
"Eh kak.. kita boleh ga jadi bintang tamu di siaran radio kakak. tapi tetep bawain podcast bertopeng" Daniar yang baru saja duduk di meja kantin, reflek menengok ke arah sumber suara
"Boleh lah, kenapa ngga? kapan nih kalian bisanya??"
"kak?? seriusan??"
"of course, keliatan lagi bercanda ya??" ucap Daniar selepas menelan sebutir bakso dan menyeruput kuah kaldu daging nya
"ng, nggak sih. okey, besok jam istirahat gimana??"
"boleh, dateng ke kelas ku aja oke?? aku sibuk soalnya. hehe, see u tomorrow. bye" Daniar berjalan ke kantin
"Bu, ini mangkoknya. berapa??"
"15k sama es teh nya neng" ibu itu menghitung apa saja yang dibeli Daniar
"ini ya, nuhun bu" Daniar berjalan meninggalkan kantin dan hanya menyisakan Adam
"sama sama neng"
"Balik duluan ya Dam, titip salam ke Dawwam. aku pikir kalian buka podcast berdua karna sering bareng, ternyata cuma partner??"
"hehe, iya kak.. oke" Daniar berjalan menyusuri lorong sekolah, terdengar suara seseorang memanggilnya
"Niar, sini sebentar. saya mau tanya" Daniar langsung menoleh ke arah suara tersebut
"Eh, kenapa Bu??"
"saya bisa minta tolong ngga? buat isi acara siaran buat hari guru nanti?? kamu buat perform nyanyi udah 85% kan?? kamu tolong handle ruang siaran bentar bisa??"
"kebetulan ada bu Dwi, kita sama tim lagi nyiapin skrip buat siaran Hari Guru nanti bu, gapapa. nanti saya yang handle??"
"iya, saya percaya kamu"
...25 Nov 2022...
"David, Revan.. saya minta tolong, periksa barang anak anak"
"Baik"
...Kelas 9A...
"rek, iki ono pemeriksaan, gausah panik. ga bakal tak sita, jogoen barangmu"
(guys, ada pemeriksaan, ngga perlu khawatir. ngga akan kita sita, jaga barangmu)
^^^Kantor OSIS^^^
^^^"Semua barang aman" Revan^^^
^^^"Baik, silahkan kembali" Pak Kasim yang sedang mengurus promosi sekolah di medsos^^^
...06.30...
"Hara! coba latihan dulu??" Daniar sudah berdiri di atas panggung menggunakan batik
(anggep aja outfitnya kaya gituh yachh :3 di dunia tipu tipu kita bisa secantik dasha tarran, walau aslinya kita hanya remahan gorio rio. keep it secret)
"Wait, tunggu kak Farah naik ke stage donk.. kan dia pegang cajon"
"too late, harus anggunly Ran, plis!! kita cuma latihan 2 hari H-5 u know right??! plis"
"yaya, i can't laugh here"
"just, haHaHA" Daniar hanya mendapat lirikan tajam dari Hara
"Bro, siap?"
"insyaallah"
"coba, instrument sempurna.. "
...(biar ada contoh gambaran ygy)...
...https://youtu.be/LZMOMMT\_mAM...
Kau begitu sempurna
dimata ku kau begitu indah
kau membuat diriku akan slalu memuja mu
disetiap langkah ku
ku kan slalu memikirkan dirimu
tak bisa ku bayangkan
hidupku tanpa cinta mu
janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa
menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia
melodi yang dibawa Alvin, masuk ke dunia yang daniar buat. dunia musik versinya, tentu berbeda. dunianya yang bercampur aduk menjadi lagu remix, kasian Alvin. untung saja anak pendiam ini sudah tau sedang di hadapkan dengan vokalis yang seperti apa, bukan hal yang sulit untuk Alvin mengikuti daniar, karna dirinya jelas paham betul, beberapa minggu ini mengamati semua anggota Spestar band, terlebih lagi daniar itu teman kakaknya.
