
hari pun sudah malam ..
rara masih enggan untuk memeritahu kedua orangtuanya perihal uang itu .
ia pun semakin ragu untuk membicarakannya . ntah apa yang membuatnya menjadi seperti ini . bukan tidak ingin ia terbuka dengan kedua orangtuanya .
namun ia takut akan hal sesuatu . takut akan terjadi sesuatu yang akan menimpa keluarganya terlebih orangtuanya .
rara tidak ingin mereka terjerat kemasalahnya . sudah cukup selama ini rara selalu menyusahkan keduanya .
"maaf kan rara mi .. rara belum bisa cerita ke umi dan bapak . " lirih rara
"rara pasti akan cerita jika waktunya sudah tepat "
"hfff... cobaan apalagi ini ya Allah . " ratap rara . lalu membenamkan wajahnya ke bantal .
"akhh .. bagaimnaa ini .. uang ini aku apakan ?" gumamnya lagi .
"yah .. aku harus . harus memberitahu umi dan bapak . " gumamnya lagi . lalu beranjak dari tempat tidurnya .
rara pun keluar kamar yang memang niatnya ingin memberitahukan masalah ini namun ia harus mengurungkannya kembali karena melihat di ruang keluarga sedang ada banyak orang .
"ah .. waktunya kurang pas lagi . " gumam rara dalam hati
"apa besok pagi aja gtu yah "
"ya udahlah yah besok pagi aja .. " lanjutnya lagi .
lalu rarapun bergabung ke tengah tengah mereka . banyak hal yang mereka bicarakan ya dari masalah keluarga . perekonomian . biaya sekolah . dan lainnya .
yang membuat rara bersedih hati karena ia belum bisa membantu keluarganya itu terlebih meringankan beban orangtuanya .
"spertinya aku harus segera membicarakan masalah ini dengan umi dan bapak . aku tidak ingin mereka terus terusan memikirkan masalah perekonomian keluarga . aku harus bisa mengakhiri penderitaan ini dan keluar ke zona selanjutnya . "
"ini saatnya aku akan mengangkat derajat keluarga ini . mungkin ini adalah sebuah pertolongan dari Allah . "
"kalau bukan aku siapa lagi yang harus membantu keluarga ini . bismillah inilah saatnya keluargaku bangkit dari keterpurukan . "
"ya Allah . bantu aku ya Rabb menjalankan ini semua . "
s
k
i
p
p
a
g
i
pagi ini rara akan mengatakan semuanya .
dan pagi ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan masalah ini . pasalnya belum ada yang bangun terkecuali dirinya dan kedua orangtuanya .
"mi ... ada yang rara omongin sama umi dan bapak . "
"ada apa teh tumben sekali pagi pagi buta begini . apa ada hal serius ?" tanya umi yang sedang masak
"eum ...umi sama bapak harus janji yah jangan kaget dulu . "
"emang ada apa teh ?"
"eumm .. jadi begini ... "
"umi sama bapak bahwa pertolongan Allah itu nyata ?"
"lah kenapa teteh ngomongnya begini . ?"
"ya nggk sih . rara cuma nanya aja sama umi bapak ?"
"teteh jangan nanya begitu akh . karena pertolongan Allah benar adanya teh . jangan meragukannya teh nggk baik " sahut bapak rara
"ada apa sih teh kok ngomongnya ngaur begitu ?"
"bismillah .. Alhamdulillah kita akan segera berakhir mi pak . kita akan membuka lembaran baru . "
"maksud teteh . ?"
"rara akan membantu kalian . mulai hari ini keluarga kita sudah diangkat drajatnya sama Allah melalui perantara tangan rara sendiri mi pak . "
"ngomong apa sih teh jangan ngaur deh ini masih pagi buta teh . "
"rara serius pak . rara akan mengubah kehidupan kita ke yang lebih baik lagi . alhamdulillah rara mendapatkan rezeki yang ta terduga . "
"maksud teteh ?"
"biarkan teteh menceritakan semuanya mi . " pinta bapak
"coba teteh ceritakan yang sebenarnya . "
"jadi gini mi pak .. " rara pun menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan satupun . dan respon kedua orangtua nya pun sama sama terkejut dan tidak percaya akan hal ini .
