
Lega rasanya hati Zeyu begitu dia sampai dirumah. Seakan dia baru saja terbebas dari beban yang selama 6 jam membebani jiwa dan pikirannya sebagai mahasiswa baru di Universitas yang kebanyakan siswa-siswinya orang - orang kaya. Setelah memberi salam, Zeyu langsung masuk ke dalam kamar. dia duduk di tepi ranjang, sambil menghela napas panjang dan berat. kemudian dia berbaring termenung, memikirkan semua yang terjadi di sekolah yang baru saja dia tinggalkan.
"Kenapa gue harus kuliah disana?" gumannya dengan wajah murung.
"Ada apa Zeyu?” tanya ibunya yang sudah berdiri di depan pintu kamar anaknya,
"Kamu tampak murung. Apa ada masalah di sekolahmu yang baru?"
“Iya, Bu."
"Apa?"
"Sepertinya Zeyu salah memilih universitas, Bu."
“Salah bagaimana?"
"Di universitas itu, kebanyakan mahasiswa- mahasiswinya adalah anak orang-orang kaya, Bu. Zeyu jadi minder sendiri."
"Apa ada yang menghilang?"
"Tidak ada, Bu. Tetapi hampir semua mahasiswa di universitas itu seakan memandang hina Zeyu, Bu.
“Hampir semua. Berarti masih ada yang mau menerima, kan?"
“Iya, sih bu."
“Zeyu, itu mungkin karena kamu mahasiswa baru di sana. kalau kamu sudah lama, kamu pasti akan diterima dengan baik sebagaimana mestinya.
Biarkan orang menghina kita, yang penting kita tidak meminta-minta pada orang untuk hidup, kan?"
Mendengar ucapan ibunya, seketika Zeyu teringat pada An ran. Gadis itu pun berkata begitu.
“Untuk apa kau merasa minder dan malu? Memangnya kau meminta-minta pada mereka? Memangnya kau pencuri? Kau bisa kuliah atas biayamu sendiri, walau kau mendapatkannya dengan susah paya, dengan kerja sambilan di cafe, tetapi kau harus bangga, karena kau yang membiayai kuliah mu sendiri tanpa harus membebani orang lain.Sementara mereka yang memandang rendah sama menghinamu, mereka bisa hidup royal itu karena orang tuanya. Coba saja mereka suruh sepertimu, aku yakin mereka tidak akan sanggup."
“Zeyu."
“Ya, Bu."
“Kamu melamun. Apa yang kamu pikirkan?"
"Andai saja ayah ada disini, Bu."
Termenung ibu mendengar ucapan anaknya.
“Kenapa kamu berkata begitu, Zeyu?"
"Ya, andai ayah ada disini, tidak meninggalkan kita. mungkin kita tidak akan menderita separti ini, Bu."
__ADS_1
“Lupakanlah masalah ayahmu, Zeyu. jangan membuat ibu jadih sedih..."
“Maafin Zeyu, Bu."
Ibunya Zeyu pu meninggalkan kar anaknya, ke kedai untuk menjaga kedai makananny, siapa tau ada pembeli yang harus dilayani.
Zeyu pun mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa dirumah. Setelah itu, dia pun melangkah ke dapur untuk makan siang, sebelum dia pergi ke cafe untuk kerja sambilan untuk mencari penghasilan guna membiayai kuliah dan kebutuhan hidupnya.
Selesai makan, Zeyu pun menemui ibunya dikedai yang sedang melayani pembeli.
"Bu, Zeyu pergi dulu," pamit zeyu sambil tersenyum.
"Kamu sudah makan?"
"Sudah, Bu. Doakan Zeyu dapat rezeki banyak, Bu."
“Ya, Hati-hati, Zeyu....
"Ya, Bu.
Dengan tanpa rasa ragu dan penuh keyakinan, Zeyu pun melangkah meninggalkan rumahnya untuk berkerja di sebuah cafe.
