23 Hari Melawan Semesta & Isinya

23 Hari Melawan Semesta & Isinya
SELAMAT TAHUN BARU


__ADS_3

...♛┈⛧┈┈•༶✧༺♥༻✧༶•┈┈⛧┈♛...


Halo semuanya, mungkin untuk satu bulan ke depan aku ngga bakal upload episode baru karena ada urusan lumayan urgent.So, beberapa hari ini aku bakal usahain stok beberapa chapter buat kalian minggu ini, i'm so sorry. Enjoy the story


...♛┈⛧┈┈•༶Spesial Chapter༶•┈┈⛧┈♛...


"Ar, kamu dicariin" komentar itu ada di salah satu Video di sosmed milik ku, tak lain tak bukan. Ainun yang mengirim komentar demikian, dia juga berkomentar.. "Cantiknya pacar Areksa" Sorry.. Sebenarnya dia tau kan? aku sudah lama gak menjalin hubungan dengan Areksa, bahkan bukti itu ada di handphone milik nya. Hey, ayolah! Jangan konyol.


"Kan udah putus" aku membalas komentar miliknya, seperti yang kalian tau.. Bulan Desember ini Handphone ku akan dikembalikan, ya.. walau masih dengan banyak hukum dan perketat penjagaan, toh itu semua demi kebaikan aku, dan juga dia.. Makhluk Tuhan yang sangat ku cintai, Sejak handphone itu kembali, aku mulai kembali ke permukaan. Dunia ku, Dunia sosmed. Kalau kalian bertanya, lantas beberapa bulan sebelum nya semua konten itu.. pakai handphone milik siapa? tentu milikku, tidak! lebih tepatnya milik Mami. mami mengerti aku tidak bisa jauh dari handphone


"Bagaimana kabarmu? sejauh ini.. setiap manusia yang berpakaian seperti mu, atau yang mirip dengan mu. membuat ku merasa dekat, sangat dekat dengan mu. Tapi... apa kau juga membayangkan hal yang sama? aku rasa tidak, mungkin saja kau juga tidak peduli.. " gumam ku mengingat tiga hari lalu saat di desa, aku melihat beberapa manusia persis seperti mu, entah dunia ingin membuat ku senang atau ingin membuatku kacau.


Rasanya hati ini ingin menghubungimu, tapi kamu pernah berpesan, tidak tidak. Bukan kamu, tapi Mami "Daniar masih pelajar, kamu juga pelajar. Kalau memang tujuan kamu serius, jangan ajak anak saya pacar pacaran, ingat!dosa. itupun sudah dilarang oleh Allah, kalau kamu gentle, kamu tidak akan mengganggu anak saya. Kalian ini belum bekerja, belum menjadi manusia, belum waktunya. kalau sampai kamu berani menemui anak saya sekali lagi, Saya pastikan.. Kalian tidak akan saya kasih restu, sekalipun kalian menikah!" Kita terlalu takut untuk mengulang hal yang sama, mengulang kegilaan yang sama. Disisi lain, pada saat pagi hari, Kali terakhirnya kami merupakan kata pisah, meluapkan berbagai gelisah. sampai akhirnya.. kita benar-benar menghilang, berjalan ke arah tujuan kita masing-masing.


Dia bilang "semenjak kita putus, aku overthinking, aku menggila... aku kangen kamu, semenjak putus juga.. aku deket sama perempuan lain, cuma temen aja. kalau pacar tetap kamu" mata ku yang telah lama tak menitikkan air mata mulai memanas. air mata itu kesekian kalinya meloloskan diri tanpa alasan yang pasti.


"aku juga merindukan mu.. " gumam ku terus menangis, aku membalas pesanmu "i'm not your girlfriend anymore" mungkin itu akan menyakitimu, juga menggores luka untuk ku. seperti tertampar sebuah kenyataan, Tahun baru ini di awali dengan kehilangan dan tak ada yang menemani ku di 2023 selain hasil dari perpisahan ini..


Beberapa hari yang lalu...


"Assalamu'alaikum, Ainun.."


