"Kisah Cinta Seorang Prajurit Negara"

"Kisah Cinta Seorang Prajurit Negara"
"Kisah Cinta Seorang Prajurit Negara" Part 9 (Rindu)


__ADS_3

Dari kejauhan Citra melihat kekasihnya itu yang sebentar lagi akan berpisah dengan dia sementara waktu demi cita-cita kekasihnya itu, saat setelah selesai pengerahan dari atasan Firman mereka pun dikasih waktu 30 menit untuk betemu keluarga masing-masing sebelum berangkat ke tempat pendidikan, Firman pun berlari menuju keluarga dan 2 wanita yang disayanginya itu.


"Ibu, Firman pamit pendidikan dulu ya Bu" ucap Firman sambil memeluk ibunya dengan erat yang enggan untuk melepaskan nya.


tak lama kemudian ia menoleh ke arah Citra yang dimana dari tadi ia menatap Firman dari kejauhan dengan mata yang berkaca-kaca itu, Firman pun langsung memeluk erat dirinya setelah ibunya.


"Yang" satu kata yang diucapkan Firman tapi membuat Citra melepaskan air matanya yang dari tadi tak mampu untuk dia tahan.


"kamu sehat-sehat disana, jangan terlalu capek, sempatkan waktu untuk beristirahat" ucap Citra ke Firman dengan semua pesan-pesan yang di sampaikan ke kekasihnya itu sambil memeluk erat tubuh Firman.


"kamu jaga diri baik-baik ya sayang, aku sayang kamu, aku janji akan kembali" jawab Firman dengan tangan yang di usapkan nya ke kepala Citra.


tibalah waktu mereka untuk berangkat pendidikan dan disitulah Citra dan Firman bagaikan magnet yang dipaksa untuk berpisah, tapi mau tidak mau mereka harus menjalani hal itu karena cita-cita satu sama lain.


Mobil truk TNI pun berangkat dengan perlahan, dan disamping itu Firman mengulurkan tangannya untuk mengucapkan sampai bertemuagi.


skill

__ADS_1


setelah beberapa bulan Citra dan Firman tak ada kabar satu sama lain, disitulah Citra mulai merasakan kerinduan dihatinya.


"Citra!" tepuk Dwi dari arah samping yang membuat Citra kaget.


"ih kamu kebiasaan deh" ucap Citra dengan mata sinisnya.


"kamu pasti lagi mikirin Firman kan? kenapa dia belum ada kabar? sama kok, Alan juga belum ada kabarnya, sabar aja pasti kita bisa melewati ini" sahut Vita sambil tersenyum yang memberikan semangat untuk sahabat nya itu karena ia pun merasakan hal yang sama.


"iya, aku kangen dia Vita udah sebulan ia tak ada kabar, entah begamaina keadaan nya sekarang" jawab Citra dengan wajah murung.


"yaudah nggak usah sedih-sedih, kita kekantin yuk" sahut Dwi yang mengajak 2 sahabatnya kekantin kampus.


"eh semester depan kita udah mulai turun praktek loh" ucap Dwi


"iya? emang berapa lama?" jawab Vita


"yang aku dengar sih 2 bulan aja" jawab kembali Dwi

__ADS_1


"jadi kita harus pesiapkan lagi untuk turun dinas" ucap Citra dengan wajah yang kurang bersemangat itu.


tibalah mereka di kantin kampus, tiba-tiba seorang cowok menghampiri mereka.


"hllo sayang" ucap cowok tersebut.


"eh Andy!?" tanya Dwi yang kaget melihat Andy.


jadi kemarin waktu mereka mau mendaftar dan memilih universitas terbaik, Andy tak sengaja mendengar Dwi yang akan kuliah di universitas ini yang sebenarnya ketua rektorat dikampus itu tak lain adalah ayahnya.


"kamu kuliah disini juga?" tanya Dwi


"iya dong, kan aku mau mengejar cita-cita aku dan cintaku disini" jawab Andy dengan kebiasaan nya yang sering menggombal Dwi.


"Cieee, dikit lagi jadian nih" serentak Citra dan Vita yang gantian menggoda Dwi.


"hey boleh gabung nggak?" tanya ketua BEM yang menghampiri mereka.

__ADS_1


"boleh kok kak" jawab Dwi


bersambung,,,


__ADS_2