"wuish, udah paham ya vin??" Daniar hanya mendapati anggukan dari Alvin
"sedikit paham" daniar hanya tersenyum "berarti udah bisa ya semuanya??" tanya wanita yang berdiri dengan balutan kain biru muda, dengan batik modern
"insyaallah siap sih." Hara bukan nya tidak siap, memang kurang persiapan juga sih.. tapi semalam sebelum memijakkan langkah kakinya kesini, she told me "we break up. hahaha, gapapa. y" i think... ? it's hard for her
"kak... Sorry, tapi.. aku ngga siap ikut perform sekarang" Alvin yang sudah latihan segitu kerasnya, dia yakin dan mengangkat bendera putih nya
"what the... yaudah, next time aja. kan cuma acara biasa kan??"
"sorry kak" Alvin menundukkan kepalanya, tangan nya gemetar
__ADS_1
"it's okey Vin, kita ngga terpaksa tampil kok. it's just about what we choice?"
"kak.. "
"gapapa, mau gimana lagi? kalau kita gasiap ya memang itu faktanya kan?? atau nanti aku coba bilang bu Dwi kalau aku aja yang ngisi acara, ngecover lagu. without Spestar band. ngga masalah kok, tenang. okey??" dua acara, dan dua duanya gagal. tidak ada penampilan dari kita, bukan takut, tapi kita butuh siapin mental juga kan?? wajar kalau Alvin ngga siap, itu first time buat dia. perform di atas panggung untuk ratusan orang penonton, tampil depan kita para member aja kadang dia masih suka malu. kita semua berusaha jadi yang terbaik dan sudah, jangan memaksakan kehendak untuk selalu sempurna.
"Cek 123, panggilan untuk Mahara dan teman teman band lainnya. untuk menemui bu Dwi" Daniar yang lesu karena memang kemarin kan kita semua sepakat nggak tampil .. kok tiba tiba panggilan??
"Daniar.. gimana?? kalian udah siap??" Bu Dwi memanggilku, sebagai anggota paling tua, yang diharapkan bisa mengarahkan member yang lain
"Maaf banget bu, saya mohon maaf. tapi ini membernya ada yang kurang bisa untuk cepat berkontribusi. atau kalau Bu Dwi tetep mau ngadain band atau pesta musik, tanpa mereka juga saya gapapa.. nanti coba sortir lagu lagi aja sih.. juga, saya butuh waktu untuk lebih siap tampil solo"
"yasudah, kemarin saya juga sudah bertanya kan?? kalian siap atau tidak buat tampil, kalau belum siap juga gapapa. mending ngga usah perform dulu daripada seperti yang saya ucapkan kemarin, mempermalukan kalian sendiri. paham kan maksud saya?"
"paham"
"saya tau kalian ngga siap, tapi kepala sekolah minta. siap ngga siap, kalian harus tampil, bisa?? ini anggotanya siapa aja? Mahara? Sandi? Alvin? panggil semua"
"Alvin... Sandi.. Mahara.. kumpul semua"
"kenapa kak? kenapa mbak? gajadi kan??"
"Bu Dwi minta siap gasiap harus tampil, ini kepala sekolah yang minta. gimana??"
"loh? kok? ini? jadi tampil?? lho?? kemarin katanya ngga jadi"
"udah.. sekarang kita naik, ambil gitar, cajon, bass, sama kursi. latihan 1x lagi diatas klo perlu, serius. waktu kita ngga banyak" mereka semua berlari ke atas mengambil alat musik yang dibutuhkan, waktunya kurang tiga puluh menit lagi.. nggak akan cukup, pasti bakal bikin malu.
