
"hoaaam .. "
sudah yang kesekian kalinya rara menguap menahan kantuknya . bagaimna tidak semalaman matanya tidak terpejam . yaps rara kembali bergadang karena ia harus menyelesaikan project nya .
dan siangpun ia harus berkutat lagi dengan tugas tugas akhir kampusnya .
drrt... drttt ... drtt... ( anggap tone hp )
mendengar hpnya berbunyi rarapun segera mengambilnya dan mendial panggilan masuk tsb
"hallo sayang . akhirnya kamu angkat juga tlponku . " ucap seseorang disebrang hp .
rarapun mengernyitkan dahinya .
"kenapa ?" tanya rara keheranan .
"why baby ?" tanya balik sang pnlpon .
"kamu sudah membuat aku khawatir baby . aku sudah berapa puluh kali chat kamu tapi nggk ada balasan dari kamu . kamu kemna sih hmm ?" omel seseorang itu .
"hmm sorry . gak kedengeran " jawab rara santai .
"lagi ngapain sih di jam istirahatpun kamu masih sibuk begini . "
"hmmm biasa kerjaanku memang lagi banyak . " jawab rara dengan nada lesunya .
"kamu kenapa sih yang ? kamu baik baik aja kan ?" tanya orang itu dengan sedikit khawatir .
"hmm iyh aku baik baik saja . " jawab rara santai dengan jarinya yg masih sibuk menari diatas keyboard .
"serius ?"
"2 rius .. "
"tapi kok aku mencium aroma aroma yang tidak baik yah . "
"paan iss .. aku baik baik saja ok . kakak udah makan siang belum ?" tanya rara mengalihkan pembicaraan .
"jangan mengalihkan pembicaraan sayang . " tegas pria itu di sebrang tlpon.
"siapa juga yang mengalihkan pembicaraan " elak rara .
tanpa banyak bicara . pria itu pun segera mengubah panggilannya menjadi vidio call .
"hfff .. " rarapun menghembuskan nafasnya saat pria itu mengalihkan panggilannya .
"tuh kan kamu nyembunyiin sesuatu kan dari aku " ucap pria itu saat sang pujaan hati terpangpang dilayar 5 inci itu .
"nyembunyiin apa coba .. "
"kamu bilang kamu baik baik saja nyatanya kamu tidak lagi baik baik sayang .. "
"ok . aku memang sedang tidak baik baik saja . aku cuma butuh istirahat doang kok . " aku rara akhirnya .
"makanya kamu jaga dong badan kamu . ngapain sih kamu harus bekerja sekeras ini hmm ? mau apalagi coba . mau ngejar apalagi ... " omel pria berjas putih itu .
"nyambung hidup . "jawab singkat rara . yg tidak membalas tatapan pria itu .
"ya Allah sayaang .. " geram pria itu mengusap wajahnya prustasi .
"sekarang kamu dimana ?" lanjutnya lagi .
"di cafe . "
__ADS_1
"pulang jam berapa ?" tanyanya lagi .
"kurang tau juga kyanya malam deh "
"jangan malam malam pulangnya yah . kalau bisa nagrib atau sore kamu ada di rumah cafe kan ada anak anak yang urus . " nasihat pria itu .
"nggk janji yah .. "
"harus pokoknya titik nggk ada penolakan . "
"serah dah .. "
"ya sudah yah aku pamit dulu bentar lagi aku masuk ruang operasi . baik baik yah ingat jaga kesehatan ok . bye sayang assalamu'alaikum . "
"waalaikumsalam . " jawab rara lalu sambunganpun terputus .
"hff .. bawelnya melebihin umi . tapi itu yg aku rindukan dari kamu kak " gerutunya lalu iapun tersenyum .
"hff .. pusing banget kepala " gumamnya lalu iapun menempel tangannya ke kepala lalu sedikit memijitnya .
"hallo mba tia " panggil rara pada kasirnya .
"iya bu ada apa ?" jawab tia seramah mungkin .
"kamu lagi sibuk nggk ?" tanya rara takut mengganggu aktivitas karyawannya . pasalnya ini jam makan siang biasanya kafenya akan ramai oleh pengunjung bahkan hingga ada yang rela mengantri diluar hanya untuk makan dicafe ini .
" kebetulan nggk bu . ada yang perlu saya bantu ?"
"baiklah . tolong buatin teh angat tawar yah lalu antar ke ruangan saya . terimakasih dan maaf merepotkan . " ucap rara ta enak hati .
"oh baik bu . tidak bu tidak merepotkan sama sekali . "
"baiklah saya tungga ya mba . terimakasih " ucap rara lagi lalu iapun memutuskan sambungan teleponnya .
tak butuh lama pesananpun sudah jadi .
"masuk . " tutah rara .
