40 Hari, Teror Pocong

40 Hari, Teror Pocong
permintaan Yeni.


__ADS_3

Yeni tiba-tiba seperti di bangunkan sesuatu, dia melihat juragan Hariyono ingin keluar dari kamar orang tuanya.


dia berusaha bangkit dan mengejar pria itu, dan untungnya Yeni berhasil memeluk tubuh pria itu.


"tolong jangan nodai adikku, cukup aku saja juragan, kamu bisa memperlakukan ku seperti pelacur, tapi jangan adikku, setidaknya dia harus suci cukup aku saja yang kamu jadikan gadis hina seperti sampah saat ini," tangis Yeni yang berusaha berharap agar pria itu berhenti.


beruntung tangisan Yeni menghentikan langkah dari juragan Hariyono,"jika kamu sampah aku tak mau menyentuh ku, tapi jujur kamu adalah wanita yang sangat hebat Yeni, kamu memohon demi kesucian adik mu, bagaimana jika kita buat permainan," kata juragan Hariyono.


Yeni mengangguk tanpa ragu, dan senyum kemenangan terpancar dari wajah pria biadab itu.


di sisi lain, Azam menemui beberapa warga, karena sosok Edo makin membuat ulah dengan menganggu semua bayi yang ada di desa.


belum lagi dia menculik beberapa anak karena kemarahannya pada juragan Hariyono yang sudah melecehkan Yeni.


"sebenarnya ini kenapa mas Azam, dan pak RW tak menjawab ponselnya dari tadi," kata pak lurah yang sudah berkumpul dengan semua orang di sana.

__ADS_1


"begini pak, sebenarnya ini juga membuat saja bingung, tapi lebih baik kita ke rumah pak RW saja," kata Azam yang memberikan ide.


karena jika dia mengatakan jika semua ini terjadi karena Edo tak akan ada orang yang percaya terlebih pria itu tak menunjukkan sosoknya saat melakukan semua perbuatan buruknya.


karena Edo yang berbeda dengan sosok pocong Yusron yang hanya ingin keadilan dan menghukum orang yang bersalah.


mereka sampai di rumah pak RW, tapi betapa terkejutnya mereka melihat Yeni yang sedang di ruda paksa oleh juragan Hariyono di depan halaman rumah.


beberapa warga mengambil video dan foto untuk bukti,pak lurah tak menyangka pria yang menjadi orang terhormat memiliki perilaku biadab seperti ini.


"apa-apaan ini juragan, kenapa anda melakukan hubungan seperti ini dan memaksa gadis belia yang belum cukup umur seperti ini," marah pak lurah dan warga.


"apa... kenapa kalian berkumpul disini, ya sudahlah memang kenapa jika aku melakukannya dengan Yeni, dia adalah kekasih ku sekarang, benar tidak?" tanya juragan Hariyono yang mendorong tubuh Azam menjauh.


dan dia dengan santai mengenakan kolor yang tadi hanya melorot selutut, dan merangkul gadis itu.

__ADS_1


"iya pak, kami sekarang kekasih dan aku tak di ruda paksa tapi kami melakukan ini karena suka sama suka," bohong Yeni dengan suara lemah karena tenaganya sudah tak bersisa.


di tambah dia tak mau jika orang tuanya yang akan menanggung semua kebencian dari pria yang memiliki kuasa ini


"kalau begitu kita nikahkan saja, jangan bikin malu dan aib bagi desa, dan lagi karena ulah kalian sekarang desa berada dalam teror lagi," marah salah satu warga.


"tentu saja aku akan menikahi Yeni besok pagi di depan semua orang, tapi jika ada yang berani menyebar desas desus maka kalian akan tau akibatnya, dan pengawal periksa satu persatu ponsel mereka hapus semua bukti foto dan video," perintah juragan Hariyono yang tak mau ada video yang akan tersebar.


"setelah menjadi pelaku penghilangan bukti pada kematian adikku apa anda belum puas, sampai mau kapan dan berapa orang yang akan mati di tangan anda, hanya karena kami warga desa hanya diam karena anda memiliki uang dan kekuasaan," kata Azam yang membuat juragan Hariyono menyeringai.


"memang itu urusan ku,aku akan melakukan apa yang aku inginkan,dan jika kamu berani bertingkah aku bisa saja mungkin bisa memperlakukan mu lebih buruk dari yusron, atau kamu mau aku melecehkan adik ipar mu itu di depan seluruh warga desa, atau membuatnya melayani warga desa,itu mudah," kata juragan Hariyono.


"Hariyono!!!" teriak Azam menendang pria itu hingga terpental kebelakang dengan keras.


bahkan pria itu muntah darah karena tendangan dari kaki Azam, pria itu terus memegangi dadanya.

__ADS_1


bahkan dia pengawal juragan Hariyono berusaha memegangi Azam agar tak menyerang lagi.


"sekali lagi kamu berani mengatakan hal buruk tentang melati, aku akan merobek mulut mu dan membuat mu mati mengenaskan dengan mengeluarkan semua isi perut mu!!" teriak Azam yang sudah terpengaruh oleh amarahnya.


__ADS_2