"nanti jam 08.30 cek sound ya, tunggu anak SD selesai upacara. kalian bisa check sound, trus perform satu atau dua lagu, bebas. terserah. closing mau pake lagu yang sama, bebas"
"guys, kita latihan lagi. trus langsung angkut semua kebawah, siapa yang butuh kursi? bawa aja" Daniar mengkoordinasikan, jelas saja. kita ini band tanpa panglima, bukan sok ngatur. tapi setiap pergantian ketua, pasti bakalan sok mengatur juga. ya kan? resiko ditanggung peminatnya
"untung anjir, aku bawa semua liriknya tadi. gajadi nge band kan aslinya?!! untung aku bawa semuanya, kalau nggak?? ini gatal banget sih. resiko kita udah nggak lumayan lagi, ini gede banget resikonya. aku tau kita mau perform yang terbaik, but, remember! it's first time for me, and for you too guys. jadi klo lo ngarep bisa perform perfect, maybe no juga. ngerti ya?? kita usaha aja, kita perform kita pasrah sama hasilnya at the end" Daniar mengambil lembaran-lembaran lirik yang sudah di print David kemarin, ya... Mahara yang bilang ke David semalam, kalau kemungkinan.. kita butuh kertas lirik, kebetulan David bisa bantu.. ya, yaudah..
"kak.. Laskar pelangi aja, just one.. please, i can't.. " ragu ragu?? nggak, bukan ragu ragu, tapi kita memang ngga ekspek kalau bu Dwi bakalan manggil kita karna siap ga siap harus tampil, dan memang kondisinya kita semua kurang latihan dan juga kurang feeling
"Mahara, minimal dua lagu, are you sure?? bored banget kalau Laskar pelangi kita puter tiga kali, opening closing. i know, kamu basis ngga bisa. kalau ngga siap kan kata bu Dwi boleh cut off ngga ikut perform. masalah nya Alvin bisa beberapa lagu, lebih baik kita keluarin opsi lain. saat bahagia, gimana?? Alvin bisa kuncinya kan??" yah.. lo ngarep apa?? Alvin banyak bacot kaya kita? nggak, itu bukan Alvin sih jelasnya. gue juga ada bestie dan dia kaya Alvin, ngga bakal ngomong kalau lo juga ngga nanya atau ngajakin ngomong
"bisa, lagu apa kak??"
"Laskar pelangi sama saat bahagia, bisa kan?? kan sudah di ajarin sama mas vero??" itu saja hanya dibalas anggukan dari Alvin
"at all ya??"
"bisa kak"
"masalahnya dari awal kak vero dan kita semua deal ngga jadi tampil, gitar udah ngga ada. masa Alvin ngga main, cuma aku, fara, sama sandi??" Daniar membicarakan hal semalam, pukul sembilan kurang tigapuluh menit, mereka semua sepakat. karena Alvin sendiri yang bilang ke kak Vero
...Semalam...
"kak.. maaf, aku gasiap tampil. nervous"
"lho, vin?? ini Daniar, Jessie, Fara, semua udah latihan lho. kamu juga udah siap tampil, malem malem pulang kerja aku bela belain kesini bawa gitar akustik soalnya aku liat semangat kalian semua"
"sorry kak, aku gabisa"
"haha, vin?serius? gapapa kok. haha" Mahara malam itu sengaja mengosongkan waktunya full latihan, bahkan.. Daniar ngga sempat komunikasi sama pacarnya karna tujuan Rani memang biar fokus buat besok, dia juga ribut sama cowonya karna khusus besok dia mau yang terbaik buat kita semua
bulir air matanya menetes begitu saja, (hari ini udah aku bela belain lho?? buat ngga chat kak Reza, bahkan aku lagi ada problem sama kak Reza, tapi aku pengen kita tampil sempurna, aku harus profesional. aku ngga pinjemin HP ke kak Niar itu sengaja, biar kita fokus latihan, kok malah gini?? kamu memang ngga salah Vin, tapi aku kecewa berat. tapi kamu ngga salah, trus aku harus marah ke siapa sekarang?? banyak yang aku korbanin buat berdiri di ruangan ini dan besok buat berdiri di atas panggung?? dan ini hasilnya??)
...Back Story...
