
"ha-ha-ha-ha kenapa kamu begitu marah, dia hanya adik ipar mu lagi pula dia sudah tercemar, semua warga di desa juga melihat bagaimana wanita itu di temukan tanpa busana, dan telah di gagahi oleh empat pria," kata juragan Hariyono.
karena semakin marah, Azam menghempaskan tangan para pria yang memegangnya dan langsung berlari dan menendang juragan Hariyono dengan kuat.
"biadab, aku akan membunuh mu, seperti adik mu membunuh adikku,karena hutang nyawa di balas nyawa," kata Azam yang terlanjur marah dan menginjak bagian intim milik pria itu dengan keras.
otomatis juragan Hariyono kesakitan, dan mengejutkan semua orang, tak ada yang berani menahan Azam
bagaimana pun mereka juga tau jika Azam itu bekas narapidana pembunuhan dan perampokan keji.
meski begitu pria itu sudah bertobat, tapi juragan Hariyono salah telah menganggu harimau yang sudah tidur hingga murka.
"tolong pak jangan sakiti dia, jika dia mati siapa yang akan bertanggung jawab padaku yang sudah tercemar ini, dan lagi aku sudah telat datang bulan," kata Yeni yang terisak memohon.
mendengar itu Azam menghentikan aksinya, dia pun melihat ke arah Yeni dan arwah Edo.
"kamu dengar Edo, dia sudah hamil dan sekarang kamu tak ada urusan dengannya lebih baik kamu ikhlaskan saja," kata Azam pada pohon trembesi yang ada di samping kanannya.
__ADS_1
semua orang terkejut, tiba-tiba angin bertiup kencang, Azam menutup mata dan membaca dzikir.
"tidak mau,sebelum orang-orang yang membunuh ku mati!!" teriak arwah Edo.
Azam melihat sosok Edo berubah menjadi sosok yang mengerikan penuh dendam, dia mencari dua orang pria yang membunuhnya.
sedang para warga meringkus juragan Hariyono dan besok akan di nikahkan, dan beberapa yang lain mencoba menyadarkan keluarga pak RW yang masih terpengaruh obat.
pak RW yang melihat para warga berkerumun bingung, terlebih kondisi juragan Hariyono uang babak belur.
"ada apa ini, kenapa kalian semua disini?" tanya pria itu yang merasa kepalanya pusing.
"apa-apaan ini pak lurah,itu tak benar bukan," kata pak Solihin tak percaya.
"kami semua saksimata pak RW, jadi anda tak bisa mengelak lagi," kata warga.
pak Solihin merasa malu dan hanya bisa mengangguk,sedang Azam,pak Tejo dan pak Joko sedang di luar rumah pak RW.
__ADS_1
"apa benar itu Edo yang penasaran?" tanya pak Tejo.
"iya pak,besok kita akan tau siapa yang membunuh putra anda karena dia akan tewas, dan di tambah lagi Edo meninggal saat ingin menyelamatkan Yeni dari pria busuk yang ingin memanfaatkannya dengan menikmati tubuhnya saja, tapi lihatlah dia malah meregang nyawa dengan sangat biadab," kata Azam yang membuat pak Tejo menangis.
di rumah juragan Hariyono, kedua pria yang membunuh Edo sedang di hantui.
keduanya yang sedang tidur, tiba-tiba di kejutkan dengan di lempar sesuatu yang bulat.
"sialan, siapa yang main bola sih," kata kedua pria itu yang terbangun.
mereka melihat bola di atas perut, saat mengambilnya, bola itu membuka mata dan menyeringai, "halo... pembunuh ku,"
keduanya, langsung kaget dan latu keluar kemar tapi sayangnya keduanya tersandung dan tiba-tiba dari atas jatuh karungan gabah yang di timpuk hingga menimpa keduanya hingga tewas.
Edo pun membuat sebuah sekop melayang dan memenggal kepala keduanya hingga putus.
keduanya benar-benar tewas seketika dengan kepala menggelinding ke arah pintu belakang rumah.
__ADS_1
setelah itu sosok Edo pergi dan menemui Azam, dia langsung pamit tapi sebelum itu Azam memegang bahu pak Tejo.
pria itu langsung menangis melihat sosok putranya yang sedang tersenyum cerah, "tolong jaga ibu ya pak, katakan jika aku menyayangi kalian," kata Edo yang kemudian hilang begitu saja.