
Hari ini adalah hari kelulusan , hari yang membuat Rinas begitu sedih harus kehilangan 3 sahabatnya . Karna Rinas memilih Sma yang berbeda dari sahabatnya dan pacarnya.
**
2 Bulan berlalu tiba waktu masuk sekolah , tak perlu repot mendaftar karna papanya sendiri yang mendaftarkannya diSMK khusus putri yang dikepala sekolahi papa Rinas sendiri .
Masa MOS selesai , tiap tahun ada pemilihan miss beauty yang akan menjadi leader wanita-wanita dari SMA/SMK di kotanya pemilihan ini sangat terkenal bahkan dikenal seluruh provinsi .
Rinas sebenarnya tak tertarik tapi teman-teman sekelasnya memintanya untuk ikut lagian dia baru kelas 1 mana mungkin bisa lolos begitu pikirnya
3bulan seleksi tanpa disangka Rinas pemenangnya papanya bangga padanya . Dan berjanji mengajaknya jalan-jalan sambil menjenguk kakaknya yang telah selesai pendidikan .
sore hari Cinta (adeknya Rinas) mengemasi barangnya dan barang-barang mama papanya , sementara itu Rinas membantu mamanya memasak untuk bekal dijalan nanti . Setelah selesai dengan pekerjaannya Cinta mandi disusul dengan yang lainnya .
Sementara itu Rinas masih merokok dikamarnya dan memikirkan masa depannya setelah SMK dia akan kemana ? kuliah apa ngelanjutin usaha mamanya .
"(tok tok tok) Rinass.. nas buka pintunya nak" Suara mama Rinas
Rinas kaget dan mematikan rokoknya serta membuang putungnya di jendela .
"Bau apa ini kayak rokokk?" tanya mama Rinas
__ADS_1
"iya ma , ituu.. ee.. Pap.." jawab Rinas bingung membuat alasan
"Udah mandi sana ! nanti mama yang kena marah sama papamu" suruh mama Rinas
Setelah siap lalu Mereka menjemput kak Bayu di Jakarta cukup perjalanan jauh membuatnya capek dan langsung tidur dirumahnya yang ada di Jakarta .
Paginya Bu Janna memanggil Rinas dan untuk Sarapan diruang makan . Rinas turun untuk makan .
"Papa disini mau ngomong serius" Pak Surya memulai pembicaraan
"terutama kamu nas dengarkan!" lanjutnya
" iya pa.." jawab Rinas malas sambil mengucek matanya"
"apa pa?" tanya Rinas begitu senangnya
"jika Rafly tidak mau papa harap kamuenikah dengan lainya" lanjut papa Rinas bicara
"Tapi kenapa" tanya Kak Bayu
"Kamu tau? wanita dikeluarga kita sudah turun temurun dijodohkan diusia muda terutama anak pertama" begitulah tradisi dikeluarga besar Jayakusumo
__ADS_1
Pak Surya Takut jika anaknya dijodohkan oleh kakenya Rinas dengan lelaki bukan pilihan Rinas . Jika Pilihan Rinas tak baik maka dia sendiri yang akan memilihkannya .
sore itu Mereka pulang ke Surabaya kecuali kakaknya karna setelah pendidikan ia sudah dikontrak untuk bekerja dibandara luar pulau Jawa sehingga ia harus menyiapkan keperluannya disana
**
Sampainya dirumah Rinas berbaring diranjangnya ia sangat capek , sebelum tertidur ia mengirim menelfon Rafly dan menceritakan yang disampaikan papanya tadi pagi , Rafly begitu senang dan berharap papanya setuju dengan itu .
Dua Minggu berlalu Rinas telah menginjak usia 16 Tahun , ia begitu senang merasa bahwa dirinya bertambah dewasa .
Rinas tak menyadari bahwa sebentar lagi umurnya akan menjadi 17tahun satu tahun lagi dia akan menjadi milik seseorang . Ia tak khawatir karna ia berpikir toh hanya menikah dengan pacarnya yang audah terbiasa dengannya
Dipestanya Rinas bertemu sahabatnya waktu smp yang salah satunya sudah hamil karna keblablasan , mereka sangat gembira dan berteriak-teriak.
"wah gimana sih rasanya ngandung bayi?" tanya Rinas
"Ya gitu deh , aku nyesel banget padahal baru sekolah SMA tapi udah bunting duluan" jawab Fifi
"lagian nikah muda itu nggak enak liat aku lebam semua" lanjut fifi
Dari cerita Fifi ia tau bahwa menikah tak segampang yang dipikirkannya . Seperti mamanya yang pernah diselingkuhi papanya dan ditampar didepannya saat ia masih SMP
__ADS_1
dari situ ia berfikir untuk tidak menikah diusia muda.