
beberapa hari kemudian mereka akhirnya bisa mulai kuliah.
saat itu Sifa dan salsa mendapat jadwal kuliah pagi, salsa jam 7 dan Sifa jam setengah depalan.
mereka berangkat berdua.
di mobil mereka ngobrol ngobrol berdua tibalah di lampu merah mereka berhenti.
kala itu salsa menoleh ke jendela sebelah kanan nya, betapa terkejut nya dia melihat seorang cowok ganteng naik montor ninja.
salsa langsung memberi tau Sifa.
"masyaallah sif, calon suami gue ganteng nya" ucap salsa
"punya gue itu" sahut Sifa
"gue duluan Sifa" ucap salsa
"tapi itu punya gue salsa" jawab sifa
"gue duluan yang lihat, main ngaku ngaku aja kamu" sahut salsa
tiba tiba dari arah belakang sudah banyak klakson bunyi
mereka pun tersadar bahwa lampu sudah berwarna hijau.
dengan perasaan malu, mereka berdua langsung menancapkan gas.
di sisi lain saat itu Dea sedang menyiram tanaman di depan kontrakan sambil menyapa para tetangga yang lewat.
Dea langsung memikirkan perbedaan di jakarta dengan Jogja
di jakarta terutama para tetangga jarang ada yang seramah di Jogja.
setelah selesai menyiram tanaman, Dea menuju belakang kontrakan
jadi di belakang kontrakan ada 2 pohon mangga besar, 1 pohon alpukat dan 3 pohon pisang.
Dea terkejut melihat Nadin berdiri mematung sambil menatap salah satu pohon pisang.
Dea memanggil Nadin tapi tak ada respon yang Nadin berikan
Dea pun tersadar
"kalau dia diam pasti ada yang gak beres, gini amat punya temen Indihome" gumam Dea lalu pergi
neks
saat itu tipah sedang ngobrol* dengan kak Zul, dan ternyata tipah cocok dengan kak Zul, dia pun jadi banyak ngomong di dekat kak Zul.
__ADS_1
"iya dek, Kakak dulu tu sering banget di bully cuma karena kakak gak pernah pacaran, padahal ya kakak tu anti banget sama cowok" ucap kak Zul
"tu kan aku normal, gak cuma aku aja yang gak pengen pacaran, ternyata kak Zul juga" sahut tipah
"kakak tu bukan nya gak percaya sama laki laki cuma emang gak ada aja yang bikin kakak nyaman" ucap kak Zul
"aku punya kakak cowok ni kak, namanya kak Rendi.....mau di kenalin gak ni, kak Rendi ganteng tau" jawab tipah
"*ih jangan malu tau, apa sih kamu tu, lagian kakak kamu mana mau sama kakak, orang kakak gak cantik cantik banget"
"kakak tu cantik tau, pokok nya Nanti kalau kak Rendi main ke sini, kakak harus kenalan*"
melihat itu Dea merasa bahagia karena teman nya yang tadinya kulkas 1000 pintu bisa mencair meskipun hanya dengan satu orang.
di kampus
salsa sudah selesai jam kuliah nya, dia nunggu Sifa di mobil, namun karena sifa masih lama, salsa turun lagi dari mobil dan menuju kantin karena dia merasa lapar
Di kantin, salsa memesan nasi goreng, karena dia belum puas dengan sarapan nya tadi.
dia menyantap makanan tersebut
tiba tiba
"nyuwun Sewu, pareng lungguh mriki nopo mboten" tanya seorang lelaki yang dia temui di lampu merah tadi.
salsa langsung terpaku melihat ketampanan lelaki itu, putih, tinggi, dan ganteng banget.
salsa langsung tersadar dengan bahasa yang dia tidak tau apa artinya
"ngomong apa ya kak, saya dari jakarta, jadi maaf saya gak tau kakak ngomong apa" tanya salsa
"ternyata orang Jakarta toh, kirain orang Jogja, boleh duduk sini atau enggak?" tanya lelaki itu
"kak....ini bukan kantin saya jadinya ngapain harus izin dulu, izin sama mbak nya tu" jawab salsa
"iya...baru kuliah ya..." tanya lelaki itu
"iya...saya ambil *akuntansi, kalau kakak??
"psikolog....oh ya jangan panggil saya kakak....di sini mah panggil nya mas, jadi pangill saya mas ya*"
"siap mas ganteng" ucap salsa
salsa kemudian mendapat telfon dari Sifa, karena sifa sudah selesai jam kuliah.
salsa kemudian membuka kamera handphone nya dan Selfi dadakan bareng lelaki itu, lelaki itu hanya pasrah.
setelah itu dia langsung pergi ke mobil
__ADS_1
jadi gays mobil yang di pakai mereka berdua itu mobil kak Resti, jadi mereka di pinjami untuk kuliah karena kak Resty hari ini kuliah sore
neks
waktu itu kak Zul mengajak tipah, Dea, dan Nadin untuk keliling kampung naik mobil nya kak Zul.
mereka berhenti di pinggir sawah.
kak Zul memperkenalkan orang orang di sawah pada mereka bertiga
"itu pakde sarjo, dia paling semangat banget kalau urusan sawah, kalau yang pakek baju hitam namanya pak Andik, dia ustadz di masjid dekat kontrakan kita, dia juga yang punya sawah ini, kalau yang perempuan itu namanya Bu Rina, istrinya pak sarjo, dia baik banget....suka sedekah Sama anak yatim" jelas kak Zul
kak Zul kemudian mengajak mereka bertiga turun ke sawah
tipah langsung terbiasa dengan jalan persawahan, begitupun Dea karena waktu kecil dea pernah ke sini buat bersilaturahmi ke rumah paman nya.
sedangkan Nadin tertinggal jauh di belakang.
"tungguuuuuuuu.....jalan nya susah banget" teriak Nadin di belakang
tipah yang posisi paling belakang di antara kak Zul dan dea, Segera mutar balik untuk membantu Nadin yang kesusan melewati jalan tersebut.
"pegang tangan gue cepet" ucap Nadin
setelah memegang tangan nya tipah, tipah menuntun Nadin pelan pelan.
namun tiba tiba Nadin terpeleset dan terjatuh ke sawah, otomatis tipah juga ikut jatuh ke sawah.
mereka jatuh menyisakan suara seperti nangka jatuh.
Dea dan kak Zul tertawa melihat mereka berdua.
mereka kemudian menghampiri Nadin dan tipah
"ngapain mandi di situ, mandi di kontrakan atuh ini malah di sawah hahahahaha" ucap Dea
"ibukkkkkkkkkkkkkk ibuk mau pulang, aku tadi udah mandi masak mandi lagi" teriak Nadin
"sini kakak bantuin naik" ucap kak Zul sambil ngulurin tangan
setelah berhasil naik, tipah langsung ngomel ngomel
"lihat Nadin....gara gara lu baju gue kotor, cuciin baju gue Sampek bersih kalau nggak....lu tidur sendiri" omel tipah
"jangan galak galak....takut kan jadinya....iya iya nanti aku cuciin" jawab Nadin
"udah kak Zul jangan di bantuin biarin aja dia naik sendiri" ucap tipah
"*ini kasian tapi....
__ADS_1
"udah ayo*" sahut tipah
kak Zul, Dea dan tipah meninggalkan Nadin sendirian yang masih jatuh ke sawah