
Neks
Singkat cerita
Malam harinya, semua berkumpul di ruang tamu, mereka bergurau Senda, bercerita tentang hari ini dan lain lain
Hingga pukul 22.35 mereka bubar untuk tidur di kamar masing2
Saat itu Sifa ikut tidur di kamar Dea dan salsa jadinya mereka bertiga.
sekitar jam 1 malam salsa terbangun karena mendengar suara aneh seperti langkah orang berjalan.
Salsa memberanikan diri untuk ngecek keluar kamar.
dia menelusuri dari setiap sudut kontrakan, dan dia menemukan sobekan kain hitam yang nyangkut di paku pinggir meja.
Salsa menyimpan kain itu di saku nya lalu dia terkejut melihat melihat jendela bawah terbuka, dia kemudian ngecek jendela tersebut dan lagi lagi dia menemukan sebuah topi hitam yang jatuh di bawah jendela, dan dia juga tersadar kalau ada jejak sepatu yang ukuranya lumayan besar seperti ukuran laki laki, dia mengikuti jejak kaki itu dan betapa heran nya salsa ketika melihat jejak itu masuk ke kamar nya tipah dan Nadin.
Salsa langsung masuk ke kamar mereka berdua.
Salsa di kejutkan dengan Nadin yang sudah mondar mandir di kamar seperti orang kebingungan.
"din gue gak ngerti ini apaan, ini jejak siapa terus ahhh gue takut" ucap salsa
"sutttt mending kita ngobrol di luar, kasihan tipah lagi tidur, oh ya kita bangunin yang lain tapi jangan tipah, biar tipah tidur" ucap Nadin
mendengar itu salsa sudah punya filing gak enak, kemudian mereka berdua membangunkan Sifa dan Dea untuk berkumpul di ruang tengah.
"kontrakan kita udah gak aman, aku minta tolong kalian mencar ke tiap sudut ruangan buat nyari ini" ucap nadin sambil mengangkat sebuah kamera cctv kecil sekali.
"gue curiga ini kerjaan nya Rini" sahut Dea
"terlepas benar atau enggak kita wajib waspada, ada orang yang berniat jahat sama kita, apalagi tipah" ucap salsa
"gue punya ide, gimana kalau kita memenupulasi keadaan, kita manfaat kan cctv yang tersebar di seluruh ruangan untuk menjabak mereka, kita ikuti permainan mereka kayak gimana, selama kita di dalam kontrakan kita bikin drama seolah kita cuek kalau urusan ngomong2 mending di luar kontrakan" ucap Dea
"setuju sih gue" ucap sifa.
Singkat cerita ke esokan harinya pagi pagi tipah sudah siap siap untuk ngampus bareng dengan Nadin di anterin oleh kak Zul
Begitupun Dea yang mau joging dengan Sifa kak Resty.
Saat ingin berangkat joging ada seorang lelaki yang turun dari montor cross, dia mencari tipah
Kemudian Dea memanggil tipah.
tipah datang menemui nya
__ADS_1
"wah cowok misterius lagi" ucap tipah
"gue anterin lu berangkat, gak ada penolakan karena gue maksa" ucap Deva sambil memasangkan helm ke tipah.
Mau gak mau tipah terpaksa bareng lelaki itu.
Di jalan mereka seperti es kutub dan matahari, Deva yang super cerewet merasa kuwalahan dengan tipah yang sedingin kutup Utara.
"cuek banget mbak" tanya Deva sambil nyetir
"lu bisa gak fokus nyetir aja, kalau gue kenapa2 lu mau tanggung jawab" ucap tipah
"jangan galak galak atu mbak, sedingin dingin nya lu...percaya deh kalau gue bakal jadi matahari yang akan ngecairin lu" ucap Deva
tipah hanya bisa pasrah dengan ucapan deva.
neks
Saat itu salsa sengaja di kontrakan sendirian, karena ingin menjaga kontrakan dari hal aneh agar gak kecolongan lagi.
dan dia mempunyai ide ekting jatuh untuk mengelabuhi cctv yang ada di setiap sudut.