"Wa'alaikumsalam, Siap- mbak, dicari mbak Niar itu lho. Masuk aja mbak, mbak Ainun mageran" dengan canggung aku menapakkan kaki ku ke dalam ruko tersebut


"Suruh masuk aja dek, Masuk Ar" jerit nya tak begitu keras


"Ada apa? mau pinjem handphone buat chat Areksa? nih, bentar ya.. Aku masih ngobrol sama Revan" sedikit berbisik pada kata Revan, walaupun Nura mengerti hubungan kakaknya dengan Revan hanya teman, tetap saja. mana bisa dirinya berbicara dengan tenang mengenai Revan


"Nun.. aku mau tau chat dari mami ke Areksa, i feel so bad.. rencana nya hari ini aku mau beli papper bag buat birthday nya nanti di toko Aksesoris"


"Oh, kamu mau kesana Ar? aku anterin naik motor aja ya? Sekalian tadi ibuku minta aku buat beli galon"


"Gausah gausah, aku ngga buru buru kok. Cuma bosen aja, semua kerjaan rumah udah aku kerjain, bingung mau ngapain. yaudah sekalian mampir" Aku menggeleng cepat menolak bantuan nya, yah.. mau bagaimana? dia sudah banyak membantu dengan memberi ku pinjaman handphone untuk sekedar tau kondisi Areksa setelah malam terakhir kita berjumpa..


"Aku telponin mas Areksa?" dengan cepat aku menggeleng "Kan.. dia pergi ke Jakarta pas tanggal 20 bilang nya" Ainun mengerucutkan bibirnya "Oiya... maaf Ar, aku beneran lupa. terus gimana?" ucap nya sembari menekan tombol telpon, tapi tertolak karena mungkin Areksa meng setting handphone nya mode berkendara? entahlah aku bingung, tidak biasanya. Dan kalian tau? satu hal yang paling mengejutkan ku? info chat nya "Wa laa taqrabuzzina" Jlebb.. rasanya seperti ditampar kenyataan, pasti akan terjadi sesuatu setelah ini.. batin ku kembali beradu, banyak terlintas di benakku pikiran negatif dan segala resiko yang akan ku terima jika aku mengulang kesalahan yang serupa seperti


malam sebelum nya...


Brrmm... suara mesin motor yang menjadi hening, sorot manik mata mereka tertuju pada lampu motor milikku, kecuali Ainun..


"Assalamu'alaikum" Ainun baru menengok ke arah suara ku "Wa'alaikumussalam, Ar.. kamu tadi dicariin, dia nanya. kamu kesini nggak, aku jawab nggak. soalnya biasanya kamu jarang dateng kesini" manik mata lain nya pun ikut menjawab salam "Lho mbak? kok bisa kesini?" ucap salah satu teman Ainun


"Iya, lagi ujian ngaji. jadi bisa balik lebih awal, sekalian mampir deh.. " aku berjalan ke arah mereka, lebih dekat..

__ADS_1


"Aku kabarin dia ya? biar kalian ketemuan disini" ucap Ainun dengan antusias menyambut kedatangan ku, tapi.. aku dengar dari mereka, sebenarnya Ainun juga sedikit segan untuk meminjamkan handphone itu, tapi entah tipu daya apa yang dipakai nya. toh sudah ditawarkan, tidak baik menolak pemberian orang. Hehe


"Jangan Pleasee, aku harus buru buru balik sekarang, i know she know.. "


"Ar.. bentar doang kok, ayolah" Aku mengembuskan nafas kasar "Hah, yaudah terserah kamu"


Tutt... tuut... tut..


"Halo assalamu'alaikum, kenapa nun?" Woi! Anjir, ngga di telpon juga dong manis :) bikin jantung ku semakin kacau.. Ainun si*alan


"wa'alaikumsalam, mas.. dimana? bisa otw kesini ngga? dia disini. kangen katanya mas, mau peluk. gitu katanya" aku menyela ucapan Ainun


"Nggak! jangan kesini, aku mau pulang!"