"bagaimana bisa teteh mendapatkan uang sebanyak itu teh bahkan teteh sudah lama nggk bekerja " sangkal umi
"rara serius mi . rara juga nggk tau siapa yang mengirim uang sebanyak itu . " tegas rara
"kamu nggak melakukan hal yang aneh aneh kan ?"
"nggk pak . kalian tau sendiri kan selama ini aku di rumah terus . "
kedua orangtua rarapun sibuk dengan pikirannya masing masing .
__ADS_1
"rara mohon . jangan bocorkan masalah ini kesiapapun . cukup umi sama bapak yang tau masalah ini . "pinta rara .
"baiklah .. berapa nominal uangnya . " tanya bapak angkat bicara
" banyak pa mencapai milyaran .."
"apa .. milyaran ?"pekik kedua orangtua rara
"iya pak mi . "
"berapa milyar teh ?"
"15 milyar pak mi .. "
"apa 15 milyar ?" pekik keduanya lagi ..
"mi .. pa .. jangan kenceng kenceng nanti tetangga dengar "
"teh . uang sebanyak itu mau di kemanain ?" umi angkat bicara lagi sementara bapak hanya mengurut keningnya dengan jari jarinya .
"masalahnya siapa orang yang benar benar tulus memberikan uangnya begitu saja apalagi uamgnya yang nggk sedikit jumlahnya . "
"teteh juga nggk tau mi .. "
"kalau umi dan bapak enggk percaya .. siang ini kita ke bank buat membuktikannya . " pinta rara
"tapi bapak harus ke sawah . "
"tunda dulu aja pak . sehari ini doang . please yah " mohon rara . umi pun mengangguk mengiyakan permintaan anaknya itu . dan bapak yang melihat itupun ta enak hati dan mengiyakan ajakan putrinya .
"alhamdulillah . " ucap rara bahagia .
berbeda dengan kedua orangtuanya yang masih setia dengan pikiran masing masingnya . memikirkan tentang nasib uang itu .
"ya udah kalau begitu rara bangunin ade dulu . " pamit rara lalu membangunkan si bungsu untuk pergi sekolah ..
"assalamu'alaikum .." salam afkar yang baru datang lengkap dengan sarung . koko dan peci nya .
"waalaikumsalam . " jawabku umi bapak lalu afkar menyalami keduanya .
aku .. ya hanya diabaikan saja . justru kita malah saling adu jotos karena memang sudah menjadi tradisi kami kalau sudah bertemu sperti ini .
bahkan kadang afkar selalu memakai barang barangku . yah karena barang barangku kan cowo semua .
"kar mau duit nggk ?" tanyaku sedikit menggoda
"ya maulah .. " sahut afkar yang kini tengah tiduran di ruang tengah .
"nggk boong kan ?" tanya lagi .
"ya kga lah . ngapain gue boong . "
"nih buat jajan lo seminggu " ucap ku menyodorkan uang seratus ribu selembar .
"serius ??" tanya afkar lagi meyakinkan
"ya udah kalau kaga mau mah gue kasih aja ke si azriel . "
"eeehhh .. mau dong siapa juga yang mau nolak . " afkar merebut uang seratus ribu itu dari tanganku .
"weheeheeeiiii... " teriak azriel yang baru selesai mandi .
aku yang memang usilpun sengaja menarik narik handuk yang dipakai azriel .
hingga membuat azriel sedikit marah karena kedinginan .
"lepaass teh riel dingiin teteh .. "
"riel mau duit kga ?" tanya afkar
"duduitan haha .. " azriel malah tertawa .
"gue serius .. " ucap afkar lagi .
"bohong . mana ada lu punya duit " ucap azriel seraya memakai seragamnya
"ye ga percayaan amat sih . lagian kata siapa kalau gue yang ngasih ?" tanya afkar lagi
"lagian lo ngomongnya udah kya yang punya duit aja .
"ye gue serius . tuh minta ke teteh . gue aja dikasih nih . " bisik afkar memperlihatkan uang seratus ribu itu .
"lu serius ?"
"ya sudah kalau tidak percaya mah .. "
rara yang melihat tingkah mereka berdua pun jadi paham . apalagi si bungsu yang tiba tiba nemplok di badan rara .
"paan sihh berat tau riel .. " ucap rara seraya menggeser tubuh azriel .
"teh minta duit dong .. "
"masa afkar doang yang di kasih riel nggk .. " rajuk azriel .
