15 MILIYAR !

15 MILIYAR !
part 3


__ADS_3

hari pun sudah malam ..


rara masih enggan untuk memeritahu kedua orangtuanya perihal uang itu .


ia pun semakin ragu untuk membicarakannya . ntah apa yang membuatnya menjadi seperti ini . bukan tidak ingin ia terbuka dengan kedua orangtuanya .


namun ia takut akan hal sesuatu . takut akan terjadi sesuatu yang akan menimpa keluarganya terlebih orangtuanya .


rara tidak ingin mereka terjerat kemasalahnya . sudah cukup selama ini rara selalu menyusahkan keduanya .


"maaf kan rara mi .. rara belum bisa cerita ke umi dan bapak . " lirih rara


"rara pasti akan cerita jika waktunya sudah tepat "


"hfff... cobaan apalagi ini ya Allah . " ratap rara . lalu membenamkan wajahnya ke bantal .


"akhh .. bagaimnaa ini .. uang ini aku apakan ?" gumamnya lagi .


"yah .. aku harus . harus memberitahu umi dan bapak . " gumamnya lagi . lalu beranjak dari tempat tidurnya .


rara pun keluar kamar yang memang niatnya ingin memberitahukan masalah ini namun ia harus mengurungkannya kembali karena melihat di ruang keluarga sedang ada banyak orang .


"ah .. waktunya kurang pas lagi . " gumam rara dalam hati


"apa besok pagi aja gtu yah "


"ya udahlah yah besok pagi aja .. " lanjutnya lagi .


lalu rarapun bergabung ke tengah tengah mereka . banyak hal yang mereka bicarakan ya dari masalah keluarga . perekonomian . biaya sekolah . dan lainnya .


yang membuat rara bersedih hati karena ia belum bisa membantu keluarganya itu terlebih meringankan beban orangtuanya .


"spertinya aku harus segera membicarakan masalah ini dengan umi dan bapak . aku tidak ingin mereka terus terusan memikirkan masalah perekonomian keluarga . aku harus bisa mengakhiri penderitaan ini dan keluar ke zona selanjutnya . "


"ini saatnya aku akan mengangkat derajat keluarga ini . mungkin ini adalah sebuah pertolongan dari Allah . "


"kalau bukan aku siapa lagi yang harus membantu keluarga ini . bismillah inilah saatnya keluargaku bangkit dari keterpurukan . "


"ya Allah . bantu aku ya Rabb menjalankan ini semua . "


s


k


i


p


p


a


g


i


pagi ini rara akan mengatakan semuanya .


dan pagi ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan masalah ini . pasalnya belum ada yang bangun terkecuali dirinya dan kedua orangtuanya .


"mi ... ada yang rara omongin sama umi dan bapak . "


"ada apa teh tumben sekali pagi pagi buta begini . apa ada hal serius ?" tanya umi yang sedang masak


"eum ...umi sama bapak harus janji yah jangan kaget dulu . "


"emang ada apa teh ?"


"eumm .. jadi begini ... "


"umi sama bapak bahwa pertolongan Allah itu nyata ?"


"lah kenapa teteh ngomongnya begini . ?"


"ya nggk sih . rara cuma nanya aja sama umi bapak ?"


"teteh jangan nanya begitu akh . karena pertolongan Allah benar adanya teh . jangan meragukannya teh nggk baik " sahut bapak rara


"ada apa sih teh kok ngomongnya ngaur begitu ?"


"bismillah .. Alhamdulillah kita akan segera berakhir mi pak . kita akan membuka lembaran baru . "


"maksud teteh . ?"


"rara akan membantu kalian . mulai hari ini keluarga kita sudah diangkat drajatnya sama Allah melalui perantara tangan rara sendiri mi pak . "


"ngomong apa sih teh jangan ngaur deh ini masih pagi buta teh . "


"rara serius pak . rara akan mengubah kehidupan kita ke yang lebih baik lagi . alhamdulillah rara mendapatkan rezeki yang ta terduga . "


"maksud teteh ?"


"biarkan teteh menceritakan semuanya mi . " pinta bapak


"coba teteh ceritakan yang sebenarnya . "


"jadi gini mi pak .. " rara pun menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan satupun . dan respon kedua orangtua nya pun sama sama terkejut dan tidak percaya akan hal ini .