"kak, coba tes Laskar pelangi. aku lupa kunci" Mahara duduk di kursi tinggi dan meletakkan gitar bass senyamannya, terdengar petikan suara bass yang nyaring di telinga
"Mimpi... adalah kunci... "
"sekarang jam berapa Jess?"
"jam setengah sembilan kurang dua, bentar lagi loh"
"Sandi!! stop nge drum, angkut semua. bawa ke bawah buat di pake perform" kita semua dikejar waktu, karena upacara anak SD ya itu.. memakan waktu yang lumayan lama karena ada insiden biasa gitu lah..
...♛┈⛧┈┈•༶✧༺♥༻✧༶•┈┈⛧┈♛...
"Menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di Dunia
selamanya, selamanya
Laskar pelangi
takkan terikat waktu.." walaupun lagu pertama berjalan lancar tanpa best part of Laskar pelangi menurut kita, tapi giat akustik itu dikasih pak Shonif setelah kita akan menyanyikan lagu kedua, Saat Bahagia
"Mungkin aku... terlanjur tak sanggup jauh dari dirimu
ku ingin engkau slalu"
"Huuuu" terdengar sorakan, ya. mereka mengejek, karena sebenarnya itu nada tinggi yang langsung kita improvisasi, karna kita kurang feeling sama Alvin, kita kurang chemistry untuk jadi pendamping vokalis
"Heh, ada apa ini?!! kok Huu huu?? ada apa?? bisa bantu nyanyi di atas ta?? mau nggantiin vokalis ta?? kok huu huu itu? kalau gabisa diem aja, gausah huuu. ayo yang bisa nyanyi ikut nyanyi" tiba tiba bu Dwi muncul dari kantor guru, mendengar sorakan, yang bahkan bagi Niar itu biasa aja. resiko, ini RESIKO kita dari awal, wajar ngga sih reaksi Niar? bahkan di backstage setelah perform, dia masih bisa bisanya nyanyi. lagu lain bahkan, yang nadanya tinggi dan suaranya ngga papa, ngga crack juga. karna di backstage dia bisa minum sebanyak apapun kan?? sampe kembung juga silahkan
...Backstage...
"kak, kalian kenapa sih?? jangan kaya anak paskibra, yang jejer jejer disamping. kalian vokalis, maju!! inisiatif, jangan sejajar sama musik"
"gini Ran, panggung kita tuh ngga segede panggung mas Farel, Ferrel, Aditya, kak Bulan. kita maju resiko judge nya aja sudah lumayan, ini kamu suruh vokalis maju. kalau mereka bawa botol atau sampah, pasti udah dilempar ke muka kita. ngerti?!"
"ngerti, cuman. minimal klo nyanyi yaudah, yang enjoy. jangan liat liatan gitu, kalian bisa kan?!!"
"ya oke" Rani tertunduk lesu, kantuk nya yang tak tertahan beradu dengan otaknya yang bising selalu ingin yang terbaik memang. tapi harus ya?? mengorbankan ke egoisan demi sebuah penampilan SEM-PUR-NA? kayanya ngga perlu deh
"Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa
Tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Di saat ku tertatih
Tanpa kau disini
__ADS_1
Kau tetap ku nanti
Demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali
Pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati
Dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kita telah lewati
Rasa yang pernah mati
Bukan hal baru
Bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari
Jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Di saat ku tertatih (saat ku tertatih)
Tanpa kau disini (tanpa kau di sini)
Kau tetap ku nanti
Demi keyakinan ini
Jika memang kau terlahir
Hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu)
Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu)
Tak kan ku siasiakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir
Dan ini yang terakhir
Tak kan ku sia siakan hidupmu lagi
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali
Pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati
Dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Jika memang kau terlahir
Hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang
Membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini" Jessie yang bikin backstage kembali hidup, baru aku.. Daniar yang menuntaskan lagu sakral kita semua, anak Spestar Band. lagu sakral kita ngga cuma lagu lagu galau, ya.. rata rata emang galau sih lagunya, tapi daripada meratapi kesedihan di hujat netizen, lebih baik bikin suasana baru ya nggak??
