
Kisah ini berawal saat dia masih berusia 13 tahun , Rinas seorang anak SMP yang baru remaja . Kenakalan remaja terjadi pada Rinas dan membuatnya jauh dari keluarganya dia tak pernah pulang kerumah bahkan untuk makan saja dia menggunakan uang jajan bulanan dari papanya .
"Duh , sial awal bulan lagi , harus pulang nih kerumah . Bakalan ketemu nggak ya sama papa " gumam Rinas didalam hatinya yang sedang kesal karna harus pulang kerumah .
" Guys , Gua pulang dulu ya kalo kemaleman ntar nggak boleh balik nih sama papa gua kesini " pamit Rinas pada temen temen satu gengnya
" Pulang mulu lu ! ngapa ? " Tanya Ridho yang merupakan salah satu teman geng jalanannya
" Biasalah.. lu tau kan ? Duit bro " Jawab Rinas dengan menggesek nggesekkan jari telunjuk dan jempolnya secara bersamaan tanda minta uang .
**
Sesampainya dirumah dia terheran-heran mengapa ada mobil bagus dirumahnya .
"wah pasti ada tamu nih kesempatan biar gak dimarahin sama papa mama" gumamnya dengan senang
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Ma Pa" Sapa Rinas pada mama dan papanya yang sedang ada diruang tamu sambil mencium punggung tangan papa mamanya dan mereka menjawabnya
Sedikit tentang Rinas dia anak yang sopan walaupun gayanya nakal diluar , karna semua keluarganya berpendidikan tinggi tak heran dia selalu menjaga sikap saat dirumah dan didepan tamu keluarganya
"Wah! siapa ini cantik ya anakmu mbak" sahut wanita setengah baya di belakang punggungnya .
"Dia anak perempuanku , anak pertamaku yang sebenarnya yang aku ceritakan , salim nak ini bu Nar teman mama" perintah mama pada Rinas.
Rinas mencium punggung tangan setiap orang yang menjadi tamu kedua orang tuanya kala itu karna dia lebih muda dari mereka semua .
Rinas tercengang melihat laki-laki yang terakhir di cium tangannya karna laki-laki itu berkata "eh" Rinas ternganga dihatinya berkata "Ganteng banget anj*ng" .
"Hai.. Kelihatan tua ya kok tangan saya dicium" laki-laki itu tersenyum manis dan tertawa kecil diikuti semua tamu yang ada disitu , Rinas jantungnya berdegup kencang seperti sedang berlari
"eh.. eng.. enggak kok kak" jawabnya gugup pipinya memerah tanda dia benar benar malu. lalu ia masuk ke kamarnya karna rindu pada kamarnya.
Setelah tamunya pulang karna hari sudah sore dia keouar kamar dan meminta uang pada papanya .
"pa duit dong buat bulan depan" pinta Rinas
__ADS_1
"nih! 6juta cukup kan ? lagian kenapa sih nggak dirumah aja kan lebih nyaman dikamarmu sendiri ?" tanya papanya
"cukup kok , udah deh pah , mending papa tanya sama diri papa sendiri dan mama juga kenapa Rinas nggak betah tinggal dirumah" jawab Rinas sedikit sewot
"Dah pah Rinas pergi" jawab Rinas .
Air matanya mengalir deras saat dia mengendarai sepeda motornya . dia tau tak benar jika seperti ini terus , dia juga rindu keluarganya , kamarnya , papanya , mamanya dan adik perempuannya terutama kakak laki-lakinya yang sedang pergi pendidikan.
Sebelum tiba di kosnya dia mampir kewarung untuk membeli makan lalu ke bank untuk memasukkan uangnya kerekeningnya .
"sial uang nggak ada yang kecil lagi gede gede semua" gumam Rinas
"Putrinya bu Zana ?" terdengar suara laki laki yang sama seperti yang diruang tamunya tadi
"What!?! jodoh nih" gumam dihatinya kegirangan
"Nggak ada kembaliannya ya ? apa saya pinjami uang dulu ? atau mau saya belikan saja ? " tanya laki-laki itu .
"Nggak usah kak " jawab Rinas spontan karna malu
__ADS_1
"Gini saja gimana kalau kamu makan sama saya?" tanya laki-laki itu