5 Girls

5 Girls
4


__ADS_3

singkat cerita malam harinya


semua pada ngumpul di luar kontrakan untuk bakar bakar


saat itu Sifa dan Dea pergi membeli daging dan jagung tambahan agar lebih banyak.


mereka membeli di supermarket kebetulan lokasinya gak jauh dari kontrakan.


"di sini mana ada jagung sif" tanya Dea


"yaudah lah tadi jagung nya udah banyak, daging aja yang nambah" jawab sifa


"jangan daging semua, enek sif....apa ya yang ada di sini, sosis udah ada....eh mending kita beli belanja aja buat cemilan di kontrakan" ucap Dea


"gak kepikiran gue"


merekapun membeli berbagai macam makanan dan minuman untuk stok di kontrakan.


di saat mereka di kasir


sifa melihat laki laki yang dia temui di lampu merah tadi pagi.


"Hay...." sapa Sifa


"hay" sapa balik laki laki itu


"ora takok" ucap lelaki itu lalu pergi


"eh kok pergi sih, Dea...tadi dia ngomong apa" tanya Sifa pada Dea


"emang lu kira gue orang Jawa"


di sisi lain


yang di kontrakan lama sekali menunggu Sifa dan dea.


waktu itu nadin menatap ke arah pohon mangga, tiba tiba Nadin menggumam dengan suara aneh

__ADS_1


"oleh melok kumpul pora, aku luweh ndikik manggon Ning kene, Ojo Sampek we nggae kesalahan sing marai aku nesu, lek Ra we roh akibate" gumam Nadin dengan lirih


dan hanya tipah yang mendengar karena tipah berada di samping Nadin


"kesurupan ni anak, kebiasaan" gumam tipah lalu mencet jempol nya Nadin sambil membaca ayat Al Qur'an


setelah itu Nadin pun tersadar dari kesurupan nya, Alhamdulillah nya kesurupan kali ini masih kalem jadi gak semua orang heboh.


tiba tiba Sifa dan Dea sudah kembali ke kontrakan, mereka melanjutkan bakar bakar lalu makan bareng


"kadang aku mikir kenapa upacara di lakukan hari Senin padahal Indonesia merdeka itu hari Jum'at" celoteh salsa dengan polos nya sambil makan jagung


"Jum'at itu jadwalnya padat sa, ya kalik hari hari Jum'at upacara terus pelajaran nya kapan, belum nanti kepotong sholat Jumat" ucap Dea


"bener tu, tapi gays ini sedikit melenceng ni dari pembahasan kita....di Indonesia sistim pemerintahan sudah menegaskan bahwa pendidikan itu tidak di pungut SPP, gak perlu dong sebulan bayan kecuali sekolah swasta karena itu bukan tanggung jawab pemerintah...pertanyaan nya kenapa sekolah yang status nya udah negri masih ada beberapa yang di suruh bayar per bulan dengan alasan itu infak atau jariah...hal seperti itu pembohongan gak sih" jelas Nadin


"nah aku juga pernah mikirin itu tapi bisa jadi sih uang atas nama jariah atau infak itu untuk guru, karena gaji guru cuma sedikit kan" jawab sifa


"sebenernya hal itu gak salah sih yang salah itu sistim pembohongan dengan ganti nama SPP menjadi infak jariah, kalau memang guru ingin mendapatkan gaji yang lebih layak harusnya jujur aja, per bulan suruh bayar se ikhlas nya untuk tambahan gaji guru" ucap salsa


"setuju.....aku setuju dengan pendapat tipah...kita terlalu egois hanya berfikir dari salah satu sudut, kalau memang kita gak bisa jadi penengah lebih baik diam....ini bukan tentang penyalah gunaaan pendapat tapi ini tentang gimana caranya memperbaiki keadaan, dan itu tugas kita, jangan sampai apa yang kita utarakan malah memperburuk keadaan" sahut kak Zul


***prok prok prok prok***


terdengar suara tepuk tangan dari mama nya Dea "ketika para mahasiswa debat, hebat hebat"


neks


ke esokan harinya sekitar jam 7, Nadin sudah bersiap siap untuk kuliah karena jam 8 nan ada jadwal.


namun dia heran kenapa tipah dari habis sholat subuh masih tidur


bahkan di suruh sarapan pun dia gak mau


kemudian Nadin ngecek kening tipah dan ternyata dia lagi demam


Nadin kemudian mengambil air dingin untuk kompres dan juga sarapan di piring

__ADS_1


Nadin membangunkan tipah dan menyuapi makan.


"kamu tu kalau gak enak badan ngomong aja gak usah di Pendem sendiri sakitnya" ucap Nadin sambil nyuapin tipah


tipah tak menjawab omongan Nadin


"badan kamu panas banget tau, nanti habis pulang kuliah aku beliin obat...sabar ya" ucap Nadin


"udah Din" ucap tipah


"ini masih banyak loh, baru 5 suap, satu lagi ya" sahut Nadin


"aku gak selera makan" ucap tipah


kemudian Nadin mengompres kening tipah dengan air dingin


"panas itu datang nya dari api neraka mangkanya madamin nya pakek air dingin" ucap Nadin


setelah itu Nadin buru buru berangkat untuk menghindari macet di jalan


waktu itu Sifa tak sengaja menyenggol suatu kotak di atas lemari saat dia ingin mengambil koper, karena ada barang yang ternyata belum dia keluarin dari koper.


kotak itu kemudian jatuh.


sifa yang penasaran dengan kotak itu langsung membuka nya.


dia terkejut saat tau isi kotak nya adalah sebuah foto bayi yang sama persis dengan diri nya di waktu bayi, Sifa kemudian membandingkan foto dirinya waktu kecil di hp dengan foto itu


dan wajahnya bener bener mirip


"ini gak mungkin aku sih, pasti kebetulan doang" gumam Sifa


lalu Sifa menemukan sebuah kertas yang bertulisan


***jalan***no*** jogjakarta


"apa aku tanya pemilik kontrakan ini ya, eh mending aku tanya dulu ke kak Resty atau kak Zul siapa tau mereka bisa ngasih petunjuk"

__ADS_1


__ADS_2