
13 tahun kemudian ..
kini rara sudah tumbuh menjadi gadis dewasa . kecantikannya kian bertambah dan tentunya sifat kelakiannya tetap melekat di jiwanya ( emang mungkin selamanya sampai bgitu haha ) . bahkan diusianya yang sudah menginjak usia 19 tahun ini dia blum pernah pacaran bahakn untuk mengenal cintapun enggan . padahal banyak loh yang deketin dia hingga banyak dari mereka ingin meminangnya . namun lagi lagi rara menolaknya .
setahun lalu ia sudah lulus dari sekolah menengah atas . azfer sang kaka pun sudah bekerja . afkar sang adik kini duduk di bangku SMA tempat dulu ia dan abangnya menimba ilmu disana dan di bungsu azriel kini duduk dibangku SMP . dan sang kaka tertua kanika atau yang sering dipanggil ani itu kini sudah berumah tangga dan tinggal bersama suaminya . setelah menikah dengan suaminya dia pergi begitu saja dari rumah meningglkan kami . ya kami nggk menghalanginya sih cuma setidaknyalah adanya komunikasi buat kami jangan menghilang perhi begitu saja . bahkan ia berubah menjadi sosok yang bukan kami kenali . bukan sekali dia telah menyakiti hati umi tapi berkali kali . membuat aku dan bang azfer sedikit membencinya .
bahkan dia pun ta punya rasa kasihan dan peduli terhadap adik adiknya . dan itu yang membuat aku dan azfer lagi lagi geram .
kehidupnn keluargaku masih sama sperti dulu . hanya bedanya sekarang aku dan bang azfer sudah tidak memiliki kambing lagi .
dan tidak keliling jualan kue lagi semenjak umi buka usaha kecil kecilan ..
tapi usaha itu .. kini harus guling tikar kembali karena tidak adanya modal . alhamdulillah masalah hutang piutang umi cuma punya 2 1 ke bank dan 1 ke tukang kredit .
saat melihat keluargaku sperti ini rasanya aku pengen menjeriiittt banget .
"ya Allah .. kenapa engkau berikan ujian seberat ini pada kami . ya Allah .. kesalahan apa yang telah kami perbuat sehingga menghukum kami sperti ini .. dari aku kecil hingga sedewasa ini aku belum pernah merasakan yang namanya hidup enak . tidur tenang tanpa adanya beban .. "jeritku pada TUHAN . namun aku sadar ... seharusnya aku besykur masih di berikan rasa nikmat . masih punya tempat tinggal yang layak ditempati . punya keluarga yang utuh . masih di berikan nikmat makan setiap hari walaupun itu hanya dengan garam lagi dan lagi ..
kadang aku merasa tidak berguna jadi seorang anak karena aku tidak bisa membantu kebutuhan keluarga .
sedih sekali rasanya melihat bapak yang ta henti hentinya banting tulang demi kami anak anaknya . pergi subuh pulang magrib padahal uangnya ta seberapa . kadang umi juga suka bantu bapak ke sawah jadi buruh .
ya Allah...
pengen sekali aku ngangkat derajat mereka ya Allah ..
kapan waktu itu akan tiba .
tiba saatnya bapak dan umi bahagia dihari tuanya tanpa harus banting tulang mqengeluarkan banyak keringat cape demi kami anak anaknya ..
tak hanya itu bahkan sesekali keluargaku sering jadi bahan cemoohan . cacian . makian . dari tetangga hingga membuat keluarga kami dikucilkan dan diasingkan karena status sosial .
oh TUHAAANN .. rasanya aku pengen balas mereka . pengen balas bac**tan mereka dengan kekayaan yang aku punya . tapi aku harus sadar . aku punya apa yang harus diabnggakan ?" aku tak punya apa apa .. bahkan imanku belum tentu aku bisa banggakan ..