"ha? Oke oke, ini aku di sekitar area komplek mu nun, tunggu. aku masih pesan nasi goreng"


"Iya mas" telpon itu mati sepihak


"Ainun... aku khawatir, mami pasti nyadar.. aku pulang ya??"


"Ets.. dia on the way lho, nanti dia kesini masa iya kamu udah balik. lagian dia juga bilang, lagi di daerah sini beli nasi goreng" Huftt.. aku hanya berusaha menetralkan pikiran ku dan mengatur nafas ku yang sedikit mengganjal


beberapa waktu lalu, aku dan Ainun berbincang santai untuk menetralkan perasaan ku, baru saja tersebut nama Areksa.. dari ujung jalan sana terlihat sinar lampu motornya, dan ya. Itu Areksa dan teman nya, Areksa menurunkan teman nya di sebrang sana, biasa.. temen nya jadi "Bodyguard" yang lagi numpang, beli sempol lagi. kurang uwaw apa


"Nah itu dia Ar, udah sana katanya mau pelukan" Ainun sedikit mendorong ku ke arah tempat Areksa berdiri, ada banyak jarak diantara kita. sayang sekali.. teman nya sudah kembali dengan membawa setusuk sempol dengan saus pedas, dan yang paling aku tidak suka bahkan terheran heran setelah Areksa membuka suara "Ayo, katanya mau peluk? aku mau ambil nasi goreng, mama pengen tadi" teman nya jongkok di belakang motor Areksa, dan membelakangi aku juga. tapi gimana lagi? Kalian pikir ngga sih? i'm a girl, MALU WOI! USIR TEMEN NYA!!


Dengan senang hati Areksa pun merespon ucapan Ainun "Lah! anak ini gimana sih? namanya juga boncengan, masa iya aku duduk di ujung dia di ujung?? War, gimana nih? masa dia cemburu gara gara kamu aku gonceng? aneh" balas Areksa sembari tertawa renyah, aku setuju aku memang aneh dalam mencintai mu apalagi.. semakin aneh semakin menunjukkan bahwa aku mencintaimu dengan nyata, sangat nyata dan benar benar gila. sementara aku merengut, aku berdiam di tengah tengah, tidak mendekat juga tidak menjauh.


"Besok aku ke Jakarta, Mama mintanya pulang akhir tahun nanti, kamu gapapa?" aku hanya berdehem, Sial! untung saja kita bertemu hari ini.. coba kalau tidak? masa bodoh dengan resiko Mami yang ngedumel tak jelas


"Jadi peluk ngga? udah jauh jauh kesini, masa cuma gini doang? yaudah tos aja kalau gitu. aku mau ambil nasi goreng, keburu Mama nyariin" aku mendekat, setelah tos dan.. bersalaman, aku menggenggam tangan nya kuat


"Lho, nun! gimana ini?? giliran mau pulang malah dipegangin aku, ngga boleh balik" gurau Areksa berusaha melepas genggaman ku, karena aku tau.. dia tak bisa terlalu lama disini, sudah kubilang jangan datang, siapa suruh mengeyel? biar tau rasa! sudahlah bandel, setengah setengah pula. bandel itu yang full, mana ada bandel setengah setengah.


"Kan gabisa pelukan gara gara temen mu ganggu, aku malu tau! giliran salaman malah kamu ngga ngizinin, terus kamu maunya apa?! udahlah aku pulang aja. lagian aku kesini bukan buat nyari kamu" ucap ku sedikit sebal


"kan kamu gamau tadi.. malu dilihat Ainun" Woi! lo aja malu sama Ainun, masa gue gaboleh malu sama Wardanu temen ba*ngsat mu?? eoh payah.


"itu lho kak, dia mau pelukan. usir dulu lah temen mu itu.. " Ucap Ainun berusaha men comblangi kami yang sudah lama berpacaran


(padahal baru 3 bulan)


Kembali ke masa kini

__ADS_1


...Ms Areksa...