"bagaimana bisa teteh mendapatkan uang sebanyak itu teh bahkan teteh sudah lama nggk bekerja " sangkal umi


"rara serius mi . rara juga nggk tau siapa yang mengirim uang sebanyak itu . " tegas rara


"kamu nggak melakukan hal yang aneh aneh kan ?"


"nggk pak . kalian tau sendiri kan selama ini aku di rumah terus . "


kedua orangtua rarapun sibuk dengan pikirannya masing masing .

__ADS_1


"rara mohon . jangan bocorkan masalah ini kesiapapun . cukup umi sama bapak yang tau masalah ini . "pinta rara .


"baiklah .. berapa nominal uangnya . " tanya bapak angkat bicara


" banyak pa mencapai milyaran .."


"apa .. milyaran ?"pekik kedua orangtua rara


"iya pak mi . "


"berapa milyar teh ?"


"15 milyar pak mi .. "


"apa 15 milyar ?" pekik keduanya lagi ..


"mi .. pa .. jangan kenceng kenceng nanti tetangga dengar "


"teh . uang sebanyak itu mau di kemanain ?" umi angkat bicara lagi sementara bapak hanya mengurut keningnya dengan jari jarinya .


"masalahnya siapa orang yang benar benar tulus memberikan uangnya begitu saja apalagi uamgnya yang nggk sedikit jumlahnya . "


"teteh juga nggk tau mi .. "


"kalau umi dan bapak enggk percaya .. siang ini kita ke bank buat membuktikannya . " pinta rara


"tapi bapak harus ke sawah . "


"tunda dulu aja pak . sehari ini doang . please yah " mohon rara . umi pun mengangguk mengiyakan permintaan anaknya itu . dan bapak yang melihat itupun ta enak hati dan mengiyakan ajakan putrinya .


"alhamdulillah . " ucap rara bahagia .


berbeda dengan kedua orangtuanya yang masih setia dengan pikiran masing masingnya . memikirkan tentang nasib uang itu .


"ya udah kalau begitu rara bangunin ade dulu . " pamit rara lalu membangunkan si bungsu untuk pergi sekolah ..


"assalamu'alaikum .." salam afkar yang baru datang lengkap dengan sarung . koko dan peci nya .


"waalaikumsalam . " jawabku umi bapak lalu afkar menyalami keduanya .


aku .. ya hanya diabaikan saja . justru kita malah saling adu jotos karena memang sudah menjadi tradisi kami kalau sudah bertemu sperti ini .


bahkan kadang afkar selalu memakai barang barangku . yah karena barang barangku kan cowo semua .


"kar mau duit nggk ?" tanyaku sedikit menggoda


"ya maulah .. " sahut afkar yang kini tengah tiduran di ruang tengah .


"nggk boong kan ?" tanya lagi .


"ya kga lah . ngapain gue boong . "


"nih buat jajan lo seminggu " ucap ku menyodorkan uang seratus ribu selembar .


"serius ??" tanya afkar lagi meyakinkan


"ya udah kalau kaga mau mah gue kasih aja ke si azriel . "


"eeehhh .. mau dong siapa juga yang mau nolak . " afkar merebut uang seratus ribu itu dari tanganku .


"weheeheeeiiii... " teriak azriel yang baru selesai mandi .


aku yang memang usilpun sengaja menarik narik handuk yang dipakai azriel .


hingga membuat azriel sedikit marah karena kedinginan .


"lepaass teh riel dingiin teteh .. "


"riel mau duit kga ?" tanya afkar


"duduitan haha .. " azriel malah tertawa .


"gue serius .. " ucap afkar lagi .


"bohong . mana ada lu punya duit " ucap azriel seraya memakai seragamnya


"ye ga percayaan amat sih . lagian kata siapa kalau gue yang ngasih ?" tanya afkar lagi


"lagian lo ngomongnya udah kya yang punya duit aja .


"ye gue serius . tuh minta ke teteh . gue aja dikasih nih . " bisik afkar memperlihatkan uang seratus ribu itu .


"lu serius ?"


"ya sudah kalau tidak percaya mah .. "


rara yang melihat tingkah mereka berdua pun jadi paham . apalagi si bungsu yang tiba tiba nemplok di badan rara .


"paan sihh berat tau riel .. " ucap rara seraya menggeser tubuh azriel .


"teh minta duit dong .. "


"masa afkar doang yang di kasih riel nggk .. " rajuk azriel .


