
"Rafly tidak bisa pa" jwab Rinas pada pak Surya
"Yasudah kamu anak papa , papa akan memberikan yang terbaik untuk kamu , minggu depan kamu tunangan" jawab papanya seraya keluar dari kamar Rinas
'Gilaaaaa! aku harus gimana ? Tenang pilihan papa pasti baik' batinnya penuh harapan
3hari menjelang pertunangannya Rinas jatuh sakit papa dan mamanya bingung harus bagaimana jika belum sembuh diacara pertungannya . Dan firasat itu betul Rinas deman selama 3 hari .
"Assalamu'alaikum bu..." sapa bu Nar saat masuk ke rumah pak Surya , dekorasi diruangan benar benar mewah .
"Waaah wa'alaikumsalam bu Nar , ini sudara saya Janni dan ini Tutik . Yang sebelah sana saudara mas Surya Mbak Lisa sama Mas Burhan "jelas buNar .
Setelah bersalaman dan duduk buNar menayakan Kemana Rinas dan Bujannah menjelaskan bahwa ia sakit .
"Wah sayang sekali ya padahal Wahyu sudah kepo hehe" jelas bu BuNar Wahyu terseyum malu
"Ya Naik saja keatas Wahyu nanti ada Rinas di kamar nomer 2 setelab tangga" Tawaran BuJannah
Wahyu naik kelantai dua dan melihat Pintu kamar Rinas terbuka . ia terkejut melihat ada bidadari tidur disana . karna kecantikannya wahyu khilaf Rinas dikeningnya
__ADS_1
Dalam mimpi Rinas , Rinas bermimpi Dicium oleh pangeran ia berfikur mungkin ia sudah disurga .
Setelah mengutarakan maksud kedatangan Wahyu sekeluarga mereka pamit pulang dan setuju untuk menikahkan Rinas dan Wahyu seminggu lagi tanpa Resepsi Hanya ijab saja
**
2hari kemudian Rinas sudah pulih bahkan sudah sehat . Rinas meminta agar orang tuanya mengeluarkan Rinas dari sekolah tapi mereka melarang Rinas harus bersekolah setelah menikah
Rinas menurut saja lagi pula papanya kepala sekolah dan sekolah itu milih keluarga besar jayakusumo jadi walaupun tidak masuk berhari hari tidak apa apa .
Rinas menikah tepat di Hari ulang tahunnya . berdandan menggunakan kebaya dan bersanggul . ia terkejut melihat calon suaminya yang tinggi dan tampan . 'pasti play boy' pikirnya
setelah selesai mereka akan pulang ke rumah Rinas , iya rumahnya Wahyu ia rumahnya sendiri . Didaerah malang kota jauh dari Surabaya .
Dijalan karna suasana Dingin tanpa pembicaraan Rinas terridur mungkin karna capek juga malas untuk biacara pada orang asing
'Ya ampun imut banget kalo dilihat gini dadanya sedeng , badannya kecil jadi nggak kelihatan dadanya hehe' batin wahyu
"ciiiiiiit......." suara rem , tanda berhenti dan sampai ditujuan
__ADS_1
"eh dah sampai ?" tanya Rinas
"Sudah" jawab wahyu sambil memasuki rumahnya . tak lama Rinas menyusul setelah mengambis kopernya dibagasi
"kamarnya berapa?" tanya Rinas
"ada 4 sama kamar pembantu" jawab Wahyu
'ah! untung bisa tidur sendiri aja' gumam Rinas
"Kamar kita diatas taruh barangmu nanti biar pak Setyosama bu Inas yang angkat keatas" jawab Wahyu
"What! apa! kita ? nggak nggak tidur sendiri sendiri aja" teriak Rinas
"nggak nggak emang kamu berani?" tanya wahyu
pikir Rinas juga begitu ia tak berani pada hal seperti itu "yaudah" pasrahnya
"Duuuh... Capek" keluh wahyu memancing Rinas . tapi ia tak menggubris dan keluar kamar untuk mandi . "dasar nggak peka" gumam wahyu
__ADS_1
Rinas mandi diluar kamar karna jika dikamar ia takut dibuka Wahyu. "nanti tidur sekamar sama wahyu duh gimana nih ? pakai selimut tebel kali ya 3 lapis, duuuuh" pikir Rinas