
juragan Hariyono tidak bisa mengelak lagi, dia harus menikahi Yeni mau gadis itu belum lulus sekolah tapi mereka berdua harus tetap menikah.
pak RW tak menyangka akan di permalukan seperti ini oleh putri dan orang yang di anggapnya sebagai dewa.
setelah pernikahan, juragan Hariyono mengajak Yeni pulang ke rumahnya dengan di antar para warga.
saat di pertengahan jalan anak-anak kecil yang hilang satu persatu berlarian dari kebun pisang di dekat rumah juragan Hariyono.
Azam pun mengangguk ada sosok lain yang melepaskan mereka semua, hingga bisa berkumpul lagi dengan keluarga.
"sudah ketemu kan, sekarang kalian mau apa lagi," kata juragan Hariyono yang sedari tadi di papah Yeni karena pria itu masih merasa ngilu sebab injakan dari Azam.
"sudah di bilang, kami ingin melihat nasib kedua pembunuh Edo," kata Azam yang di iyakan oleh warga.
"silahkan saja, jika tidak terbukti ada mayat kedua ajudan ku di rumah, aku akan gantian menginjak bagian vital mu," kata juragan Hariyono sambil meringis.
"tentu saja, silahkan," jawab azam tak takut.
mereka kini sampai di rumah juragan Hariyono, Azam melihat ada dua sosok yang terantai sambil memegangi kepala mereka dari arah belakang.
"pak geledah bagian belakang rumah, ada kamar pelayan di sana," kata Azam.
__ADS_1
"iya mas,"
para warga bergerak dan benar saja mereka terkejut melihat dua kepala yang putus dan ada dua tubuh yang remuk tertimpa gabah karungan cukup banyak.
"ada dua mayat di sini," teriak pak Joko.
Azam pun melihat juragan Hariyono, "sekali lagi kamu berani membayangkan ingin menyentuh ujung rambut melati, ku pastikan bukan hanya dku injak alat vital mu, tapi aku buat kepala mu ke kanan dan tubuh mu ke kiri,ingat itu karena aku tak butuh mengotori tangan ku jika ingin melakukannya, jadi sekarang fokus dengan istrimu itu," kata Azam yang langsung berjalan melihat dua mayat itu.
dia mengambil sebuah benda yang berada di salah satu leher pria itu dan memberikannya pada pak Tejo.
"simpan dan hidup dengan baik, sesuai permintaan Edo ya pak," kata Azam.
para warga pun membantu untuk mengevakuasi mayat dan juga juragan Hariyono yang butuh pertolongan.
Yeni akan merawat suaminya itu dsn dirinya sendiri, karena dia tak mau suaminya berpaling darinya.
sedang Azam pun mengunjungi makam Yusron dan Edo setelah semua berakhir.
saat di sana, tak sengaja Azam sempat melihat sekilas keduanya pamit.
"sudah mas, ayo kita pulang aku tak nyaman disini," kata Melati yang mengajak suaminya itu pulang.
__ADS_1
saat di jalan mereka melewati rumah juragan Hariyono yang sedang duduk di kursi sambil berjemur bersama dengan Yeni.
Melati tak menyangka jika jodoh dari pria matang itu seorang gadis muda, ya beruntungnya Yeni bukan gadis buruk karena ajaran kedua orang tuanya baik.
para warga menyapa Azam dan Melati, keduanya bergandengan tangan dengan mesranya.
"ada apa sayang,kenapa hari ini kamu nampak begitu manja?"
"aku sedang ingin saja, ya lagi pula calon anak mu ini juga ingin manja dengan ayahnya," kata melati yang tersenyum di balik cadarnya.
"yang benar, kamu hamil sayang? kapan kenapa aku tidak tau?"
"aku juga belum yakin mas, karena belum cek ke dokter tapi hasil tes kehamilan garis dua merah," jawab melati.
"Alhamdulillah ya Allah... kamu tak boleh lelah, kamu harus banyak istirahat dan makan apapun yang kamu inginkan, jika mau sesuatu bilang, aku akan memenuhinya," kata Azam yang langsung mengendong istrinya itu.
"mas!!"
"aku akan jadi seorang ayah!!" teriaknya dengan sangat senang.
pasalnya bayi yang digugurkan oleh Melati kini sudah ikut Yusron, jadi dia dan Melati sudah bisa mulai hidup baru.
__ADS_1
semua orang kini melakukannya dengan baik, dan dengan caranya masing-masing.