A Bounty Hunter

A Bounty Hunter
BAB 4 : PILIHAN YANG SULIT


__ADS_3

Setelah aku menekan tombol lawan.. dan inilah yang terjadi...


**bruk.. Suaranya seperti ada yang terjatuh di ruang tamu**..


**Gulp... Aku menelan ludah .. Berusaha untuk sesenyap mungkin**..


(dalam hati : uh? ada apa dengan itu? apakah seseorang berusaha menyabotase rumahku? Gawat jika mereka mencuri sesuatu di rumahku.. aku harus mencoba untuk tidak bersuara!) aku lansung bersembunyi di balik selimut ku saat suara itu mendekat...


...**krek... suara pintu terbuka dan ada sesosok wanita yang tidak di kenali namun aku hanya melihat mata merah yang bersinar dan saat Lampu di nyalakan oleh sosok itu**...


**klick... aku dapat melihatnya dengan jelas.. seorang wanita dengan pakaian mirip dengan pria misterius yang baru saja ku temui menambah rasa ketakutan ku**..


"hm? Apakah rumah ini tak ada seorang pun?" ucap gadis misterius itu..


(dalam hati : aku harus bagaimana? Apakah aku perlu bicara? Tidak. tidak.. tapi bagaimana jika ia membunuhku? ah kendalikan pikiran ku!! aku akan bicara!!) aku tiba-tiba membuka selimut ku dengan senyum manis dan betapa terkejutnya wanita misterius itu.. Hingga melompat mundur dari tempat ku berada

__ADS_1


**boing! Boing! Dadanya memantul saat ia melompat mundur.. Dan aku lansung menutupi mata ku dari melihat sesuatu yang dapat menganggu pikiranku, tapi wanita misterius itu sadar dan lansung menutupi dadanya dariku**


"ah maafkan aku nona.. Aku tak bermaksud menakutimu.. Namaku houko.. Salam kenal!! Aku seorang pria pengangguran" ujarku dengan nada sopan dan ramah..untuk tidak membuat nya takut..meski sulit melupakan ukurannya


"ah tidak masalah pemain 787.. Kamu tak salah apapun, ini murni karena aku tak tahu kamu di sana" ujar nona misterius yang mulai tersenyum " omong-omong namaku Kasin.. Pemain 687. Mohon kerjasamanya!!"


(dalam hati : ah ? jadi namanya Kasin? Wah dia terlihat cantik.. Mungkin dia tipeku? Haha apa yang ku pikirkan sih?! tapi.. Kurasa dia memang cantik.. Maksudku - lihat lah bulu mata yang lentik.. mata merahnya yang indah.. Rambut pirang panjangnya.. Dan tubuh yang terlihat seksi.. Aku penasaran, apakah dia punya pacar? Karena jika pria memiliki wanita seperti dia.. Mungkin akan sangat bahagia terutama ukurannya.. Tunggu- apakah itu F-cup? atau e-cup? tapi kurasa itu bukan masalahnya sekarang) aku tenggelam dalam pikiran ku.. Sambil memandangi Kasin dengan mata kagum


Kasin memandangiku ku dengan heran dan mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arahku "hei houko~ kenapa kamu memandangiku seperti itu?" ucapnya dengan nada malu-malu dan aku bisa melihat Pipinya memerah.. Serta aroma tubuhnya yang mulai tercium olehku..


"kamu boleh bertanya apapun padaku, pemain 787.. Sekarang apakah kamu memiliki pertanyaan?" ujar kasin


"apa pekerjaan mu? Dan dimana kamu tinggal? dan berapa umurmu?" aku begitu bersemangat hingga bertanya begitu banyak.. Lalu Kasin menghela nafas mulai memberitahu ku segalanya


**Setelah menghabiskan waktu selama 4 menit Kasin memberikan ku jawaban , aku langsung terkejut dan bertanya lagi**

__ADS_1


"apa ? Kamu dari pemburu bayaran? Tapi kenapa ?? Bukankah pekerjaan ini tidak cocok dengan mu? Kenapa tidak memilih untuk menjadi pekerja kantoran saja? Maksudku.. Kamu bahkan bisa mendapatkan apapun dengan bakatmu daripada hanya menjadi pemburu bayaran yang tidak memerlukan keahlian" jawabku dengan pertanyaan yang membingungkan.. Dan Kasin hanya menjawab sembari tersenyum...


"ini bukan urusanmu.. kamu seenaknya bicara seperti itu.. Seolah-olah kamu bisa menghadapi semuanya bukan? Memangnya hidup ini tidak butuh uang ?!!! Hah?!! Jawab aku!!!" bentak Kasin dengan nada yang begitu keras hingga membuat ku berpikir ulang.. Dan diam.. kurasa kata-kata kasin ada benarnya..


Lagipula mana mungkin ada orang baik yang mau memperkerjakan orang-orang tidak memiliki bakat.. kepintaran.. Keahlian.. Bahkan keberuntungan dengan sukarela... Tapi bagiku cara ini salah aku harus membenarkannya!... Dan Aku pun langsung angkat bicara untuk meluruskan pendapat Kasin


"aku paham kalau uang sulit di cari.. tapi bukankah kamu perlu berusaha keras? maksudku.. aku mengerti kamu tak di hargai. aku mengerti kamu tak bisa melakukan apapun, tapi tak harus dengan cara yang buruk bukan?" aku menghela nafas dalam-dalam melanjutkan bicara "kamu mengerti maksudku? Jika kamu di tolak.. Kamu bisa pergi ke kantor lainnya.. tanpa harus melakukan kejahatan.. Kenapa kamu tak melakukannya? dan semua orang bisa melakukannya.. jika mereka mau berusaha.." ucapku sambil tersenyum cerah untuk membangkitkan semangat kasin.. namun justru itu membuat Kasin semakin kesal


"mudah sekali mengatakan hal itu dasar budak korporat... !!! nyenye~ aku mengerti.. Aku paham.." ujar Kasin dengan nada mengejek "bajingan dengan itu semua!! Maksudku.. Kamu hanya hidup untuk duduk diam .. Dan tak mengerjakan apapun selain mengerjakan kertas-kertas yang bertumpuk-tumpuk.. kamu merasa kamu memahami ku? Persetan dengan itu semua!! Kalau kau hidup di posisiku... Mungkin kau akan lansung menyerah, tapi.. apapun itu.. pilihan ada di tanganmu" tanpa aku sadari Kasin seketika mengeluarkan pisau yang ia sembunyikan di saku celana nya.. Dengan nada gemetar dan takut.. Seluruh tubuhku tak bisa bergerak.. Hanya memandangi Kasin dengan mata penuh teror


"a-apa yang akan kamu lakukan? J-jangan mendekat!!! Pergi !!" ucapku dengan nada takut seperti melihat hantu


"hahaha betapa naifnya kamu.. tapi sayang sekali- kamu akan berakhir di tanganku!!" ia mulai berlari ke arahku dan ingin menusuk perutku.. Tapi sebelum ia berhasil melakukan nya.. Ponselku menyala


kring.. Kring.. Suara alarm di ponselku bunyi di waktu yang tidak tepat , tapi itu membuat Kasin berhenti saat bilah tajam pisau hanya mengenai bajuku dan aku hampir mati

__ADS_1


...>>>>>>>>>>>>>>>>bersambung kawan<<<<<<<<<<<<<<<...


__ADS_2