tanya ara serius pada papanya


"Ya engga lah sayang mana ada mobil demam, papa rasa mobil kita mogok makannya berhenti tapi coba papa nyalain lagi ya?" ucap papa nya sembari menyalakan mesin mobilnya lagi dan lagi.


"Tuuuhhh kan ra, mobilnya nggak ngambek lagi udah mau hidup dia" ucap papanya sembari tertawa


"Ih papa kan tadi papa bilang nggak ada mobil bisa demam apalagi ngambek ih gimana sih pa" ayara membulatkan bibirnya itu


"adh anak kesayangan papa gemes nya haha" papanya mencubit hidung putrinya itu dengan gemeshhhh


"Duh pa sakiiit ish , mending sekarang kita pergi nanti keburu tempat les nya tutuuuupppp" dan bla bla bla ayara mengoceh sendiri


"Iya iya sayang kita jalan" ucap papanya dengan bersemangat


Sedangkan mamahnya hanya melihat kedekatan papa dan anak itu sembari tersenyum dan menutup matanya.


"Ah aku harap kalian akan selalu seperti ini selamanya. mas dan ayara kalian adalah duniaku jangan sampai kalian terpisah atau itu akan membuat diriku merasa tidak hidup" dia memegangi dadanya dan sedikit mengeluarkan air mata.


Di tengah perjalanan ara mendapat banyak notification dari ravan. yah dia selalu perhatian pada ayara walau kadang ayara risih tetapi dia tidak pernah memberi tau kalau dia risih dengan sikap agresif ravan. Terkadang saat dia bersama dengan teman lelakinya ravan marah dan memberitahu jangan terlalu dekat dengan lelaki.


Karena ravan tidak mau ayara sakit hati dan trauma dengan laki laki agar hubungannya dengan ravan nanti akan baik baik saja kedepannya.


Ayara : aduh van aku itu gapapa dan aku juga selamat sampai tujuan kamu gak usah sepanik itu kali van ih. Lagian kamu kenapa panik banget sih kita kan bukan siapa siapa kita cuman teman jauh aja.


Ravan : maafin aku ra aku khawatir banget sama kamu. Soalnya aku . .


Ayara : apa van? Apa ?!!!


Ravan : eh ngga papa yaudah aku mau pergi ke luar dulu mau cari makan kamu hati hati ya disana jangan lupa makan , istirahat yang cukup , dan jangan main hp terlalu malam ya nanti mata kamu kayak panda.


Ayara : iya iya baweeeeelllll. Yaudah kamu juga hati hati yaa . dadaaaahh


Ravan : dadaaah ayara cantiiikkk


Setelah selesai ayara menaruh ponselnya kembali kedalam tas. Dia membayangkan saat iya akan bertemu dengan ravan pertama kalinya.


"Ah kapan ya aku bisa ketemu sama ravan? Aku pengen banget ketemu sama dia ngajak dia jalan jalan keliling kota. Tapi waktunya kapan yaaa?" dia melamun melihat ke langit langit atap mobil.


"Ayara sayang kita udah sampe kamu gamau turun?" ucap mamahnya yang langsung menyadarkan ayara dari lamunannya.

__ADS_1


"Eh i i iya ma ayara nyusul!" teriak ayara


Sedangkan mamahnya sedang berbincang dengan pegawai yang ada di tempat les itu. Dia memperhatikan mamanya yang berbicara.


"Duh mama ngomongin apa sih kok aku ga denger ish bikin kepo aja si mama mah!" gerutu ayara


Setelah selesai berbicara dengan pegawai mamahnya memanggil ayara.


"Ayara sayang sini" panggil mamanya


"Iya ma? Ada apa? Apa aku ga diterima ma?" ucap ayara khawatir.


"Aduh araaaaa araaa kamu ini ya selalu saja berpikiran negatif! Sayang kamu mau pilih lokal yang mana? Biar nanti nama kamu dicantumkan di lokal itu?" tanya mamanya dengan memegang bahu anaknya yang tersayang itu.


"Emmm ayara mau lokal 1 ma kayaknya disini ara bisa dapat banyak teman!" ucap ayara


"Oh baguslah jika itu pilihanmu" ucap mamahnya


Lalu mamahnya mulai berbicara lagi dengan pegawai itu. Setelah selesai pegawai itu mulai bicara dengan ayara.


"Dek kamu bisa mulai les nya hari kamis ya berarti dua hari lagi , kamu jangan sampai telat ya de usahain buat cepet dateng ya" ucap pegawai itu pada ayara.


"Oke kak" jawab ayara


Setelah itu ayara dan mamahnya pergi meninggalkan tempat itu dan menuju mobil. Di mobil mamanya bertanya pada ayara


"Ara kamu mau beli perlengkapan menulis yang baru gak buat kamu les hari kamis?" tanya mamanya


"Emm boleh ma tapi kita beli dimana?" tanya ayara balik


"Hem kayaknya di depan aja deh soalnya ada mini market disana" tunjuk mamanya


"Hem oke ma" jawab ayara


Di dalam perjalanan ayara tidak menyadari ada nomor yang tidak dikenal terus memberi notification pada hpnya dan terus bergetar.


Lalu ayara mengambil ponsel itu dan mengecek nya.


"Aduh siapa lagi si ini,akhir² ini gw sering banget di chat sama orang yang gak gw kenal asal usulnya,atau jangan jangan penculik,astagfirullah amit amit" gumam ayara


•••••

__ADS_1


Halo readers😊 author berharap kalian tetap mendukung novel ini , author juga berusaha buat ciptain yang terbaik. and bantu vote nya yaa😉


__ADS_2