
" aku percaya bahwa orang tua tak akan salah memilih kan jodoh bagi anaknya"
Haidar zhafran abrisam
" bangsat si rian beraninya main kroyokan " umpat dhafir dan duduk di sebelah kanan nizam
" iya bangsat banget gara gara temanya stiker gua sobek.. padahal itu satu satunya.. " gerutu nizam saat stiker satu satunya yang ingin ia tempel di tembok di sobek oleh teman rian.
" sebenernya lo itu punya masalah apa sih sama rian.. dari dulu gue nggak tau masalah lo tapi gue ikut ikutan ngajar tu orang.." tanya dhafir
" gara gara nyokap nya papa jadi nyakitin mama" jawab zhafran datar..
" akhh.. nyilu banget ni pipi gara gara di tonjok.. " ucap nizam..
" mang... es batu dong... " teriak zhafran..
Dan akhirnya seorang pria setengah baya itu membawa 3 baskom dan handuk kecil di atas mapan yang ia bawa..
" nih.. makanya kalo berantem jangan saling tonjok.. " ucap mang asep dan meletakan mapan itu di meja depan zhafran dkk
" ya allah mamang.. kalo berantem nggak nonjok gimana.. " kesal nizam
" ya jambak aja rambutnya.. apa kasih pelajaran bahasa.. " ucap mang asep
" eh mang kita laki ya.. kalo laki itu adu otot kalo jambak rambut itu perempuan.. masak nizam yang cakep nya luar biasa main jambak jambak an kan ngak elit.." cerocos nizam.
Sungguh nizam pdnya melebihi dewa. Apa nizam nggak liat kaca dulu? Jika wajahnya kini di penuhi luka?
" Aww bangsat.. pelan pelan anjing... " umpat dhafir saat nizam mengompres lebam di wajah dhafir.
" lo makanya diem nggak usah banyak bacot.." kesal nizam dan menekan lebam itu mengunakan handuk
" Aww jangan di tekan goblok... dari tadi gue diem bae. Lo itu yang ngebacot.. " kesal dhafir
Drt drt..
" halo ma.. tumben telfon dhafir.." ucap dhafir saat zahra mama zhafran menelfon dirinya.
" kamu sama zhafran?" Tanya zahra
" iya ma.. kenapa?" Tanya dhafir
" mama mau ngomong sama zhafran" jawab zahra
" ok.. nih mama mau ngomong.." ucap dhafir dan menyerahkan hpnya ke zhafran
__ADS_1
" kenapa ma?" Tanya zhafran
" hp kamu kenapa nggak aktif?" Tanya Zahra
" tengelam di kolam ma.." jawab zhafran seadanya
" APA? astaga zhafran... papa belikan kemarin sekarang rusak.. " kaget zahra membuat zhafra menjauhkan hpnya dari telinga.
" inti?" Tanya zhafran
" kamu nanti jangan pulang malam.. usahakan jam 5 udah ada di rumah.. " ucap zahra dan mematikan sambungan .
Zhafran langsung melemparkan hp ke pemiliknya dan untung saja hp itu terlempar tak mengenai aset berharga milik dhafir jika kena terancamlah masa depanya.
" mau kemana lo?" Tanya dhafir.
" pulang.." jawab zhafran
" ngak biasanya lo pulang jam segini.." guman nizam
" mama suruh pulang jam lima.." ucap zhafran dan mengendong tasnya di bahu sebelah kiri.
" eh bangsul... ini udah jam 5 lebih 4 menit ." Ucap dhafir saat melihat jam di hpnya.
" bangsat.. ngamuk dah macanya.." ucap zhafran dan berlari kearah motornya.
Zhafran mengendarai motornya seperti orang kesetanan pasalnya ia mengendari dengan cepat. Padahal ini waktu di mana orang pulang kerja. Zhafran yang fokus pada jalan tiba tiba ada seorang wanita berhijab ingin menyebrang jalan.
Suara gesekan ban dengan aspal berbunyi kala zhafran mengerem dengan tiba tiba. Zhafran bisa bernafas lega karena ia tak menabrak orang itu.
" WOY KALO MAU NYEBRANG LIAT LIAT DONG.. UNTUNG Nggak KETABRAK.. " teriak zhafran dengan nada kesal
" kok nyalahin saya sih mas.. masnya kalo bawa motor pelan pelan nggak usah ngebut.." kesal wanita itu
" bajingan.. nggak usah banyak bacot.." ucap zhafran dan melajukan motornya.
