23 Hari Melawan Semesta & Isinya

23 Hari Melawan Semesta & Isinya
0.0 Flashback BK PT. 2


__ADS_3

"Saya... kurang tau, cuman waktu itu mami bilang gini ke saya" Dulu mami ketemu papa mu di Rumah Sakit ini, ada di salah satu rumah sakit Surabaya, mami disitu jadi perawat yang bagian ngeracik obat. gatau gimana ketemunya, intinya mami ketemu papa disana"


"mami kamu asli kota mana? papa orang surabaya juga? kok ketemu di surabaya?"


"Madiun, Papa bukan orang surabaya. cuman setelah lulus kuliah di Surabaya papa kerja di farmasi juga"


"okey.. trus habis ketemu mami papa mu pacaran ngga?"


"ngga tau, mami ngga cerita gimana sebelum mereka nikah"


"mami mu ngga cerita? sama sekali?"


(ibu meragukan kejujuran saya? dalam kondisi sedang di sidak kalian bertiga?! kalau TIDAK CERITA ya tidak ❌) ih tolol banget guru nya, bikin gedeg aja


"trus mami marah ngga? kamu bilang apa pas mami tanya hapenya mana?"


"waktu itu.. pas pulang sekolah, mami bilang "kak dimana hapenya, di cas sini. nanti buat main lagi" tapi ngga saya respon, saya tidur. mami saya masuk, baru saya bilang, disita HP nya gara gara main HP pas jam pelajaran dan lagi cek paket saya sampe mana memang, bisa di lihat riwayat aplikasi yang terbuka sebelum WA"


"okey, berarti mami kamu marah ngga?"


"nggak"


"kok bisa nggak marah itu lho? berarti HP sama mami mu aman ya?" (padahal mami bilang, mami aja minjem hape mu gaboleh disita gurumu malah mbok biarin hape nya di ambil, sembari tertawa mengejek)


"...... "


"waktu itu di mind maping kamu ada tulisan suka uang, kamu beneran suka uang?"


"sure"


"pernah jualan berarti? karna saya lihat ada kata pengusaha disana"


"yep"


"jual apa? sebelum jasa titip barang?"


"pernah susu sapi, pernah alat tulis, pulsa, slime squishy, joki cover novel atau tugas poster biasanya juga"


itu emang kepikiran bisnis gitu? atau gimana?"


"awalnya saya cuma post story di WA tanya pendapat temen temen cocok warna apa klo saya beli kacamata"


"trus ada yang titip, dan kasih usulan gimana klo jadiin bisnis aja. akhirnya jadilah bisnis ini dan ada nama tokonya juga"


"aktifitas sekolah kamu terganggu nggak dengan paket paket yang mereka pesen?"


"sejujurnya nggak, soalnya ngga tiap hari terima orderan, pas ada acara aja, kaya 10.10 atau 11.11 itu biasanya bisa balik sampe 100k cuma modal paket data"


"kamu jualan gitu kenapa? uang yang dikasih papa mu kurang atau emang hobi? boleh jualan sama mami?"


"hobi, nggak. boleh" (bacot, gausah kepo deh, gamau nambahin banyak nanya, HP ku kesita aku jadi ngga bisa jajan fancy lagi)


"berarti HP itu buat ngecek paket biasanya ya? ada lagi ngga?"


"nggak" (plis gue mau balik, bacot banget woi)


"waktu itu katanya juga kamu lagi WA si Alanders Alanders itu kan?"


"ya itu ngga sengaja, kebetulan" (bacot, cepuan lagi)

__ADS_1


"kamu waktu itu gimana? kok bisa di suruh ke SMK nya?"


"dia cuma minjem 2k bu, cuma saya kan memang gatau dia SMK dimana. ya jadi saya ga dateng, lagian jauh bu. saya buang 5k buat pinjemin 2k ke dia?ga mungkin!"


"berarti kamu ngga ketemu ya?"


"nggak!"


"emang nya kalian deket dari kapan? awal ketemu deh.. "


"di ruang band"


"ooOo kamu ikut band?"


(kamu naenya? udah di iya in masi nanya, lawak kack)


"ketemu dari kelas tujuh atau delapan?"


"baru bulan September"


"kenal September?"


"trus dia itu apa? temen kamu kah pacar kamu?"


"mantan"


"berarti pernah pacaran sama dia?"


(MENURUT LO AJA YA NYET! GW PITING LO ANJ*ING)


"Ya"


"September"


"jadi? kamu kenal trus langsung pacaran gitu?"


(TERSERAH LO DEH, APA KATA LO AJA. MLS BGT)


"Ga juga"


"trus? gimana?"


