
(dalam hati : gawat.. Aku harus bagaimana? Dia sudah di dekat ku.. Bahkan aku tak bisa bergerak sedikit pun) aku tetap diam untuk sementara waktu.. dan terus memikirkan cara supaya bisa lari..
"hei.. Houko !! Kamu tuli ya?" ujar pria berjubah putih dan mulai menjambak rambut ku dengan begitu kuat
"culun!" katanya dengan nada mengejek.. Karena aku tak bisa menerima itu. Aku pun membalasnya dengan mencengkram kerah bajunya begitu kuat
"siapa kau? Beraninya kau menyelinap masuk ke rumahku" ujar ku yang sudah muak...
"hei- hei tenanglah ~ aku Hanya ingin memeriksa anggota dari organisasi pembunuh bayaran... Haha" kata pria berjubah putih dan gaya bicaranya yang begitu lancar.. Mungkin aku bisa kalah soal ini? Kemudian aku pun memberanikan diri
"kamu tahu organisasi ku? Sejak kapan?" tatapanku menjadi sangat serius...
"hahaha.. Rahasia~" jawab pria berjubah putih.. Yang tak mau memberikan ku jawaban sama sekali.. tapi - penampilan nya mirip dengan seseorang yang masuk dalam target buruanku.. apa jangan-jangan?!! Aku terus berpikir dan mencoba meraih ponselku
"opss.. Apa yang mau kamu lakukan?" ucap pria berjubah putih dan mengambil ponselku sebelum aku dapat menyentuhnya.. "hahaha benda ini ? Kamu pikir aku akan membiarkan mu menggunakan benda berharga mu? Jangan mimpi!!" ujarnya dan melempar ponsel genggamku ke arah yang jauh.. Tapi untungnya aku menangkap nya sebelum jatuh ke lantai dan hancur..
"wah-wah kamu lumayan juga ya? Hahaha.. Menarik.. Tak heran kenapa banyak orang yang tertarik untuk menjadikan mu anggota" kemudian pria berjubah putih itu mendekat.. Dan di waktu yang bersamaan aku segera mengeluarkan pisau dari sakuku
"rasakan ini!!!" aku mencoba menusuk pria berjubah putih.. Tapi sepertinya - aku gagal..
"huh?" menangkis serangan dan mematahkan tulang-tulang mu "ARGGHHH!!!" aku menjerit kesakitan
******kretek.. kretek. aku merasa kalau seluruh tulang ku hampir patah******..
"sialan!!!" ucapku dengan penuh kebencian... Dan mulai melawan tapi tampaknya pria berjubah putih itu begitu kuat dariku sehingga aku harus menerima kesakitan
******pria berjubah putih itu mengeluarkan pistol dari sakunya******
(dalam hati : untuk apa itu? gawat! Gawat!) aku bangkit dan mencekik leher penyusup itu... Hingga orang itu merasa kesulitan bernafas
"gahh!! Lepaskan!!! Lepaskan!!" terengah-engah.. pria berjubah putih itu mulai memberontak.. Hingga akhirnya... Pria itu pingsan-..
"haha! Rasakan itu! Salahmu karena kau salah target" aku tertawa untuk merayakan keberhasilan ku dan mengecek ponselku...
notif : SELAMAT!! MISI KAMU BERHASIL!!
"gahahah!!.. Sudah ku duga ini semudah mengerjakan soal pelajaran.. hm.. Sekarang aku harus melihat apakah dia mati?" aku membuka tudung nya.. Dan alangkah terkejutnya aku... Rupanya itu adalah temanku...
__ADS_1
(dalam hati : aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana?) pikiranku mulai kacau.. pusing.. Dan tanpa sadar tubuh ku tumbang ke tanah...
(dimana aku? kenapa aku lupa?) aku perlahan tenggelam dalam mimpiku... Dan hanya bisa melihat sosok.. YANG CERIA
Flasback 10 tahun yang lalu.....
"hei.. saat sudah lulus nanti... Kamu mau apa?" kata temanku
"untuk saat ini.. Mungkin aku bakal lansung bekerja.. Dan menikahi gadis impianku!" kataku dengan senyuman hangat
seorang gadis cantik melewati kami... Di saat itu pun aku memandangi gadis itu dengan sedikit rona merah.. Di pipiku....
"ah.. jadi itu gadis impianmu? tapi kalau di pikir-pikir seleramu lumayan juga" ucap temanku dan tertawa kecil
"huh? Kedengarannya sulit ya?" ucap ku yang mulai cemas "tidak! Haha!" ucap teman ku .. Kemudian la menepuk bahuku untuk menghibur ku....