"aduh sakittttttt" ucap salsa
"niatnya mau ekting malah kepeleset beneran apes apes" ucap nya dalam hati
Saat sedang joging
Kemudian dia menyuruh Sifa untuk wa Nadin
"Din kata Dea nanti setelah ngampus langsung pulang ya ada yang mau di bahas sama Dea, hp Dea ketinggalan di kontrakan" ucapan Sifa di wattsap
setelah itu mereka lanjut joging mengelilingi desa.
neks
Saat di kls Nadin tiba tiba kebelet, karena udah di ujung tanduk, dia pun izin ke dosen untuk ke kamar mandi.
Saat dia di perjalanan kamar mandi dia menabrak Aksa
Dan ternyata Aksa terlambat ges.
entah kenapa pas nabrak, Nadin langsung pingsan.
Aksa kemudian menggendong Nadin ke unit kesehatan kampus.
Aksa pasrah saat Nadin ngompol di celananya, Aksa terus menggendongnya sampai UKK.
__ADS_1
Sesampainya di sana Nadin langsung di tangani, kemudian Aksa ke kamar mandi untuk membersihkan bekas ompolan Nadin.
di sisi lain
Waktu itu tipah sudah selesai ngampus, saat dia mau keluar dari pintu, sudah ada Deva yang berdiri menyender sambil berkata
"akang ojol sudah menunggu dari tadi neng...mau pulang sekarang, atau keliling dulu, saya siap mengantar Eneng ke manapun Eneng pergi" ucap Deva
"lu tu mau nya apa sih, asal usul gak jelas, gangguin Mulu, gue teriak satpam entar" omel tipah
"lu kalau ngomel2 gemesin tau, makin penasaran aja" ucap Deva
"penasaran apa, lu jangan macam macam ya sama gue" sahut tipah
"penasaran pengen masuk ke hidup lu...siapa tau dengan itu gue bisa cinta sama lu" ucap Deva
"amit amit gak usah deh, jangan Sampek" gumam tipah
"kalau udah terlanjur gimana, gak ada timbal balik gitu....lu gak kasihan sama gue, cinta di tolak itu sakit tau" ucap Deva
tiba tiba ada anggi, anggi tu teman sekelas nya Nadin dia lewat sambil bilang
"kamu teman nya Nadin dari jakarta kan....itu Nadin pingsan di UKK...temenin geh kasihan sendirian" ucap Anggi
"pingsan gimana...iya aku ke sana sekarang makasih infonya" ucap tipah
tipah langsung menuju UKK sambil di ikuti oleh Deva di belakang nya.
sesampainya di UKK, tipah langsung masuk menemui Nadin.
Di sana Nadin tingkah nya agak aneh, dia mendadak lupa dengan hal kecil
"pah...kalau jalan itu kaki nya mana dulu, kanan atau kiri" ucap Nadin
Awalnya tipah mengira itu hanya guyonan Nadin tapi karena ekspresi Nadin yang bener bener kebingungan membuat tipah heran
"lu kenapa sih Din" tanya tipah
"emmm astaghfirullahaladzim kok aku nge blank ya pah, aku gak bisa fokus" ucap nadin
neks
Waktu itu Dea mondar mandir di depan tv sembari memikirkan sesuatu yang membuat salsa Sifa heran
kemudian Dea ngomong satu hal yang membuat suasana jadi serius
"lu tau nggak cowok yang jemput tipah tadi pagi, ukuran sepatu dia sama dengan jejak lelaki yang masuk ke kontrakan mereka malam itu, soalnya tadi dia berdiri tepat di samping jejak kaki itu dan ini kayak susah untuk di bilang kebetulan" ucap dea
__ADS_1
"mungkin aja itu ukuran kaki atau sepatu sama kan laki laki kaki nya emang besar" ucap sifa
"beda sif, masalahnya bawahan sepatu nya kenapa bisa sama, kalau nggak percaya cek aja di depan, jejak nya masih ada" ucap Dea