
Setelah menghabiskan beberapa waktu berpelukan.. Aku melepaskan pelukan Kasin
"ah maaf Kasin.. tapi bisakah kamu membantuku melepaskan borgol ini?" kataku . dan memperlihatkan tanganku yang sedang dalam kondisi di borgol.. Tapi, Kasin dengan senang hati membantuku...
"tentu ! untuk pria ku yang berharga ~" kemudian Kasin merogoh sakunya.. Lalu mendapat kunci yang bisa membuka segala jenis borgol
Kasin lansung membuka borgol dan aku pun tersenyum puas "wah.. Lumayan.. kalau begitu.. Lain kali aku akan mengandalkan mu lagi ! Hehe" aku tertawa kecil
Pipi Kasin lansung memerah dan memalingkan sedikit wajahnya dariku "jangan salah paham houko bodoh!! Aku melakukan ini hanya karena kamu rekan ku! Bukan orang yang spesial!" jawabnya dengan nada malu-malu dan bahkan.. aku mulai terbiasa dengan sikapnya dan karakteristik nya.. Aku pun hanya tersenyum memandangi nya
"huh? Ada apa dengan mu? kenapa kau terus menatapku seperti itu??!"
****perlahan aku mendekat lalu mencium bibir lembut Kasin tanpa memberitahu nya... Ini pertama kalinya aku melakukannya.. tapi mungkin ini juga pertama kalinya bagi kasin? Aku tak masalah lagipula dia gadis imut****
"mmm~" Kasin mendengkur bahagia saat setelah di cium olehku dan tampaknya tidak menolaknya.. Sebaliknya ia bilang.. "ah akhirnya!! Apakah kamu hilang ingatan? Kenapa kamu terlihat lebih - lebih maskulin.. dan peka?" tanya Kasin.. Dengan nada kagum Dan semakin dekat dengan ku
"ah maaf.. aku hanya merubah nasibku.. Lagipula-" sebelum menyelesaikan kata-kata ku.. Aku pun mengelus pipi kasih dengan lembut.. Dan perlahan... Dan melanjutkan kata-kata ku kali ini dengan nada merayu dan lebih menggoda "aku hanya ingin menjadi idaman bagi para wanita... Itu saja~"
Aku terkekeh... Melihat wajah Kasin yang begitu memerah karena malu.. tapi juga terlihat imut di waktu yang sama (dalam hati : wah.. Aku tau sifat gadis ini.. kurasa aku bisa bermain dengannya)
Kasin kali ini begitu memerah.. Bahkan ia kesulitan untuk berbicara "a-aku" ujarnya yang kali ini terbata-bata.. Lalu ia menghela nafas dalam-dalam meski detak jantung nya masih berdetak lebih kencang dari sebelumnya... "aku senang kamu akhirnya peka.. Tapi-" nadanya berubah menjadi kesal dan memukul kepala ku di saat aku lengah
****BUK****!!
Aku mulai merasa sedikit pusing saat dia mengambil kesempatan untuk memukulku.. "ah.. kamu curang!" kataku dengan nada main-main "haha" lalu aku tersenyum cerah .. Mengetahui bahwa Kasin masih sama seperti biasanya...
__ADS_1
Kasin melihat sekeliling dan berbisik dengan nada waspada " kita harus keluar dari sini.... Sebelum ada yang masuk!!" ucap Kasin dan mulai berjalan di depan menuntunku ke pintu keluar... tapi sayangnya.. Saat aku mencoba mengikuti.. Kaki tersandung benda yang tidak aku sadari.. Aku langsung menutup mulutku untuk sementara waktu setelah mendengar langkah kaki mulai terdengar
****DEG.. DEG.. DEG.. detak jantung ku berdetak sangat kencang dan gelisah jika ada yang berjalan masuk ke ruangan ku.. Tapi sebelum sempat untuk mengintip orang yang mau masuk ke ruangan ku Kasin menarikku untuk sembunyi di lemari besi****..
"sshhhh.. Jangan berisik" bisik Kasin.. Aku dan Kasin berduaan bersembunyi di dalam lemari besi . namun.. Ini terlalu dekat
wajahku memerah karena Kasin berada sangat dekat dengan ku (dalam hati: uhh.. Wajah Kasin hanya tinggal beberapa inci saja dariku.. Dan.. Sepertinya Kasin tidak menyadarinya.. Tunggu- dia ?) aku tersenyum ramah saat melihat pipi Kasin memerah
****ngik... pintu besi di buka dan nampak 2 orang pengawas yang memeriksa ruangan ku.. Untung mereka tak menyadari ku di sana... tapi . Bukan itu masalah utamanya****...