"hadeuh .. iya dah nih gue kasih tuh . " rara menempel uang seratus ribu ke kening azriel .


"weheeeee serius ini segini ?" azriel membolak balikan uang itu .


"nggk .. kembalikan ke gue sisanya sejumlah 99 ribu . "


"berarti cuma seribu dong . "


"lagian lu sih banyak tanya . udah sih terima aja napa nggk usah banyak omong . brisik tau . "


"ok teteh . " ucapnya bangkit lalu mencium pipi rara . dan rara pun hanya menggelengkan kepalanya .


s

__ADS_1


k


i


p


s


i


a


n


g


sperti yang sudah di rencanakan tadi pagi bahwa rara dan orangtuanya akan pergi ke bank untuk ngecek kebenaran adanya uang itu .


setibanya di bank tsb .rara segera mengeluarkan kartu atm nya dan langsung mengecek saldonya .


alangkah terkejutnya kedua orang tua rara melihat nominal angka yang tertera di layar monitor tsb .


"ternyata ini benar pak . "ucap umi


"iyah mi . " sahut bapak


"nah sekarang kita tarik yah sekalian kita beli emas buat umi . " ucap rara


" terserah teteh aja . " ucap umi .


rara pun segera melakukan penarikan uang .


ta butuh waktu lama uangpun keluar ..


dan lagi lagi membuat keduanya tercengang kembali .


" teteh berapa ngambilnya ?" tanya umi melihat jumlah uang yang rara ambil banyak .


"nggk banyak sih mi cuma 20 juta aja . "


"itu banyak teteh 20 juta mah . "protes umi


"ya gpp mi sekalian kan kita buat sedekah juga . "


"betul tuh . jamgan lupakan yang namanya sedekah . karena ada hak orang lain juga kan di dalamnya . " bapak membenarkan .


" ya sudah kita ke toko emas dulu yah . " ajak rara lagi lalu meteka ber3 pun pergi ke toko emas .


setibanya di toko emas langganan umi .


" umi mau yang mana ?"tanya rara .


"cincin aja mi " usul bapak .


"nah cocok tuh . " ucap rara membenarkan .


"eh bu haji .. tumben mah bapaknya ikut " kata pa haji .


"alhamdulillah berkat anak nih . "sahut bapak


dan mereka pun saling lempar tawa .


sedangkan rara ia hanya ikutan tersenyum .


setelah memilih barulah rara membayarnya . dan pilihan umi jatuh ke cincin dan gelang .


"makasih pa haji yah . "ucap umi .


"iyah bu haji sama sama .. "


" kita kemana lagi ?" tanya rara .


"bapak mau beli pacul nggk ?"


"boleh tuh .. "


" ya udah kita ke tokonya ajah abis itu kita beli koko buat bapak sama si ade yah . "usul rara lalu mereka pun pergi ke toko perkakas .


setelah mendapatkan barangnya . mereka ber3 pergi ke toko baju muslim dan membeli beberapa baju koko .


setelah mendapatkan barangnya juga merekapun membeli ikan bumbu dapur dan buah buahan .


setelah semuanya sudah di beli barulah rara mengajak orangtuanya makan siang .


alangkah senangnya hati rara untuk pertama kalinya bisa membawa mereka berbelanja . meski itu hanya sederhana .


sedikit demi sedikit impiannya pun terwujud . saat makan pun rara mengajak diskusi untuk merenovasi rumah agar semakin nyaman untuk di tempati .


"pak mi .. bagaiamana kita mulai renovasi rumah ?" tanya kiya sambil menunggu pesenan datang


" umi sih pengennya begitu teh . " sahut umi .


"kalau bapak sih gimna teteh aja " timpal bapak


" kalau akhir bulan ini kita mulai renov bagaimna ? pertama kita betulkan dapur dulu aja biar orang orang nggk curiga gtu . "


" ya gimana baiknya aja teh . "


"permisi ... "ucap waitres membawakan makanan .


" terimakasih .. "ucap rara tersenyum


" ya sudah nanti kita bicarakan deh di rumah ."ucap rara lalu mulai menyantap makanannya itu .


dan mereka ber3 pun sangat menikmati hidangan makan siangnya .


lagi lagi kiya tersenyum bahagia biaa membuat orangtuanya bahagia .

__ADS_1


__ADS_2