5 Girls

5 Girls
5


__ADS_3

waktu itu keluarga Dea pamitan ingin kembali ke Jakarta.


Dea mengantar ke depan bersama salsa dan kak Zul


"jaga diri baik baik loh, awas kalau sampai kamu pacaran" ucap mama nya Dea


"siap mah" jawab Dea


neks


Sifa saat itu melihat kak Resty sedang menyiram kebun belakang kontrakan


sifa segera bertanya pada kak Resty


"emmm kakak tau nggak ini siapa??" tanya Sifa pada kak Resty


"ada perlu apa kamu sama orang itu" tanya balik kak Resty


"nanti aku jawab, tapi kak Resty jawab dulu pertanyaan aku tadi" ucap sifa


"namanya Farah, mungkin sekarang dia seumuran kamu, dulu mama nya dia pemilik rumah yang kita kontrak ini, namanya tante widia, sebenernya Farah ini terlahir kembar tapi kembaran nya di ambil paksa sama adek nya mama nya sendiri karena dia gak bisa punya anak, dan sampai sekarang pun kembaran nya belum ketemu" jelas kak *Resty


"bentar bentar kak....kok kakak bisa tau persis ceritanya dan kakak tau nggak sekarang Tante Widia tinggal di mana*" tanya Sifa


"gak jauh dari sini kok, dekat Alfamart , aku tau persis ceritanya karena dia sering main ke sini" jawab kak Resty


di sisi lain


waktu itu tipah sudah merasa sedikit enakan, dia mengambil hp dan membalas pesan yang masuk di wattsap nya


dia pun kaget saat teman nya yang ada di jakarta nge chat dia dan bilang


***pah....hati hati, Rini mau ke Jogja..kalau lu mau selamat tolong jangan sampai Rini tau lu di sana***


"ya Allah kenapa sih dia harus ke sini juga, gue udah tentram tanpa gangguan dia eh malah dia nya ke sini" gumam tipah.


tipah kemudian membanting hp nya di kasur.


Di pagi yang cerah salsa menyantap teh dan pisang goreng di belakang kontrakan sambil melihat pepohonan.


tiba tiba Sifa menghampirinya dan mengajaknya untuk mencari alamat yang ada di kertas


salsa awalnya nolak tapi dia di paksa oleh Sifa akhirnya salsa mau menemani Sifa mencari alamat.


*******


di kampus Nadin ternyata sekelas dengan lelaki yang di temui salsa Sifa di lampu merah.

__ADS_1


nama lelaki itu adalah langit guntur aksara wicaksana


panggilan nya aksa


ganteng putih dan tinggi adalah deskripsi tentang nya.


saat itu Nadin mendapatkan tugas awalan kelompok dan benar saja dia sekelompok sama Aksa


mereka pun kenalan


"nami Kulo Aksa, nemine sampean sinten nggeh??" tanya Aksa pada Nadin


Nadin tak mengerti apa maksud Aksa.


Aksa langsung peka dengan ekspresi Nadin


"nama kamu siapa, aku Aksa" tanya Aksa sekali lagi


"oh nanya nama ternyata, Nadin....namaku Nadin" jawab Nadin


"motivasi kamu ambil jurusan ini apaan sih" tanya aksa


"kalau pertanyaan nya aku balikin ke kamu gimana" tanya balik Nadin


"pinter juga ya kamu memanipulasi pertanyaan, dasar perempuannya manipulatif" gumam Aksa sambil senyum


"kalau aku perempuan manipulatif berarti kamu lelaki apa dong?" tanya Nadin


"mau ngalihin topik ya, fiks ni kamu tu lelaki yang gak bisa pegang pendirian, pertanyaan yang aku kasih aja kamu jawab dengan pengalihan" ucap Nadin lalu keluar dari kls untuk pulang


Aksa juga mengambil tas nya di meja dan mengikuti Nadin dari belakang sambil bergumam "menarik ni"


neks


Sifa dan salsa menemui alamat yang tertera di kertas.


mereka segera mengetok pintu dan mengucapkan salam.


terdengar dari dalam ada seorang perempuan yang menjawab salam tak lama kemudian ada seorang perempuan yang lumayan tua ya sekitar 40 an lah.


perempuan itu pun menyuruh mereka masuk dan duduk.


salsa dan Sifa kemudian menjelaskan maksud mereka sambil ngeluarin Foto


"maaf sebelum nya kalau lancang, kalau boleh tau bayi yang ada di foto ini itu anak Tante ya" tanya Sifa


"loh iya ini fotonya kamu Nemu di mana kenapa bisa sama kamu" tanya balik Bu Widia

__ADS_1


"dia kembar ya Tan, kembaran nya kemana ya" tanya Sifa sekali lagi


"maaf kamu kenapa tiba tiba nanya soal keluarga saya ya, kamu siapa sih" tanya balik Bu Widia


"saya Sifa tante....dia salsa teman saya....ini Tante coba lihat foto anak Tante mirip dengan foto saya waktu kecil" ucap sifa sambil menyodorkan hp bergambar foto nya waktu bayi


sejenak Bu Widia terdiam lalu dan menghembuskan nafas panjang nya


"nak.... sebenarnya dari awal Tante bukain pintu...kamu mirip sekali dengan anak Tante, siapa orang tua mu nak" ucap Bu Widia


"bunda pernah cerita ke saya katanya bunda ngambil saya di rumah sakit, saya bukan anak kandung orang tua saya, waktu itu bunda depresi karena anak nya meninggal akhirnya dia terpaksa ngambil saya Tante...tapi ayah dan bunda saya baik sekali, dia ngerawat saya seperti anak nya sendiri" jelas Sifa


sontak Bu Widia kaget, diapun menangis dan mengatakan "kembaran nya Farah anak Tante juga hilang di rumah sakit nak....apa benar kamu anak Tante....kamu mirip sekali dengan almarhumah Farah"


mendengar ucapan itu Sifa langsung kaget karena ternyata Farah sudah meninggal


neks


singkat cerita malam hari tiba.


Dea dan kak Resty berniat membeli makan malam alias bakso.


mereka membeli bakso di pinggir jalan.


sambil menunggu pesanan, Dea dan kak Resty ngobrol ngobrol


"eh bentar lagi adek aku bakal mampir ke sini Lo, aku nge chat dia nyuruh dia ke sini...kakak mau kenalin dia ke kamu" ucap kak Resty


"ih kak Resty apa sih...kenalin gimana" jawab Dea


tak lama kemudian datanglah lelaki ganteng dan dia adalah AKSA


Aksa segera duduk di kursi.


kak Resty segera memperkenalkan mereka berdua, dan kak Resty pamit buat membeli sesuatu dulu dan meninggalkan Dea serta Aksa berduaan.


"kuliah jurusan apa kamu, kamu kuliah di **** juga kan" tanya Aksa


"iya, aku ambil jurusan psikolog" jawab Dea


"wauuuu" gumam Aksa


"kamu sendiri ambil jurusan apa" tanya balik Dea


"sama kayak kamu tapi gak sekelas, kita seangkatan, aku di kelas *****" ucap Aksa


"sekelas dong sama teman aku....Nadin" ucap Dea

__ADS_1


"dia teman kamu" ucap Aksa


"iya teman dari TK malahan, dia tu asik banget tau" ucap Dea


__ADS_2