Zhafran kini berada di depan gerbang rumah mewah milik orang tuanya. Zhafran ragu ingin memasuki gerbang tersebut pasalnya ia sudah telat lima belas menit .
" semoga nggak ngamuk.." ucap zhafran dan memasuki gerbang tersebut.
Setelah memarkirkan motornya zhafran sedikit takut masuk kedalam rumah. Kini jantung zhafran seperti orang yang habis maraton. Tangannya mulai berkeringat.
Zhafran perlahan berjalan masuk dan mendapati orang tuanya menonton tv. Ini kesempatan zhafran untuk menghindari omelan zahra.
" baru pulang?" Suara itu? Sungguh zhafran ingin mengehilang saat itu juga.
Kenapa tuhan tak berpihak kepadanya. Zhafran tersenyum cengir kala mamanya menatap dengan tajam.
__ADS_1
" ASTAGA ZHAFRAN.. kenapa jadi bonyok begini.. kamu berantem lagi? Apa kamu nggak kapok udah koma dua bulan hah.." tuh kan. Apa yang dipikirkan pasti zhafran sudah terjadi.
Dulu zhafran pernah koma saat kelas 11. Ia koma karena tusukan yang di layangkan oleh teman tawurannya. Dan sekarang apa masih ingin mengulangi lagi?. Benar benar zhafran keras kepala.
" huft.. kamu duduk sana mama ambil kotak P3K dulu buat obatin luka kamu." Ucap zahra dan pergi mengambil kotak P3K.
" iya iya.." pasrah zhafran sambil duduk di dekat papanya.
" nih makan.." ucap ali- papa zhafran menyodorkan setoples kue kering
" hmm.." deheman zhafran dan menerima toples berisi kue itu.
" makan.. ngakak usah ham hmm terus kek nissa sabyan. " ketus ali
" serah zhafran dong. Ini mulut punya zhafran. " ucap zhafran sengit dan memasukan satu biji kue kering kedalam mulutnya.
" nggak usah banyak bacot. Sini mama obatin." Ucap zahran dan duduk diantara suami juga anaknya.
" sloww ma.. nggak usah ngegas" ucap zhafran
zhafran baru menyadari jika mamanya mengunakan bahasa gaul.
" papa buruan ngomong." Ketus zahra pada suaminya sambil mengobati lebam pada wajah zhafran
Zahra sungguh tak habis pikir kenapa suaminya lemot banget.
" iya ma ini mau ngomong. Gini zhaf poinnya aja mama sama papa udah Jodohin kamu dengan anak sahabat papa" ucap ali
" APA? Mama ap--- aaww sakit njiir " ucapan zhafran terpotong karena zahra menekan lukanya menggunakan kapas.
Zhafran tak habis pikir dengan jalan pikiran orang tuanya. Ini bukan zaman siti nurbaya. Apa kata dunia jika zhafran di jodohkan dengan orang yang nggak ia cintai? Dan perlu kalian ketaui zhafran inggin menikah sekali seumur hidup.
" bisa diam nggak. " ucap zahra
" sakit ma jangan di tekan." Ringis zhafran.
" halah gini aja bilang sakit . Dulu kamu koma malah langsung jingkrak jingkrak kek orang kesurupan. " ketus zahra
Apa ada orang setelah bangun dari koma jingkrak jingkrak nggak jelas? Itulah zhafran. Memang ajaib katanya ia tak merasakan sakit setelah bangun dari koma. Dan kenapa ia meringis saat luka kecil itu diobati oleh mamahnya.
" nanti kamu siap-siap jam 07.00 malam kita akan bertemu dengan calon mu judika harus berdandan yang rapi papa udah siapkan jas untuk kamu pakai nanti malam jam 07.00" ucapan itu membuat membuat sok zafran
Sungguh zhafran tak bisa menyangka kenapa mendadak seperti ini dan ia juga baru dikasih tahu dan tiba-tiba ya harus bertemu dengan calonnya. Zhafran berfikir bagaimana wajah calonnya, apakah ia cantik putih tinggi apa kak apa imut apa mama dan papa nya memberikan jodoh sesuai kriteria nya.
" jangan coba-coba kabur kamu, mama potong aset kamu" ucapan zahra membuat kedua lelaki itu meringis dan menutupi aset berharga untuk masa depan.
Gimana ceritanya? Seru nggak?
__ADS_1
Maaf kalo ceritanya terlalu pendek buat di baca.
Jangan lupa vote dan komen!!