^^^"Mas.. Mami bilang apa ke kamu??"^^^


"nggak papa"


^^^"Aku tau Mami juga bilang kalau kita ketemu sekali lagi, Mami ngga akan kasih kita restu, sampai menikah sekalipun. Kasih tau aku Mami bilang apalagi??"^^^


"Nggak papa"


"kamu jangan nakal ya selama aku di Jakarta? oke?"


^^^"atau.. aku cari tau sendiri, walaupun itu nanti..(kalau kita dipertemukan kembali)"^^^


"Saya peringatkan kamu satu kali lagi.. Kalian pelajar, Daniar juga demikian. Jangan rusak anak saya untuk hal hal yang mengarah kepada dosa, ingat! Allah membenci perbuatan kalian. Pacaran, segera hentikan dan jauhi anak saya. Jika kamu masih berani bertemu dengan anak saya sekali lagi, bisa saya Pastikan. kalian tidak akan mendapatkan restu dari saya, sekalipun kalian menikah. Tidak akan pernah saya restui."


"Kalau kamu Gentle, kamu tidak akan ajak anak saya untuk berpacaran, kamu akan menjaga rasa kasih sayang dan cinta kalian dengan bersungguh sungguh, bukan pacaran. Apa perlu saya mendatangi rumah mu, dan memberi tahu langsung ke kedua orang tua mu? apa perlu saya menasihati kedua orang tua mu? supaya tidak mengajak anak saya pacaran, apa perlu orang tuamu tau anaknya yang mempermalukan nama keluarga nya dan nama keluarga saya?"


"Tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk menimpa anak nya, dan tidak ada orang tua yang mendoakan anaknya sesuatu yang jelek. Kalau kamu memang serius dan bertujuan menjadikan Daniar sebagai istri mu kelak, itu nanti. tidak sekarang, tidak dengan berpacaran."


^^^"Mas... maafin Mami ya??"^^^


"nggak papa, santai. Mami mu benar, tidak ada orang tua yang mendo'akan anaknya sesuatu yang buruk"


"Makasih ya? untuk waktunya, untuk semua kenangan nya. aku mau kamu nurut sama mami, aku tau aku kurang gentle. maaf ya"


^^^"Mas.. jangan gini, aku juga mau nurutin kata Mami. Tapi ngga begini, setidaknya Mami sudah kasih kita kesempatan terakhir kalinya kan??"^^^


"Ar.. makasih ya buat semua nya, aku pamit. kamu jangan nakal, nurut sama orang tuamu, aku ngga bisa pertahanin ini, maaf."


^^^"Mas.. kamu ingat kan? kalau kita percaya suatu yang baik akan datang, percayakan itu terus.. Tuhan maha baik Mas.. Semoga kelak kita kembali dipertemukan"^^^


"Gelang dari mu.. gimana?aku beli atau aku kembalikan??


^^^"Nggak usah, aku ikhlas.. nanti kalau memang kita ditakdirkan tuk kembali.. kamu kasih gelang itu ke aku lagi"^^^


"iya, makasih" tak lama... selang beberapa menit, Mas Areksa memposting foto di story dengan caption "Hilang untuk Healing" 09.23 WIB


...♛┈⛧┈┈•༶✧༺♥༻✧༶•┈┈⛧┈♛...


Dalam satu Bulan terlalu banyak memori antara aku dan Areksa, aku sedikit kebingungan harus memulai dari memori yang mana, beberapa episode sudah urut. tapi ternyata banyak memori lain yang terlewat, bayangkan jika judul kisah ini berakhir Bahagia, se bingung apa nantinya aku menulis kisah tentang Daniar Mahendra dan Areksano Alanders.


Terlalu banyak memori yang mudah diceritakan, tapi tidak dengan di susun ulang. apalagi membuat menjadi cerita dua sisi, sisi Areksa maupun Daniar sendiri. Aku cireng mau minta maaf, karena ini bener bener seberat itu ceritanya. aku usahain buat tarik memori biar alur cerita nya urut dan mudah dipahami, Thankyouu 🥰

__ADS_1


hapir 2000 kata nih, baru like ya 😃 Gomawoo, Anyeong chinguya..


Bener ga sih? lupa bahasa kuriyah


__ADS_2