Aku gak sengaja menyentuh bagian sensitif nya "nggghhh~" Kasin mengerang di waktu yang tidak tepat.. Dan tiba tiba para pengawas mulai melihat sekeliling
"siapa di sana??" ucap pengawas 1.. "aneh.. Aku baru saja mendengar suara di sini" ujarnya kali ini dengan nada takut
"ah kamu mungkin halusinasi.. Maksudku - bisa saja mereka tak ada di sini dah dipindahkan di ruangan lainnya?" kata pengawas 2
(dalam hati : ini saatnya!) aku dan Kasin keluar dari lemari besi
"fyuh.." aku menghela nafas lega "syukurlah... Kalau begitu.. Ayo ! kita pergi -" kataku dengan nada mengajak.. namun aku tak menyadari kalau Kasin terus memerhatikan ku dengan pipi yang memerah..
"u-umm.." Kasin hanya mengangguk kemudian aku pun memimpin jalan keluar sedangkan ia mengikuti ku dari belakang...
******TAPI SEMUANYA TAK BERAKHIR BEGITU SAJA. TEPAT SAAT BERADA DI UJUNG JALAN KELUAR... SUDAH ADA LELAKI YANG MERUPAKAN BOSKU DUDUK DI DEPAN PINTU******...
aku menoleh ke arah Kasin "aku tahu jalannya.. Ikuti aku" ucap kasin dengan percaya diri dan ia berjalan pergi ke suatu tempat keluar namun hanya dia yang tahu . Aku pun mengikuti nya dan pergi dengan nya hingga keluar..
__ADS_1
"akhirnya!! Terimakasih telah menolongku.." kataku yang mulai merasa bahagia sudah berada di luar...
"tentu saja~ apapun untuk pria ku" ucap Kasin dengan nada penuh perhatian dan kemudian berbalik "aku pergi dulu ya~" kata Kasin dan mulai berjalan pergi... tanpa berkata-kata lagi
"huh.. Aku heran .. Tapi sepertinya itu merupakan keahliannya karena ia juga seorang pemburu bayaran seperti ku... " aku terkekeh pada diriku sendiri lalu aku ingat sesuatu "ah!! Iya.. Benar juga.. Aku harus menyelesaikan misi-misi ku" ucapku dengan tergesa pergi ke arah yang tidak ku tahu ..
******Aku membuka ponselku dan memeriksa tugas yang terdapat... Berikut tugasnya : ******
******1. menumpaskan segala bentuk perlakuan kasar... ******
******2. menangkap orang yang korup******
******3. belum tersedia******....
"apa?!! Kenapa dengan opsi-opsi ini? Ah membosankan.. Terlalu membosankan" aku kemudian memutuskan untuk menyelesaikan nya dengan segera meski sedikit melelahkan dan jenuh....
Beberapa saat setelah mengerjakan nya.. Aku pulang ke rumah dan memejamkan mataku untuk tidur Segera... Zzz.... dengkurku saat sudah begitu lelah di kasur.. Tapi aku masih perlu bangun.. terutama masih ada masalah yang perlu ku tangani.. yaitu ... 'kedatangan orang asing'
"wah-wah.. Rumah ini lumayan bagus" ujar pria berjubah putih serta ia memakai masker muka sehingga aku sulit melihat wajahnya.. Mungkin dia orang kiriman?
"hei.. Kamu houko?" kata pria berjubah putih
(dalam hati : siapa orang ini? Kenapa dia bisa masuk ke rumahku secara diam-diam?) aku terus memikirkan berbagai kemungkinan.. Hingga terasa bahwa tubuhku bermandikan oleh keringat dingin...
"tidak mau menjawab ya?" pria berjubah berjalan semakin mendekat dan mengelus tubuhku .. Tatapannya menyala di hamparan kegelapan kamarku . Dengan nada yang sangat mengintimidasi... "jawab aku!!! Nasibmu ada di tanganku! Hahaha" katanya dengan tawa jahat dan senyum nya yang mengerikan
__ADS_1
******aku terus merasa merinding.. Hingga aku tak berani bergerak sedikit pun.. sampai aku melambatkan nafasku.. Supaya aku aman.. Tapi tampaknya.. Itu tak membantuku sama sekali******-
...>>>>>>>>>>>>>>>>>>bersambung kawan<<<<<<<<<<<<<<...