
"Ng... Nggak usah kak" jawabnya gugup
Rinas langsung lari meninggalkan wanita itu
"s*alan ngapain gua lari coba sumpah anj*ng malu-malu in coba kalo gua nggak lari mungkin gua udah tau namanya siapa!duh!" gumamnya dalam hati
Rinas lupa bahwa dia membawa sepeda motor "lah mana motor gua , duh bodo banget gua ninggalin diwarung , nggak papa deh untung banknya deket" Rinas berjalan menuju bank yang jaraknya sekitar 500 meter .
**
sementara itu Laki-laki itu tertawa heran melihat tingkah Rinas yang salah tingkah melihatnya . Tak heran karna laki-laki itu benar benar tampan walau umurnya cukup jauh dengan Rinas , Rinas takjub melihatnya tubuhnya tinggi umurnya selisih 6 tahun darinya
"mas.. mas.. ?" panggil pemilik warung itu
"iya pak ada apa?" jawab laki-laki itu kaget
"mas kenal adek tadi? dia belum bayar makanannya" spontan laki-laki itu tertawa kecil karna melihat tingkah Rinas
"Eh iya pak itu adek saya , biar saya yang bayar" jawab laki-laki itu bohong
__ADS_1
"adeknya kenapa mas kok lari ? marah ya sama mas" tanya pemilik warung itu
laki-laki itu hanya tersenyum
**
Sampai di bank Rinas baru mengingat bahwa dia lupa membayar nasi bungkus nya dan uangnya sudah dimasukkan semua direkeningnya .
"nggak papa deh sambil ngambil motor gua bayar nasi bungkus ini" gumamnya dia juga berharap supaya laki-laki itu sudah pulang .
Dan untungnya laki-laki itu sudah pulang 'huuuft capek' batinnya , saat sampai diwarung itu Rinas akan membayar nasi bungkus itu ternyata sudah dibayar laki-laki itu . Rinas tersipu malu karna mengingat kejadian tadi .
Keesokan paginya Rinas menceritakan pada teman se geng nya apa hang terjadi kemarin mereka tertawa terbahak-bahak .
Hari itu 24 September , Rinas malamnya kerumah tantenya yang merupakan saudara kembar mamanya . Jaraknya tidak jauh jika dia naik motor bisa cuma setengah jam . Tantenya benar benar menyayangi Rinas seperti anaknya sendiri sehingga dia lebih betah dirumah tantenya yang sudah dianggap mamanya sendiri .
malam itu malam minggu , sudah biasa Rinas dan teman masa kecilnya kumpul dirumah tantenya yang ada wifi nya sambil numpang wifi . Malam itu , Rinas ditembak oleh seorang laki-laki .
Laki-laki itu bernama Raflynda dia sudah dekat dengan Rinas selama 3 Bulan dan kini kesempatannya menembak Rinas . Siapa yang tidak ingin berpacaran dengan Rinas walau masih SMP dia benar benar berani bahkan bisa saja pacarnya dilindunginya sendiri . Selain itu Rinas juga sangat pintar walau tidak pernah belajar bahlanenjawab soal asal-asalan dia mendapar nilai terbaik di SMPnya .
__ADS_1
Rafly merasa beruntung bisa dekat Rinas yang sangat didekati laki-laki karna traumanya dengan papanya . Dia merasa kesempatannya tinggi karna Rinas juga menyukainya .
"Nas , liat tangan kamu dong" pinta Rafly
"apaan?" tanya Rinas
"em.. itu" jawab Rafly gugup
"kamu mau nggak jadi pacar aku" jantung Rafly berdegup kencang karna dia takut Risna akan menolaknya tanganya masih menggenggam tangan Risna
"iya" jawab Risna
"iya apa ?" Tanya Rafly memastikan
"Iya Gua mau" jawab Risna
Rafly memeluk Risna dan mencium tangannya
Hari itu merupakan hari spesial bagi Risna bahkan hari yang baginya paling membahagiakan dan ia sudah melupakan laki-laki yang dilihatnya beberapa hari lalu .
__ADS_1