"Kisah Cinta Seorang Prajurit Negara"

"Kisah Cinta Seorang Prajurit Negara"
"Kisah Cinta Seorang Prajurit Negara" Part 10 (Perjodohan)


__ADS_3

"Citra, Lo sebentar malam sibuk nggak?" tanya ketua BEM itu yang duduk bersebelahan dengan Andy.


"emangnya kenapa kak?" jawab Citra yang berhenti sejenak dari makannya.


"nggak sih, cuman gw mau ajak makan aja" jawab balik Alex .


"Citra sebentar malam kita kan ada kerja kelompok" sahut Dwi yang melotot kan matanya itu ke Citra.


"ow iya? iya aku lupa" jawab Citra dengan bingung karena seingat nya hari ini nggak ada tugas dari dosen manapun.


Dwi sengaja melakukan itu karena Dwi memang tak menyukai kedekatan Citra dengan Alex sejak awal dari masuk kampus dan Citra yang selalu di usil oleh Alex.


"Dwi, emang sebentar malam kita kerja kelompok dimana?" tanya Citra


"apaansih, nggak ada kerja kerja kelompok" jawab Dwi dengan ketawa.


"Terus tadi yang kamu katakan? owh aku tau aku tau, kamu kan nggak suka dia yang selalu usilin aku" jawab Citra


"nah itu tau" jawab kembali Dwi.


"guys gimana yaa kabar Firman? aku sangat merindukan nya" sahut Citra dengan wajah sedihnya.


"dia baik-baik aja tentunya disana, lagian kan di pergi untuk cita-citanya bukan untuk perempuan lain, keep strong" jawab Vita ke Citra sambil merangkul sahabatnya itu.


"buat kalian berdua semangat yaa, ini hanya masalah waktu dan jarak intinya doakan mereka kembali dari pendidikan dengan keadaan sehat, sabar lah kan tinggal 5 bulan lagi" jawab Dwi ke sahabatnya itu.


"Wah, Wah, tumben sahabat aku satu ini otaknya encer" ucap Citra dengan ketawa kecil.


setelah beberapa bulan tanpa kabar dari Firman akhirnya,,


Ting, Ting, Ting, (Panggilan Masuk ❤️)


Citra yang melihat ponsel panggilan masuk dari Firman dengan cepat ia mengangkat telepon tersebut, belum berbicara Citra langsung meneteskan air mata kerinduan nya itu.


"Assalamualaikum yang"


"waalaikumssalam yang"


"Kamu apa kabar sayang?"

__ADS_1


"Aku rindu, aku rindu kamu"


"yang, jangan nangis entar lagi aku selesai"


"Aku nggak bisa ngomong apa-apa, Aku cuman kangen kamu"


"Iya, aku juga sama, aku rindu kekamu tapi aku nggak bisa ngapa-ngapain kan kamu tau kan yang"


"Iya yang, kamu selalu jaga kesehatan kamu, jangan terlalu capek, kalau ada waktu sempatkan untuk istrahat yaa"


"Iya siap sayangku, kamu juga yaa jaga diri, jaga kesehatan, jangan terlalu capek, dan yang paling penting jaga hati"


"Siap pak, owh iya pak! aku mau lapor semester depan aku udah mau turun praktek pertama di RS, doain ya pak supaya lancar"


"Selalu aku doakan yang, udah dulu yaa handphone nya udah mau dikumpul lagi, ini hanya dikasih waktu 30menit dan tadi aku udah nelfon ibu dan sisanya aku nelfon kamu"


"kenapa cepat sekali?, kan masih banyak yang aku mau ceritain ke kamu"


"sayang"


"Iya iya, aku ngerti kok yang"


"Aku tutup ya, Assalamualaikum, aku sayang kamu"


panggilan pun berakhir dan Citra merasa bahagia tapi tidak dengan rindunya yang menambah.


"Apa aku mampu bertahan dengan dia? Apa aku sabar dengan ketidak adaan kabarannya? Sekarang prioritas nya bukan hanyalah aku tapi Negara, dia milik negara, apa aku mampu bertahan dengan seorang abdi negara?" gumam Citra yang menatap langit kamarnya dan bertanya-tanya tentang akhir hubungannya.


Ting, Ting,


[Lo lagi ngapain?] ucap seseorang dari nomor misterius


_[Waalaikumssalam, ini siapa?]


[Oh iya Assalamualaikum]


_[Ini siapa?]


[Gw senior Lo]

__ADS_1


_[Kaka, cowok atau cewek?]


[cowok]


"Apaan sih nggak jelas amat" gumam Citra dalam hatinya.


"Nak, Citraa turun dulu yuk ada yang ibu mau bicarain"


disaat Citra lagi balas chatting dari nomor misterius itu tiba-tiba ibu citra memanggilnya untuk turun dan membiarkan chat yang tak jelas itu.


"Iya mah, Citra turun" ucap Citra yang berlari turun dari tangga.


"Nak, ibu mau ngomong ke kamu" ucap ibu Ida


"Iya, ngomong aja mah" jawab Citra


"Jadi gini, kamu kenal anak ibu Sinta? sahabatnya mama kamu itu" ucap ibu Ida yang menatap Citra dengan santai.


"Iya, aku kenal lah mah, Rifki kan? emang kenapa tuh anak mah?" jawab Citra


"Dia tampan kan? sesuai tipe kamu bukan? ucap ibu Ida yang sedikit bercanda.


"Iya tampan dan pastinya dia udah punya pasangan kali yaa, kalau tipe iya dia tipe Citra tapi nggak bakalan sih Citra jatuh cinta sama dia kan dia anaknya nakal banget" jawab Citra sambil ketawa.


"Mama dan mamanya mau jodohin kamu dengan dia Nak"


uhukuhukuhuk,,, Citra yang tadinya minum air ia batuk mendengar kata-kata mamahnya.


"Apa mah?, Mamah mau jodohin aku sama dia?"


"Iya nak, kan kamu udah dewasa dia juga udah mapan, udah punya perusahaan di Bandung jadi kamu terjamin masa depannya sama dia" ucap ibu Ida


"Mah, Citra udah punya kekasih Citra udah punya seseorang mah dan Citra sangat mencintai dia" jawab Citra dengan mata yang bercermin.


"Firman? Dia jauh dari kamu Nak, kamu pasti akan ditinggal-tinggal luar daerah apa kamu mampu dengan resiko itu?" ucap ibu Ida


"Mah, apapun yang terjadi Citra tetap bersama dia, Citra sayang dia" jawab Citra dengan meyakinkan ibunya yang sebenarnya dalam hatinya mengatakan perkataan ibunya itu ada benarnya juga.


"Mamah akan tetap jodohin kamu dengan anak sahabat Mamah, untuk Firman mamah belum yakin sama dia!" ucap ibu Ida dengan tegas yang belum merestui hubungan mereka.

__ADS_1


"Citra masuk kamar dulu" jawab Citra yang berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya itu.


bersambung,,,


__ADS_2