__ADS_1
TUHAN .. kapan semua ini akan berakhir . kapan TUHAN ?? sungguh hatiku sakit melihat orangtuaku di perolok olok terus ..
hingga datanglah sebuah pertolongan dari Allah . doa doaku dijawab dan di kabulkan . di satu sisi aku bahagia sekali tapi di sisi lain aku takut . takut itu hanyalah sebuah ujian untuk ku dan keluargaku untuk jatuh ke jurang yang terdalam . terjerat masalah yang lebih besar dan tentunya membuat kami terpuruk .
saat itu aku bangun dari tidur tepat pukul 3 pagi aku bangun karena suara alarm di hp ku berbunyi . ntah kenapa aku rasanya ingin membuka salah satu aplikasi bank atm ku . dan aku pengen ngecek isinya . yang padahalkan sudah tau bahwa isinya hanya 100 rbu saja karena sudah lama aku ta mengisinya semenjak aku jadi pengangguran lagi beberapa bulan ini menguras banyak isi tabunganku bahkan hingga habis .
aku pun membukanya dan alangakh terkejutnya aku melihat nominal angka disana banyak sekali hingga beberapa kali aku mengucekkan mata takutnya aku salah liat . dan tetap nominalnya tetap segitu .
"what.... ini gak salah . kok bisa berubah segini ?"
"tunggu .. bukannya seharusnya jumlah nominalnya hanya 100 rbu tapi kok ini ada angka 5 nya ... loh loh nol nya juga banyak . "
"1.. 2 .. 3.. 4 .. 5.. 6 .. wah lebih dari sejuta juga ini . " ucapku
"7.. 8 .. 9 .. whattt 9 ?" alangakh terkejutnya aku
"9 .. 9... 9 .. "aku mikir berapa total segitu
"berarti ... 1 milyar .. oh Tuhaan ya Allah .. apa ini nggk salah ?"tanyaku dan seketika tubuhku menjadi gemeteran .
dan ke2 orangtuapun ta mengetahuinya bahwa aku dapat uang segitu banyaknya karena dalam diriku . aku maaih takut . tamut bahwa uang itu nggk baik ..
selama kurang lebih satu bulan aku masih bungkam hanya aku ALLAH dan para malaikat sajanyalah yang tau .
akupun mulai penasaran dengan uang itu . dan rasa penasaran aku pun ngeceknya langsung ke bank .
setelah tiba di bank semuanya benar memang isinya tetap segitu tanpa adanya berkurang dan bertambah .
aku pun penasaran dan mencoba mengambilnya hanya 500 ribu rupiah .
akupun sontak terkejut . pasalnya uang itu muncul adanya dengan segera akulun mengambil uang itu dan memasukan kembali Atm ku dan mengeceknya .
dengan prasaan yang acak acakan . jantung deg degan . badan tiba tiba jadi dingin semua gemeteran lah ini itulah ..
__ADS_1
dan jreng jreng ...
"14.999.593.500.00 "
"ya Allah .... " air matapun lagi lagi jatuh karena aku shock untung saja nggk pingsan berabe kan kalau pingsan ..
dengan perasaan gelisah dan bercampur bahagia akupun segera keluar dan segera pulang ingin menceritakan semuanya sama umi dan bapak .
dalam perjalananpun aku terus memikirkannya bagaimna aku berbicara pada orangtuaku . bagaimana caranya aku menggunakan uang itu yang nominalnya ahh sangat banyak menurutku .
sesampainya di rumah ternyata keadaan rumah sedang tidak baik . ternyata banyak ibu ibu dan anak remaja yang nongkrong di rumah . bahkan akupun menjadi bahan ledekan mereka .
"ciee teteh abis main yah "
"beuh umi bentar lagi punya mantu nih "
"teteh darimana ?"
"teh oleh olehnya mana .. "
"teteh sudah dewasa yah .. "
begitulah ucapan yang keluar dari mulut ibu ibu itu dan aku hanya menanggapinya dengan senyuman . lalu masuk kedalam mengurung diri di kamar memikirkan nasib uang itu .
.
.
.
.
.
__ADS_1
segini dulu yah ka ceritanya 🙏😁