
“nah la,sekarang kamu udah bisa,akord c, sekarang kamu coba sendiri,aku yang dengerin”ucap agra.
“iya agaa siap,nanti kalau salah benerin ya”jawabku.
“iya la,pasti”ucap agra.
Aku pun mulai memainkan gitar,tetapi waktu aku baru memulainya, jari telunjuk ku berdarah,karena terlalu kuat memetik senar .
“Aduhhh!!”ucapku dengan spontan.
“eh,kenapa la? Sini aga liat”ucap agra yang terlihat khawatir dan spontan memeriksa tangan ku.
“yah berdarahnya banyak la,bentar ya,aga beli plester dulu”ucap agra yang langsung lari membeli plester di warung sebrang taman.
“Sini mana tangannya,aga pakein ini”ucap agra yang baru dari warung,dia benar benar terlihat khawatir,padahal menurutku,luka ku tidak separah itu.
“aga,makasih ya,sebelumnya aku gapernah ada yang merhatiin sampe segininya,bahkan aga orang pertama yang masang plester di tangan aku”ucapku yang reflek tiba tiba berbicara seperti itu sambil menatap agra.
“iya sama sama la,jujur aja aga baru pertama kali juga masangin plester untuk orang lain”jawab agra.
“yap,berarti aku orang pertama ya ga”ucapku sambil tersenyum ke agra sambil sedikit menggodanya.
“iyaiya, la,terserah kamu deh,eh iya la,kayanya senarnya harus diganti deh”ucap agra yang terlihat malu dan langsung mengalihkan topik, disini pipinya benar benar memerah,tapi aku tidak menggodanya lagi,karena takut dia marah,taukan agra orang nya kaya gimana,hmmm.
“Iya deh aga,nanti aku beli senarnya di toko gitar sebrang sekolah”ucapku.
“tapi senar yang bagus gaada disitu la”jawab agra.
“emang harus senar apa aga?emang setiap senar beda ya?”tanyaku ke agra.
“iya la,kamu harus pake senar D’addario,itu senar yang paling lembut”ucap agra.
“oh iya deh,nanti aku nyari senar itu”ucapku.
“hayu sama aga aja,aga juga mau beli senar baru”ajak agra.
“iya aga kalau gitu,kapan kita kesananya?”tanyaku.
“Emmm,besok aja gimana?pulang sekolah”ucap agra.
“oke agaa”jawabku.
Saat itu,kenapa rasanya waktu gamau cepat berlalu,baru pertama kalinya aku merasa seperti ini,apalagi waktu agra membalut tangan ku yang luka,jantung ku tiba tiba berdetak kencang,ini pertama kalinya aku merasakan hal ini.
Cuaca yang mendung dan angin yang kencang membuat suasana jadi lebih terasa.
“darrrrr”tiba tiba ada suara petir,aku sangat kaget,dan aku reflek tiba tiba langsung meluk agra.
“Ahhhhh!agaa,takuttt”ucapku yang memang aku itu takut banget sama petir.
Aga tidak melepaskan ku dari pelukannya,mungkin karena dia kasihan melihat ku yang ketakutan dengan suara petir.
“la,jangan takut ya,itu cuman suara petir ko,lagian gaakan nyambar kamu”ucap agra yang aga mengejek ku.
__ADS_1
Aku pun sadar ternyata aku meluk agra,aku langsung melepas pelukan ku,disitu aku bener bener malu.
“m-maaf ga,aku ga bermaksud apa apa ko”ucap ku yang begitu malu.
“tenang aja lagian,itu kan reflek karena kamu takut,tapi ko merah ya muka kamu,baper ya?hahhahaha”ucap agra yang meledek ku.
“Apasih aga ih,eh iya ga jadi besok aja ya,kita bikin vidionya”ucapku yang mengalihkan pembicaraan.
“iya laaa,siappp”jawab agra.
Angin semakin kencang,tiba tiba turun hujan,aku dan agra pun lari untuk mencari tempat teduh
Akhirnya kita meneduh di warung sebrang taman.
Cuacanya sangat dingin,hujan semakin besar,mana aku lupa tidak membawa jaket.
“La,kamu kedinginan ya”ucap agra yang melihatku menggigil kedinginan.
“hhe iya ga”jawabku.
Agra tiba tiba melepas jaket nya.
“ini la,pake jaket aga aja”ucap agra sambil memberikan jaketnya padaku.
“ngga aga,pake aja sama aga,liat muka aga pucet banget gitu,aga beneran gapapa kan?”jawabku yang khawatir melihat kondisi agra.