mungkin Rani lagi ngebatin (kak Niar sehat ta?? kita lagi mikirin hujatan, ini anak nggak ada sedih sedihnya. terus masih bisa nyanyi sambil teriak teriak, padahal di panggung dia nyanyi nggak teriak sama sekali)
"Huh.. perut ku, arghh **!*" Daniar meremat perutnya yang melilit karena asam lambung nya tinggi, wajahnya memucat
"Anak band, dipanggil Diana. disuruh turun, katanya dipanggil bu Dwi"
"hah? apa nih? suruh nyanyi lagi? kita ngga jadi closing kan??" mereka saling tatap, bingung? bangett, jangan ditanya
"yaudah lah, turun dulu aja. udah selesai kok acaranya, sekalian balikin cajon sama barang barang lain yang tadi kita turunin, jangan lupa! matiin AC nya" Daniar berlari turun ke bawah menuju backstage, terlihat diana yang tengah membagikan air minum ke Mahara yang sudah sampai lebih dulu
"Tadi sampean gagal? gapapa, mending gagal sekarang soalnya sampean masih muda, daripada wes tua trus baru ngerasain gagal. dulu saya nge band tuh ada gagal sampe 3x, gapapa. mangkanya tadi saya ngambilin gitar buat kalian, bela belain pulang buat ambil gitar akustik.ya karena saya liat semangat kalian, trkat kalian mau kasih yang terbaik, gapapa. gagal di awal itu normal, buat ngebentuk mental kalian juga nantinya. Ayo Mel, latihan puisi mu. pake ini.. " Pak Shonif memberikan amel satu bluetooth speaker
"nanti di atas kan ada lagunya sendiri. ini buat latihan pake ini aja dulu, taruh di jaket OSIS, kan ngga keliatan"
"lho, pak.. berarti.. nanti ke atas bawa ini? pake jaket OSIS nggapapa ta pak? kan..kalau ngga pake saya ngga bisa bawa""
"ya nggak, ini buat latihan aja. nanti diatas ada musik nya sendiri"
"Ooo."
"ke atas yuk kak.. " suntuk banget rasanya habis perform bukan nya lega, malah jadi beban baru buat kita. karena pas closing bakalan di hujat kan?? plus, kita beda beda kelas. ya.. ngga semua di hujat, mungkin cuma.. Rani dan Niar? dua orang paling berpotensi di Spestar Band karna telat mereka sama, PEMBUKTIAN ke temen, keluarga, dan.. ya.. gitulah, tujuan hidup orang beda beda loh, dan tujuan hidup mereka berdua adalah musik. sesuatu yang berkaitan dengan musik atau gitar buat Rani dan sesuatu yang berkaitan dengan musik atau Drum dengan Daniar
"Closing lagu apa? masa iya anak anak disuruh mabok Laskar pelangi??" Rani duduk di kursi yang masih tersisa di Studio, wajah wajah mereka setelah perform makin suram tau gak?!! aura aura kegelapan kayak.. awas lo semua, gue bakal bales!!
"Roman Picisan aja gimana? no musik, just clapping ur hands. it's best song and best solution for you guys"
...♛┈⛧┈┈•༶✧༺♥༻✧༶•┈┈⛧┈♛...
...HaloOo sebelumnya sorry to say kalau tulisan nya agak berantakan, kedua.. sorry karena agak susah merealisasikan suara musik, maksudnya nada nya atau intonasinya. gitu lah ya.. terus sebenarnya ini bener bener diluar ekspektasi aku, kalau ternyata serumit itu merealisasikan nada gitar atau intonasi baca. mungkin kalau anak band atau anak musik masih paham, karena mereka pernah denger nada nadanya, atau kalian bisa cek YouTube ya...
...😃🙏🏻...
__ADS_1
bantu support yukk, klik tombol like nya, komen juga donk kalau boleh, selama komen belum disuruh jadi member VIP 😉