"permisi bu . ini teh nya . " ucap tia menyimpan secangkir teh tawar diatas meja kerja rara .
"oh iyah terimakasih yah mba . dan maaf merepotkan mba . " ucap rara tak enak hati
"nggk bu . nggk merepotkan sama sekali . " jawab tia tersenyum .
"ibu sakit .. ?" lanjutnya karena melihat wajah rara sedikit pias
"oh tidak . saya hanya perlu istirahat saja " jawab rara tersenyum .
"kalau ibu butuh apa apa panggil saya saja ya bu ." ucap mba tia pasalnya ia sedikit khawatir atas kondisi bosnya itu .
"iya mba terimakasih . "
"baik bu . kalau begitu saya permisi dulu . "
"iya silahkan .. " ucap rara ramah .
lalu tiapun segera melenggang dari ruangan itu .
30 menit kemudian ...
"rame banget .. parkirannya penuh lagi ." ucap seseorang saat tiba di depan cafe anugrah .
lalu iapun segera menepikan mobilnya yang jaraknya lumayan jauh dari cafe tsb .
__ADS_1
setelah menepikan mobilnya iapun segera masuk kedalam cafe tsb . dan kehadirannya banyak mengundang perhatian dari pengunjung .
"permisi mba .. " ucap pria tsb ke kasir cafe
"iyah mas ada yang perlu dibantu ?"tanya tia ramah .
" eum saya mau bertemu dengan pemilik cafe ini katanya beliau ada disini . kalau boleh tau dimana yah orangnya ?"tanya pria itu
"oh ibu lila . " jawab mba tia
"maaf . mas nya silahkan masuk keruangannya aja langsung kebetulan ibu lila sedang berada diruangannya . "
"oh begitu . kalau boleh tau ruangannya dimana yah ?" tanya pria itu lagi .
"eum sebentar .. "
"ga .. lo sibuk nggk ?" tanya tia pqda angga .
"oh nggk ya bentar lagi gue kelar . ada apa ?" tanya angga menyimpan secangkir cofe yqng telah ia hias dengan art nya
"gue titip kasir bentar yah . gue mau nganterin tamunya bu lila dulu keruangannya . "
"oh ok . "
"mari mas saya antar . " ucap tia ramah .
"baiklah .. " ucap pria itu menganggukan kepalanya . lalu tia pun keluar dari bar tsb .
"silahkan mas ini ruangannya bu lila . masnya masuk saja bu lilqnya ada kok di dalam . " ucap tia lagi .
"oh ok terima kasih yah sudah mengantarkan saya . "
"oh iyah sama sama mas . kalau begitu saya pamit undur diri karena nggk bisa ninggalin kasir lama lama . "
"oh baiklah silahakn . " ucap pria itu mempersilhkan lalu tiapun segera pergi .
tanpa ketuk pintu pria itupun membuka knop pintunya lalu menyembulkan kepalanya
kedalam melihat keadaan didalam .
pandangannyapun menerawang kesetiap penjuru ruangan dan terakhir ia melihat kearah sudut ruangan dimana letak meja kerja rara berada
saat melihat sang mpu sedang menelungkupkan wajahnya diatas meja pria itupun segera masuk dan segera menghampiri wanita yang sedang menelungkupkan wajahnya itu .
iapun segera mendekat . dan segera membangunkan wanita itu .
"sayaang .. " panggilnya seraya menggoyangkan sedikit tubuh rara .
"sayang .. hey ... bangun .. " bisiknya lagi tepat ditelinga rara
"sayang ... " panggilnya lagi seraya mengusap puncak kepala rara yang terbalut hijab .
mendengar ada seseirang yang membisikan dirinya . rarapun sedikit demi sedikit mengerjapakan matanya dan mendingakakn kepalanya .
"ya Allah sayang . kenapa bisa begini hmm ?" ucap pria itu dengan nada khawatir .
" wajah kamu puncat banget lagi . "lanjutnya seraya mengabsen setiap inci wajah rara . rara yang merasa badannya lemas pun ia hanya pasrah saja atas kelakuan sang pujaan hatinya itu .
"sayaangg ... heyy .. " panggil pria itu saat rara menelungkupkan wajahnya kembali .
"hmm .. " sahut rara .
"minum obat dulu yah biar kamu baikan sayang .. " bujuk pria itu dengan penuh kelembutan dan membelai puncak kepala rara lagi yang membuat sang mpu nyaman dan senakin terlelap tidur .
__ADS_1
"aku gpp . aku hanya butuh tidur saja. " sahut rara dengan mata yang masih terpejam .
"nggk . kamu harus minum obat dulu . tubuh kamu sedang tidak baik baik sayang .. " tegas pria itu . dengan berat hati rarapun kembali membuka matanya dan menegakkan tubuhnya .