“engga,aga gak kenapa kenapa ko,aslian,nih pake cepet”ucap agra yang meyakin kan ku.
“oke deh aga,aku pake yaa,makasih ga”jawabku.
“aga,kamu pucet banget”tanya ku ke agra yang sangat khawatir.
“udah biasa ko la,emang suka gini,jangan khawatir,ini cuman gak enak badan aja ko”jawab agra.
“aga,kita pulang aja yu,kita kan naik mobil ini,aku beneran takut kamu kenapa kenapa,aku yang nyetir deh”ucapku.
“yaelah emang bisa wlee”ucap agra yang mengejekku.
“bisa aga ayo cepet”ucapku.
Tanpa basa basi aku menarik tangan agra untuk berlari ke mobil,sesampainya di mobil……
“Eh la,kepala aga pusing,aga kaya mau pingsan”ucap aga.
Setelah mengucapkan itu agra benar benar pingsan,disitu aku sangat panik,tak terasa akupun menangis karena takut agra ga bangun lagi,tapi gak lama dari itu…..
“duarrrr”ucap agra yang mengejutkan ku.
“aga cuman boongan pingsan wleee,rasain wleee”ucap agra yang menyebalkan karena telah membohongiku.
“apaansih aga! Bener bener gak lucu!”ucapku,aku marah pada agra ,aku malas bicara sama dia lagi,aku benar benar ketakutan saat agra pingsan,tapi dia malah mempermain kan ku.
“ehemm,jangan marah dong,maafin aga yaa,plisss”ucap agra yang membujuk ku.
__ADS_1
Aku kasian dengan agra yang sampai memohon untuk di maafkan.
“aku ga marah ko ga,aku cuman bener bener takut kamu kenapa napa”ucapku.
“iya deh,maafin aga ya,aga gak akan gitu lagi,janji”ucap agra.
“janji ya aga ,sini mana jari kelingkingnya,kamu harus bener bener janji”ucapku.
“oke deh janji”jawab agra.
Kami pun menuju rumah,suasana malam ini begitu sejuk,karena hujan sudah reda,bulan begitu bersinar di malam ini,agra tertidur di dalam mobil,mungkin dia lelah,tapi aku bersyukur wajah agra sudah tidak pucat seperti tadi.
Tak terasa sudah sampai depan rumah agra,aku mengantarkan agra pulang,aku pun membangun kan agra.
“aga bangun yu,udah nyampe rumah aga nih,benerkan ini rumah aga?”ucapku.
“iya la,yu masuk dulu ke rumah aga,baju kamu basah tuh,ganti dulu aja pake baju ibu aga”ucap agra.
“emmm maaf ga, ini udah malem,lain kali aja ya aku ke rumah aga nya,soalnya adik ku di rumah sendiri,jadi kasian pasti dia nunggu”ucapku.
“oke,kalau gitu agra anter ya”ucap agra.
“gausah ga,kamu istirahat aja,aku pulang bareng adit kebetulan aldi baru pulang dari rumah temennya”jawabku.
“aldi?siapa?”ucap agra yang langsung berubah menjadi jutek.
"Aldi itu temen masa kecil ku ga,dia itu pindah ke Jakarta,sekarang lagi main ke Bandung,tadi waktu di mobil Aldi wa aku,eh ternyata Aldi lagi ada di Deket rumah kamu,jadi aku minta jemput sama Aldi"jawabku.
"hmmm oke deh"ucap Agra yang memasang muka cuek.
tak lama dari itu Aldi sampai depan rumah Agra
"Lala,yu pulang"ajak Aldi.
"iya,dit hayu,eh bentar sini dulu,ini namanya Adit,ga"ucapku yang memperkenalkan Aldi pada Agra.
"oke,gue Agra"ucap Agra yang memasang muka dingin.
"hai Agra salken ya"ucap Adit sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
tapi Agra tidak menjabat tangannya,dia hanya bilang.
"oke kalau gitu,gue duluan"kata Agra ke adit.
Aldi hanya membalasnya dengan senyuman,
"hati hati ya la"ucap Agra yang langsung pergi tanpa mengatakan apapun
"oke ga,aga istirahat ya yang banyak,langsung tidur"ucapku
Agra hanya membalasnya dengan lambaian tangan,hmmm aku merasa aneh,Agra tiba tiba menjadi cuek seperti itu.
"eh dit ayo pulang sekarang"ucapku
__ADS_1
"iya Lala,ayo"jawab adit
aku naik ke motor Adit,kita pun pulang menuju rumah.