
...⚠ Warning ⚠...
Cerita 100% Fiksi, kalau judul dan alur memiliki kesamaan harap dimaklumi, cerita ini diangkat berdasarkan pengalaman pribadi, bukan menjiplak karya milik orang lain. Tapi menginspirasi menjadi sebuah cerita yang bersejarah bagi penulis dan bisa dikenang oleh siapa saja yang tengah membaca, semua yang tertulis diharapkan bisa menjadi memori di masa tua nanti, judul berdasarkan ceritanya. Berhubungan selama 23 hari dan menolak hukum semesta bukan hal mudah, banyak halang rintang nya sampai kami terpisah. Tapi kami harap, langit kembali mempersatukan kami dengan cara terbaik di waktu terbaik menurut takdir-Nya.
...♬♩♪♩ ♩♪♩♬☆♬○♩●♪✧♩ ☆♬○♩●♪✧♩♬♩♪♩ ♩♪♩♬...
"kak? kamu nge band dong, pleasee biar aku ngga kaya mbambung banget di atas, aku sendiri disana cuman.. kayak.. diem, trus ngeliatin mas Ferel hehe" selalu mendapatkan tawaran yang sama hampir di tiap semester, itu yang dialami Daniar. Pasalnya dirinya memang ingin, tetapi karena ada Farel dan Ferrel, Daniar pikir.. Yaudah, next time aja. Nge band ngga harus di SMP Satu Bintang aja kok, bisa nanti pas SMA kan??
"aku pikir pikir dulu aja deh, i'm not sure bisa serius nge band, you know kan? i have problem sama anak anggota kalian, Spestar Band (nama atau julukan Band sekolah Daniar) apalagi waktu David ngasih nomor ku ke kak Farel, duh.. Bikin situasi makin gaduh tau ga!! Aku tau, dia ngerti aku lagi deketin temen nya. Ivan, pura pura tolol atau gimana? Ngga abis pikir aku sama David. but... Itu masa lalu, maybe aku ikut band Ra, so keep calm, bisa di atur" tutur Daniar menjelaskan dan membuka salah satu alasan kenapa dia tak kunjung menyalonkan diri sebagai anggota Spestar band
"emang kak Daniar ada masalah apa sih sama mas Farel?"
"ngga ada sih Har, cuma ya... Risih aja gitu, kayak i don't have private place gitu, dia kan minta no handphone ku ke David, ngga minta langsung. David juga cuma bilang (Daniar, nanti ada yang chat kamu. Tapi ngga tau waktu pastinya kapan, mungkin nanti siang or sore) and waktu itu aku lagi deketin Ivan Har, please lah. Aku ngga mau tiba tiba canggung karena aku bales chat kak Farel ngga sopan waktu itu" Daniar tersenyum getir mengingat pesan balasan yang dikirim nya untuk kakak kelas nya waktu itu, sangat amat tidak berperasaan, bahkan tidak terlihat sopan sama sekali, benar benar tidak mau tau dengan siapa lawan nya bicara
27 Agustus pukul 12.30
__ADS_1
"ini yang lain mana?" monolog Daniar, yang disauti
"ngga tau, coba chat grup Spestar Band"
"Oh iya, Bener. Ga kepikiran" Hara hanya mengumpati betapa tolol nya kak Daniar
" Har.. kayanya feeling ku ngga enak, ngumpet ayo?? ke kelas 7B" Daniar berlari ke kelas yang dimaksud, langsung menunduk sebatas bangku
"what? why? what's wrong?" (apa? kenapa? ada apa?) Hara brengsek, dia sendiri yang memberi kode bahaya mengancam. Malah pura pura menjadi lugu terkesan sedikit bebal, jelas jelas dari arah lawan ada om om pedofil yang berjalan mendekat kemari.
"anji*ng, an*jing, kak! Lo kok ngga bilang kalo pedofil satu ini dateng" Hara terkejut dan menutup mulutnya, yang berada di samping Daniar sembari sedikit mengintip ke arah lorong sekolah.
"bajingan!! Lo banyak nanya sih, lo yang butuh sembunyi. Bukan gw, pedofil doang gue ngga takut" Daniar keluar dari kelas 7B meninggalkan Hara sendirian
"Kak!! Kak Daniar!! tunggu, ish. hape ku? anjing!! ketinggalan cok di kelas, duh.. kak!! tunggu!!" Hara yang berlari kecil setelah mengambil handphone nya yang tertinggal, membuntuti Daniar seperti parasit yang menempel pada inang nya
__ADS_1
"Mas, iki ngko mas Vero mrene ngga?"
(Mas, ini nanti mas Vero kesini nggak?) Hara berlari menghampiri Alanders
"koyoke seh dino iki ngga, mangkane aku merene, coba chat grup ae Har, aku ga patek ngerti karo mas Vero"
(kayaknya hari ini mas Vero ngga dateng, makanya aku kesini, coba kamu chat aja di grup, aku ngga begitu paham sama mas Vero dan tunangan nya) Jawabannya terbatas, tidak seperti kata Hara. Alanders itu seperti apa ya?? Punya dua kepribadian yang berbeda, ketika di lingkungan teman (yang menurut nya keluar dari zona nyaman) karena dia selalu bilang "aku jadi badut di sekolah" semenjak Niar mengenal Alanders lebih dalam
...♬♩♪♩ ♩♪♩♬☆♬○♩●♪✧♩ ☆♬○♩●♪✧♩♬♩♪♩ ♩♪♩♬...
halooOoh!! aku cici ren boleh panggil ren aja atau Cireng juga nggapapa, aku mau minta maaf sebelumnya nya, ini memang kesalahan aku, dan ada alasan yang menurut ku cukup mendasar dari tragedi ini, sebelumnya maaf belum bisa perkenalan tokoh pakai foto misal nya siapa Daniar, siapa Hara, siapa Alanders, siapa Vero. maaf banget, kemungkinan aku bakal kasih tunjuk tokoh nya di akhir bulan Desember.
ini mendadak banget bagiku dan udah kaya belahan jiwaku di sini, aku balik dengan karya baru, yang jelas ini berdasarkan pengalaman dan beberapa sebagai imajinasi yang menjadikan harapan. sekali lagi maaf kalau jarang update karna satu dan lain hal, cerita ini dibuat atas kemauan ku "Ren"
Dan sebagai ucapan terimakasih ku buat pemeran utama laki laki disini, maka dari itu saya memulai cerita ini, kedua... Saya memulai ini untuk mengenang masa masa sulit saya waktu itu, dan ada 1 episode nanti dimana ada adegan tak terduga dan itu alasan Ren bakal jarang update, Ren usahain buat sehari update 3 Episode. ini jam 23.20 wib Ren tulis udah sebanyak 725 kata, menurut Ren ini penting, cerita ini penting, Ren maunya upload di ***. Kebetulan ternyata Ren ada mangatoon di HP ini jadi Ren upload disini saja, semoga jadi berkah buat Ren buat aktor yang Ren tujukan, dan sebagai karya atau jejak digital Ren sama pemeran utama laki laki di cerita yang Ren ketik.
__ADS_1
Karena nama dia tetap ada lah. Kemiripan nama, tapi semua sudah disamarkan. Hanya kami yang bersangkutan yang akan tau, siapa untuk siapa dan selebihnya. See you in the next part Ciuys