"ya gatau"


"lho? kan kamu, kok gatau?"


(BACOT ANJ*ING)


"emang kenapa sih mami kamu kok kaya ga terima pas kamu sama dia? kamu ga dibolehin pacaran? trus kamu Backstreet sama dia? trus pas diajak jalan kamu ketauan?"


"ya.. dulu pernah jalan bareng"


"berapa kali?"


"1"


(3? 4? Kepo banget lo)


"yakin 1x? ngga lebih?"

__ADS_1


(Jan*cok, bacot)


"ya"


"trus gimana? kok bisa ketahuan sampe marah gitu mami mu pas tau gara gara WA sama si Areksano Alanders itu"


"ya... soalnya saya pernah bohong bilang pergi sama Ainun dan posisinya saya bolos ngaji, trus saya pamit keluar beli jajan sama Ainun, ada tetangga liat pas Alanders nganter pulang.. "


"ya, salah kamu juga. ngapain ngumpet ngumpet gitu? akhirnya kamu jadi ga dipercaya mami mu kan?"


(Gue juga gapercaya sama lo ya Tai, cepu an. katanya janji ga cepu urusan gue WA Alanders, lo CEPU Y ANJ*ING)


"ya. soalnya mami gasuka aku pacaran, namanya juga anak muda bu. masih bandel bandelnya"


"trus kamu masi coba coba Backstreet gitu?"


(MENURUT LOE AJA NIH YA?! KLO NGGA KARNA TERGILA GILA SAMA DIA, MANA ADA GUE KAYA GINI)


"We break up please! saya kaya gini juga beralasan lah, nggak mungkin saya melanggar sesuatu tanpa keinginan yang jelas, tujuan saya melanggar apa??" Hening seketika, siapa suruh menguji kesabaran makhluk dengan ego tertinggi nya, kurang jelas kah jawaban ku?


perlu kah aku memaki maki di depan orang nya langsung? bukan hal yang sulit untuk aku lakukan itu sekarang, hanya karna kamu guru aku murid. tidak mengurangi sedikitpun rasa hormat ku buat menginjak harga dirinya serendah dia menginjak harga diri kita (murid murid nya)


"yasudah... boleh kembali ke kelas, udah istirahat. laper to? bisa jajan jajan dulu sebelum sholat" (dih dih sok baik)


"ya bu"


"eh iya, ini jangan lupa tanda tangan, yang kamu sama Evelyn sama kasus handphone disita ya" (tanda tangan menurut gue, buang sial. tanda tangan yang memang udah ada simbolnya sendiri, gitulah pokoknya. ribet)


"2? "


"ya, sudah?"


"sudah, terimakasih bu"


"ya, lain kali jangan gitu lagi ya, bilangin ke mami mu suruh nulis surat klo mau bawa handphone" (keburu lulus govlok)


"ya.. " Daniar berjalan melewati lorong, pikiran nya dipenuhi ucapan kotor, dan memaki guru yang menyidang nya barusan.


"lihat saja, kalau aku menjadi wali murid, akan ku hancurkan sekolah ini. sayang sekali... disini juga aku memulai karir ku sebagai penulis ternama"


"hanya saja.. aku harus mengganti aturan gila mereka, kasihan anak anak tahun berikutnya. mereka tak akan sanggup, kami saja saling memberontak, bagaimana mereka nanti? menentang segala aturan?"


"enough.. " gumamnya sebelum mengucap salam depan kelas "Assalamu'alaikum" aku duduk di bangku ku dan menulis kisi kisi PAI yang tertinggal


"Daniar... tadi kamu di tanyain apa aja?, ini yang nomor satu sampai sepuluh kamu lihat punya Ashe aja.. udah di hapus bu Emy soalnya"


"Iya makasih ya Din"


"gajelas banget guru nya, sampe nanya masalah keluarga juga. trus minta password handphone juga, nanya nama rekening juga. tanya dapet nominal berapa yang dikasih Papa"


"ya ampun... itu bukanya melanggar privasi ya? trus.. ? kamu kasih password nya?"


"ofc, biar bunda yang turun tangan"


"yaudah.. aku tinggal istirahat dulu ya? gapapa sendiri kan?"


"it's okey"


...♛┈⛧┈┈•༶✧༺♥༻✧༶•┈┈⛧┈♛...

__ADS_1


Next, kita balik ke situasi rumah panas Daniar. dan happy reading, sorry agak slow post chapter ini, karna bener bener konten sensitif buat aku pribadi. dan ngga seharusnya juga, but.. yah, tujuan aku buat mengenang apa yang sudah terjadi, aku berani menanggung segala resiko nya


__ADS_2