"hadeuh .. iya dah nih gue kasih tuh . " rara menempel uang seratus ribu ke kening azriel .
"weheeeee serius ini segini ?" azriel membolak balikan uang itu .
"nggk .. kembalikan ke gue sisanya sejumlah 99 ribu . "
"berarti cuma seribu dong . "
"lagian lu sih banyak tanya . udah sih terima aja napa nggk usah banyak omong . brisik tau . "
"ok teteh . " ucapnya bangkit lalu mencium pipi rara . dan rara pun hanya menggelengkan kepalanya .
s
__ADS_1
k
i
p
s
i
a
n
g
sperti yang sudah di rencanakan tadi pagi bahwa rara dan orangtuanya akan pergi ke bank untuk ngecek kebenaran adanya uang itu .
setibanya di bank tsb .rara segera mengeluarkan kartu atm nya dan langsung mengecek saldonya .
alangkah terkejutnya kedua orang tua rara melihat nominal angka yang tertera di layar monitor tsb .
"ternyata ini benar pak . "ucap umi
"iyah mi . " sahut bapak
"nah sekarang kita tarik yah sekalian kita beli emas buat umi . " ucap rara
" terserah teteh aja . " ucap umi .
rara pun segera melakukan penarikan uang .
ta butuh waktu lama uangpun keluar ..
dan lagi lagi membuat keduanya tercengang kembali .
" teteh berapa ngambilnya ?" tanya umi melihat jumlah uang yang rara ambil banyak .
"nggk banyak sih mi cuma 20 juta aja . "
"itu banyak teteh 20 juta mah . "protes umi
"ya gpp mi sekalian kan kita buat sedekah juga . "
"betul tuh . jamgan lupakan yang namanya sedekah . karena ada hak orang lain juga kan di dalamnya . " bapak membenarkan .
" ya sudah kita ke toko emas dulu yah . " ajak rara lagi lalu meteka ber3 pun pergi ke toko emas .
setibanya di toko emas langganan umi .
" umi mau yang mana ?"tanya rara .
"cincin aja mi " usul bapak .
"nah cocok tuh . " ucap rara membenarkan .
"eh bu haji .. tumben mah bapaknya ikut " kata pa haji .
"alhamdulillah berkat anak nih . "sahut bapak
dan mereka pun saling lempar tawa .
sedangkan rara ia hanya ikutan tersenyum .
setelah memilih barulah rara membayarnya . dan pilihan umi jatuh ke cincin dan gelang .
"makasih pa haji yah . "ucap umi .
"iyah bu haji sama sama .. "
" kita kemana lagi ?" tanya rara .
"bapak mau beli pacul nggk ?"
"boleh tuh .. "
" ya udah kita ke tokonya ajah abis itu kita beli koko buat bapak sama si ade yah . "usul rara lalu mereka pun pergi ke toko perkakas .
setelah mendapatkan barangnya . mereka ber3 pergi ke toko baju muslim dan membeli beberapa baju koko .
setelah mendapatkan barangnya juga merekapun membeli ikan bumbu dapur dan buah buahan .
setelah semuanya sudah di beli barulah rara mengajak orangtuanya makan siang .
alangkah senangnya hati rara untuk pertama kalinya bisa membawa mereka berbelanja . meski itu hanya sederhana .
sedikit demi sedikit impiannya pun terwujud . saat makan pun rara mengajak diskusi untuk merenovasi rumah agar semakin nyaman untuk di tempati .
"pak mi .. bagaiamana kita mulai renovasi rumah ?" tanya kiya sambil menunggu pesenan datang
" umi sih pengennya begitu teh . " sahut umi .
"kalau bapak sih gimna teteh aja " timpal bapak
" kalau akhir bulan ini kita mulai renov bagaimna ? pertama kita betulkan dapur dulu aja biar orang orang nggk curiga gtu . "
" ya gimana baiknya aja teh . "
"permisi ... "ucap waitres membawakan makanan .
" terimakasih .. "ucap rara tersenyum
" ya sudah nanti kita bicarakan deh di rumah ."ucap rara lalu mulai menyantap makanannya itu .
dan mereka ber3 pun sangat menikmati hidangan makan siangnya .
lagi lagi kiya tersenyum bahagia biaa membuat orangtuanya bahagia .
__ADS_1