
"eh tuan? Kamu masih hidup?" ucap mbak muda yang menggoyangkan-goyangkan tubuhku untuk mengecek ku sadar atau tidak
(dalam hati : apakah dia targetnya? Tapi tidak mungkin... Bahkan dia berpenampilan rapih dan cantik... Huh.. Apakah aku perlu memeriksa nya) aku perlahan mengangkat bahuku dan menghela nafas dalam-dalam..
"halo nona ~ apakah kamu jalan sendirian di tempat ini?" ucapku dengan nada menggoda sembari menepuk bahu nona itu.. tapi yang ku dapat kan adalah tamparan dari nona cantik itu
****Plak**** !!
"dasar lelaki murahan!" mbak muda itu gemetar ketakutan.. Membuang lenganku dari bahu nya dan menutup bagian tubuhnya dengan tangannya
"diam kamu bejat!!" kata mbak muda itu dengan nada kesal..
aku memegang pipi ku yang sebelumnya di tampar oleh nona itu.. Rasanya tidak sakit.. tapi aku harus berusaha untuk tidak membuat nya takut, aku pun menghela nafas dan berusaha bicara lagi kali ini dengan nada sopan dan lebih ramah "maafkan aku nona.. Aku tak bermaksud melukai mu.. tapi salam kenal namaku houko.. Aku seorang pem-" jeda sejenak.. Dan aku terengah-engah untuk menyebut kan pekerjaan asliku
"huh? Pem- apa?" tanya mbak itu dengan nada penasaran menyilangkan tangan nya dan menatapku dengan tatapan mengintimidasi... Ia melihat ku seperti orang yang ingin menginterogasi ku. Tanpa pikir panjang, aku memutuskan untuk lanjut bicara kali ini dengan nada polos.. Seolah-olah tidak bersalah
"ya ! Aku seorang pembersih keliling!! Bahkan tak ada yang tidak bisa ku bersihkan!! Haha.. haha" kataku dengan sedikit gugup.. Dan menunggu reaksinya
"huh? sungguh?" mbak itu mulai menurunkan kewaspadaan nya dan tertawa gugup melihat tingkah lakuku.. Aku berhasil!! "ah maaf mencurigai mu.. Tapi aku yakin kalau rumor itu tidak beneran terjadi"
(dalam hati : apa?! Rumor?) dengan penasaran aku pun bertanya "maaf nona.. Tapi rumor apa yang anda maksudkan?" tanyaku.. benar-benar tidak tahu mengenai rumor itu
"ah".. Mbak muda itu melihat sekeliling agar tidak ada orang yang melihatnya.. Lalu berbisik "kau tahu? banyak warga bilang.. Akhir-akhir ini terdengar desas-desus mengenai anggota kriminal yang suka berkeliaran di malam hari.. dan kurasa kamu harus waspada" ucap mbak itu.. Lalu perhatian ku mulai teralihkan oleh rumor itu.. Dan aku mulai melamun sebentar...
(dalam hati : tunggu? anggota kriminal? Tapi bukankah aku ? ah tidak - itu mungkin orang lain) pikiran ku bercampur aduk.. sehingga aku tak sadar kalau nona itu terus memandangiku heran...
"hm? Apakah ada sesuatu yang salah pak?" jawab nona itu dengan sedikit nada curiga tapi ia tak memperlihatkannya padaku..
"u-uh" aku menggelengkan kepalaku lalu berdehem dan kembali bicara untuk menghilangkan bau-bau kecurigaan "ah mungkin kamu salah kira nona.. Maksudku- mungkin saja itu hanya mitos? Mana mungkin ada kriminal di dunia yang damai ini!"
"ah kurasa kamu benar" jawab nona itu. Kemudian ia pergi tapi- berhenti dan berbalik menatapku.. Dengan tatapan sinis menatapku.. Itu membuat ku merinding.. Tapi aku harus bermain aman untuk tidak di ketahui
"y-ya? Ada apa nona? Apakah ada sesuatu yang salah?" jawab ku dengan nada heran .. Dan berusaha menyembunyikan rasa merinding ku dari nona
"tidak ada.. Omong-omong siapa namamu maaf bisa di ulangi?" balas nona itu dengan tersenyum ramah..
