
Sesampainya ia dikamar, ia selalu kepikiran perkataan ibunya itu yang membuat ia bimbang dengan hubungan nya bersama Firman.
"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Citra dengan air mata yang jatuh kepipinya itu.
Dia sekarang diperhadapkan dengan 2 pilihan, meninggalkan karena yang pasti atau menunggu kepastian dari seseorang, ia pun masih belum bisa sepenuhnya menaruh harapan ke Firman yang belum bisa memikirkan hubungan mereka kedepannya, saat ini Citra hanya bimbang.
_Dikampus_
"Citra, kamu kenapa lagi? bukannya semalam kamu sudah dihubungi Firman?" tanya Vita
"Iya Vit, jodoh Aku mau dijodohkan" jawab Citra
"What!?" teriak Dwi dan Citra yang membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"Jangan keras-keras" Jawa Citra
"nggak-nggak, kamu haru ceritain kekita semuanya tapi jangan disini" sahut Dwi
"Taman, Kita ke taman" jawab Vita
mereka menarik Citra menuju ke taman..
__ADS_1
"Stop, stop, sekarang kamu ceritain semuanya kenapa kamu bisa dijodohkan" sahut Dwi
"Jadi gini, Mamah aku semalam ajak aku cerita-cerita dan dia bilang aku mau dijodohin sama anak dari sahabat nya itu seketika aku disitu terdiam terus" belum selesai cerita Dwi langsung memotong pembicaraan itu.
"Terus terus? kamu nggak ngasih tau soal Firman? terus gimana nanti kalau perjodohan ini ia tau Cit?" sahut Dwi
"Iya semalam aku udah kasih tau dan memang Mamah aku udah tau tentang hubungan aku sama Firman tapi Mamah aku bilang dia belum bisa yakin dengan Firman Karna nantinya aku akan ditinggal-tinggal luar daerah bahkan sampai bertahun-tahun dan itu yang membuat Mamah aku belum restui hubungan aku sama dia." jawab Citra dengan wajah sedihnya
"Terus keputusan kamu apa?" tanya Vita
"Aku belum memutuskan apa-apa, disatu sisi Mamah ku ada benarnya juga, disisi lain aku nggak bisa ninggalin Firman, kan kalian tau aku sayang sama dia bahkan apapun rintangannya akan aku jalani" jawab Citra sambil mengusap mata yang sudah berkaca-kaca itu.
"Kamu jalani aja dulu semua ini, endingnya kita nggak bakal tau" jawab Dwi
"Iya Citra nggak bakalan Aku ceritain, semangat yaa semua pasti ada jalannya" ucap Vita sambil memberikan semangat ke sahabatnya itu.
"Eh sebentar sore kita ke taman biasa yuk" ajak Dwi
"Boleh juga tuh sekalian melepas penat dari tugas-tugas yang lumayan membludak di semester ini" jawab Vita dengan ketawa.
"Iya iya boleh tuh, kita kan udah lama nggak jalan-jalan lagi kesitu, hitung-hitung healing" ucap Citra dengan senyum tipisnya.
__ADS_1
"Ehh, kamu Citra kan?" Tanya Raini yang tiba-tiba menghampiri mereka bertiga.
"Iya, kenapa kak?" jawab Citra
"Kamu mahasiswa baru semester 2 udah godain pacar senior yaa" ucap Raini yang mendorong bahu Citra.
"Maksud Kaka apa ya? Pacar, Pacar siapa yang aku goda? lagian aku nggak dekat sama senior-senior cowok disini kok kak" jawab Citra dengan bingung karena Raini menghampiri ia marah-marah.
"Alaah, jangan so munafik Lo, Lo kan yang deketin Alex?" tanya Raini.
Raini salah satu pengurus BEM yang menyukai Alex sudah dari semester awal tetapi si Alex tidak merespon akan perhatian dari Raini, dan sekarang Raini cemburu melihat Alex yang selalu deketin Citra yang sebenarnya Citra tidak tau kalau Alex selama ini menyukainya makanya ia sering mencari bahan untuk berbuat iseng ke Citra.
"Sumpah kak, aku nggak Deket sama ka Alex, aku sama dia hanya sebatas junior dan senior" jawab Citra
"Bagus kalau itu benar, tapi awas kalau gw liat Lo dengan Alex gw nggak segan-segan buat Lo cabut dari kampus ini" ucap Raini yang menunjuk dia dan mengancamnya.
Raini pun pergi dari tempat itu,,
"Ihh apasih kak Raini, kan yang deketin diluan itu ka Alex bukan aku" ucap Citra dengan sedikit kesal.
"Sudah sudah, ayo kita ke kelas, sudah mau masuk jam pelajaran lagi" ajak Vita.
__ADS_1
"yuk" serentak Dwi dan Citra.
bersambung,,,