"u-uh..." aku mengangguk.. Dan tersenyum cerah
"hei berjanjilah! Kita akan bertemu lagi setelah lulus oke?" temanku mengulurkan jari kelingking untuk mengunci janji
PANDANGANKU MENJADI BURAM... DI SAAT ITU PIKIRAN KU MULAI BERBICARA SENDIRI... SEOLAH-OLAH AKU BERMIMPI....
(pikiran ku : apa-apaan sih ? Kenapa ada ingatan yang tidak ku ketahui? aku.. Aku harus bangun!) aku berusaha Berdiri.. Tapi sepertinya aku terjebak dalam mimpiku.. saat aku bangun... itu... Terasa sangat nyata... Lalu aku menyentuh kening pria berjubah yang adalah temanku...
"maafkan aku.. Maafkan aku tak menyadarinya dari awal!! Hiks.. Hiks..." aku menangis.. Mengingat janji yang pernah ia katakan dari dulu...
Namun.. Aku lengah... Dan di todongkan pistol dari orang lain yang secara kebetulan merupakan rekan dari teman lamaku atau pria berjubah putih...
"jauhi tanganmu... Atau mati" kata rekan pria berjubah putih ..
**AKU MENGANGKAT TANGANKU.. DAN BERBALIK**
"huh.. Aku tak melakukan apapun! Tolong maafkan aku!" kataku yang mulai menangis . sementara rekan pria berjubah putih masih menodongkan pistol ke kepalaku...
"kamu -..." pria asing itu berpikir sejenak... Dan seringai licik terbentuk di wajahnya.. Ia sedikit tertarik untuk mengujiku "pemain 787? Benar?"
"u-uhm.. Kenapa kau tahu?" tanyaku dengan penasaran karena akhir-akhir ini banyak orang memanggil ku seperti itu...
__ADS_1
"wah.. Wah... aku tak menduga bisa bertemu dengan mu di sini" kata pria itu.. Masih memegang pistol
**Aku perlahan mundur.. Dan berusaha mengambil sesuatu untuk melawan . Namun.. pria itu menyadariku** ..
"apa yang mau kau lakukan? hm?" kata pria itu
"aku.. Akan melawanmu!" aku segera mengambil pisau dari meja dan berlari ke arah pria itu untuk menusuk perutnya... Namun tanganku di cengkram dengan begitu erat.. Sehingga aku sulit bergerak..
"sial!! Sialan kau!!" aku berusaha melawan.. Tapi cengkraman nya begitu kuat..
"hm? Kami mau apa dengan itu? Haha!" tanpa pria itu Sadari.. Sudah ada pemburu bayaran di belakang nya dan menusuknya dengan pedang "gahh!!" pria itu muntah darah saat perutnya bolong karena pisau...
"kau tak menyadariku ? Bahkan seorang pemburu tak akan menunjukkan taringnya" ujar Kazuki.. pemain ke 424...
"terimakasih Kazuki .. " terengah-engah... Karena aku mengeluarkan begitu banyak tenaga... "omong-omong siapa kamu?" tanyaku
"aku? Aku kazuki... Pria peringkat ke 7 dalam bidang intelijen.. " kazuki menjawab dengan nada bangga dan senyum ramah "omong-omong siapa kamu?" tanya Kazuki padaku
"aku? hm... namaku houko.. dulu aku mantan perusahaan... Tapi sekarang aku menjadi pemburu bayaran" jawabku dengan sedikit gugup
"kalau begitu kita teman!" tanpa pikir panjang.. Kazuki memelukku dengan erat dan nadanya begitu ramah.. Lalu menyadari pria berjubah putih
"siapa dia?" tanya Kazuki sambil menilai pria berjubah putih.. Tatapannya kini menjadi waspada dan bahkan.. Berbeda 45°.. Dia juga sudah menyiapkan pisau
"ah dia.. Dia temanku.." kataku dengan senyuman.. lalu aku berjalan mendekat ke arah pri berjubah putih "sebenarnya.. Dia orang-" saat aku mulai memperkenalkan pria berjubah putih pada Kazuki bahwa pria itu adalah temanku.. Temanku bangun dan mengambil pistol...lalu mengarahkannya padaku tanpa ragu
"jangan bergerak! Atau kalian dia akan mati" kata temanku.. Yang menyandera ku
"ah.. Sial.. Aku harusnya menduga ini dari awal..." kata Kazuki dan mulai berjalan ke arahku untuk menyelamatkan ku..
"diam!! Atau-" temanku menarik pelatuknya.. Tepat pada kepalaku...
**DOR.. DOR... DOR.. DOR**... 7 tembakan peluru mengenai organ ku...
SONTAK.. PANDANGAN KU MENJADI KABUR .. DAN AKU PUN AKHIRNYA - MATI .. JATUH TAK SADARKAN DIRI KE LANTAI
>>>>>>>>>>>>>>bersambung kawan<<<<<<<<<<<<<<<<<<
__ADS_1