__ADS_1
Aku menghela nafas lega.. Dan kemudian menjawab itu dengan santai "tentu ! namaku houko.. salam kenal!"
"salam kenal juga~ aku Miyabi!! hm.." nona itu mulai merenungkan sesuatu "jadi nama kamu houko benar?"
"y-ya! Benar!" aku jawab dengan senyuman... seharusnya aku mencari targetku.. tapi nona ini belum juga pergi- sial.. Aku harus mengobrol dengannya hingga selesai
"ah begitu.. Maaf aku hanya bertanya.. kamu keberatan?" kata Miyabi
"tidak sama sekali!" balasku
"baiklah.. Kalau begitu.. Houko, selamat malam dan Sampai jumpa besok!!" ucap mbak itu sembari melambaikan tangan padaku dan pergi setelahnya..
aku kembali ke senyum licik saat nona itu sudah jauh dari pandangan ku
"ah saatnya untuk beraksi.. Sungguh menyebalkan jika ada warga sipil yang mengangguku" aku pun berjalan dari tempat itu dan mulai berkeliaran di sekitar jalan perumahan ke jalan lainnya namun tak menemukan apapun..
"huh? Aneh- kenapa tidak ada orang yang jalan-jalan malam hari? Biasanya mereka sering keluar.. Atau kah karena rumor itu?" semua prasangka buruk mulai muncul di pikiran ku . tapi aku tidak menyalahkan diriku sendiri sama seperti dulu... Saat masih menjadi naif..
melainkan mencoba menghubungkan masalah yang terjadi dan hubungannya dengan misiku-...
"hahahaha! Hahaha!" tawaku yang semakin licik dan mulai menandai tempat sekitar dengan cap jari miliknya.. dengan terpaksa- ia harus menggunakan darahnya sebagai cat karena ia tidak berhasil menemukan kaleng cat saat berada di sini maupun sebelumnya... Dia sudah sangat gila.. Bahkan rela melakukan apapun demi menyelesaikan misinya...
...****Setelah menandai Beberapa area yang mungkin di datangi oleh target aku pun bersembunyi... Untuk membuktikan bahwa rencanaku akan berhasil****......
"baiklah saatnya menunggu!" bisikku pada diriku sendiri.. dan mulai memantau dari balik semak-semak.. tak peduli Beberapa jam.. Tak peduli betapa malamnya.. Aku terus menatap sekeliling dan menjaga pandangan ku tetap terbuka.. Tapi lama kelamaan.. Aku mulai lelah dan mataku tertutup secara perlahan
****Zzzz... Zzz... Zzz...****
****Di saat aku tertidur aku tak sadar kalau ada orang lain yang keluar dari tempat dan menghampiri ku****
"wah ... Kamu benar-benar tertidur sesuai dugaan ku ya ? Dasar pemain 787" ujar sosok pria berjubah putih.. namun aku tak dapat melihatnya secara pasti.. Hanya buram.. Dan aku setengah sadar... Menatap sosok itu sambil berusaha menggerakkan seluruh anggota tubuhku.. Seolah-olah aku telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan pekerjaan ini..
"haha.. Kamu akan menjadi harta berharga bagi perusahaan kami" ujar sosok pria berjubah.. dan mulai menggendong ku ke tempat yang tidak ku tahu..
****BEBERAPA MENIT... AKU MERASA AURA YANG BERBEDA.. DAN ANEHNYA INI SANGAT PANAS.. SAAT AKU MEMBUKA MATAKU.. BETAPA TERKEJUTNYA.. DENGAN ANGGOTA TUBUHKU YANG DI RANTAI DI KURSI HUKUMAN BESERTA DENGAN TANGANKU YANG DI BORGOL DI BELAKANG... KEMUDIAN SETELAH ITU SEORANG PRIA TUA DENGAN PAKAIAN PERUSAHAAN MASUK KE RUANGAN KU****
__ADS_1
"halo pak houko? Kamu masih mengenalku?" suara itu.. Tidak asing.. Rupanya itu adalah bosku!! Tapi- sejak kapan ia tahu kalau ini aku meski sudah menyamar sebaik mungkin? Tidak-tidak.. Ini pasti mimpi
Aku terus melihat bos dengan tatapan dingin.. Tak mau menjawab apapun dan suaraku terasa berat untuk mengucapkan kata-kata.. Dengan begitu banyak penderitaan... Dan aku ingin mengumpat.. Tapi - tubuhku menolak perintah ku sehingga aku tetap diam...
"ah lihatlah budak korporat seperti mu.. Naif.. Payah.. Bahkan tak memiliki kekuatan untuk melawan! Hahah!"
jawab di bos.. Dan mulai menertawakan ku dengan begitu puas.. Tapi- aku tak peduli.. Karena ini tugasku.. Dan tujuanku.. bukan urusannya...
"houko.. Andai kau tahu ~ sebenarnya aku tak suka kamu berada di perusahaan ku.. Dan mengenai kamu di terima di perusahaan ku saja, sudah membuat ku malu!!" ujar pak bos.. Dengan nada mengejek dan mulai berjalan mendekat "aku heran.. Kenapa kamu selalu diam? Apakah kamu mengalami sesuatu?" bos melepaskan lakban dari mulutku
"a-aku.. aku-" jantungku berdetak begitu kencang.. Dan takut salah langkah..
"kau apa? Huh.. Katakan dengan benar!!" menendangmu hingga kursimu terbalik dan aku jatuh ke samping.. ****krek.. Krek****.. Aku mulai bisa merasakan perlahan-lahan tulangku patah satu persatu... tapi aku harus tetap tegar!!!.. Namun.. Aku .. Aku baru sadar selama ini bosku adalah musuhku.. Sialan!!!
"rasakan ini .. Pecundang!!" tangan bos mulai mengayun ke wajahku tapi. Berhenti seketika
alarm di bunyikan... Dan pemberitahuan itu yang membuat bosku berhenti dan memutuskan mendengar nya dan pemberitahuan berisi tentang: perhatian.. Perhatian.. ada penyusup!! Tolong jangan biarkan ia masuk.. Perhatian!! saya ulangi.. Ada penyusup!
"ah kau beruntung kali ini.. " kata bosku dan mulai bergegas pergi untuk memeriksa ruangan lainnya.. Di saat itulah kesempatan ku untuk kabur.. Tapi- tampaknya aku tak bisa karena ikatan ini terlalu kuat.. Di saat itu aku juga mendengar langkah kaki berjalan ke tempatku
****brak!! pintu terbuka dan rupanya itu Kasin****
"astaga~ Apakah kamu terluka, houko?" tanya Kasin dengan nada prihatin dan mendekat lalu mulai memeluk ku dengan erat.. Aneh- kenapa dia bersikap baik? Seharusnya para pemburu bayaran berdarah dingin.. Pikirku .. tapi aku lebih memilih untuk tak memikirkan nya dan justru menikmati kehangatan yang di berikan kasin
"maaf aku terlambat houko ~ tadi aku mendapatkan panggilan dari pemain 678.. Ku dengar dari dia kamu di tangkap?!!" tanya Kasin dengan khawatir
(dalam hati : ah apakah semua pemain saling peduli dengan rekan kerja lainnya? Tapi tampaknya itu merupakan kerja sama yang bagus karena.. Ada pemain lain yang masih memantau ku.. meski aku tak menyadarinya) aku pun menjawab pertanyaan Kasin hanya dengan menganggukkandia axalah kepalaku
"wah ! Itu sungguh tak terduga! terutama.. Untuk pria ku yang sangat lemah seperti mu" ujar Kasin dengan nada menggoda sekaligus menyindir ku dengan lembut
"huh..." aku mendesah lega "omong-omong apa yang kamu mau lakukan di sini?" tanyaku
"hm?!! Bukankah sudah jelas? Aku menyelamatkan mu!!" jawab Kasin dan ia lansung memelukku.. Tapi rasanya sangat menyenangkan saat mengetahui bahwa ia peduli padaku.. Meski yang aku tahu dia gadis yang unik dan mampu mengubah sikapnya sesuai kondisi...
>>>>>>>>>>>>>>>>>lanjut nanti kawan<<<<<<<<<<<<<<<<<
__ADS_1