Lampu Lalu lintas diperempatan jalan menyala merah, Zeyu pun bergegas menyeberangi jalan, untuk pergi berkerja ke cafe. Tiba di cafe, Zeyu pun melangkah ke dalam, menuju ke ruang ganti. Dia pun dimengganti pakaiannya, untuk memakai pakaian seragam kerja. Setelah itu, dia pun melayani pelanggan yang sedang memesan dan minuman.
Manager lee memanggil Zeyu untuk melayani tamu terhormat yang datang ke cafe hari ini. Dia pun melangkah, menuju ke arah manajer Lee.
"Ya, Bos. Ada Apa?"
“Ya, Manajer. tapi siapa tamu kehormatan kita, Manajer Lee?"
"Presdir Lu, dari perusahaan entertaiment. kamu harus melayaninya dengan baik, jangan membuatku kecewa. kau pergilah ke meja khusus dan layani presdir Lu.
“Baik, manajer Lee, tutur Zeyu serambi tersenyum.
“Oke, aku pergi dulu."
Manager Lee melangkah, menuju ke ruangannya. tidak lama kemudia, Zeyu pun melangkah, menuju ke meja khusu yangbtelah di pesan presdir Lu.
Begitu sampai disana, dia pun memulai Pekerjaan dan memyambut presiden Lu.
"Presdir Lu, selamat datang di cafe kami.
"Terimakasih, tolong hidangkan makanan dan bir yang terbaik di cafe ini.
"Baik, silakan menunggu pesanan.
Dibpun pergi meninggalkan tamu, melangkah menuju ke dapur untuk memesankan makanan dan minumannya. Tidak lama kemudian, dia dan pelayan lainnya mengantarkan makanan dan minumannya ke mejanya presiden Lu.
__ADS_1
"Presdir Lu, ini makanan dan bir terbaik di cafe kami, silakan dinikmati.
"Oke, Terimakasih. Oh ya,etelah ini tolong panggilkan Manajer Lee."
"Baik, presdir Lu.”
Presdir Lu memulai menikmati hidangannya, sesudah menikmati makanan presdir Lu pun merasa senang karena sia tidak menyesal datang ke cafe. Selain itu memesan makanan dan minuman di cafe itu, sangat enak. Tidak lama kemudian, Zeyu pun permisi untuk memanggil manager Lee di ruangannya.
Begitu sampai di depan ruangan manager Le, dia pun mengetuk pintu.
“Tok..tok."
“Masuk,
Dia pun masuk ke dalam ruangan Manajer Le. dia pun duduk di kursinya.
"Manager Le, Presdir Lu ingin bertemu dengan Anda.
"Oke, kita pergi kesana.
Zeyu dan Manager Le pun pergi menglinggalkan ruangan, melangkah menuju kemejanya presdir Lu.
Begitu sampai disana, manager Le menegur presdir Le dengan rasa hormat serambi tersenyum.
"Presdir Lu, Bagaimana layanan kami apakah anda merasa senang dan puas?"
“ Manager Le, pelayanan di sin sangat baik, Makanan dan minuman bir dicafe yang kau kelolah ini benar- benar sangat enak. Lain kali jika ada pertanyaan bisnis saya akan memesan tempat ini.bagaimana?"
“ Terimakasih Presdir Lu, saya akan menunggu kedatangan anda di lain waktu, cafe ini selalu terbuka untuk anda.
" Oke, saya pergi dulu, manager Le.
“Oh.. saya akan antarkan Presdir ke luar, terimakasih sudah mengunjungi cafe kami.
Manager Lee pun melangkah mengantarkan presdir Lu menuju ke halaman depan cafe. Tidak lama kemudian, manager Le melangkah. masuk ke dalam cafe, dia pun mendekati Zeyu.
“Zeyu kinerjamu hari sangat bagus, saya suka dengan kinerjamu malam ini, silakan melanjutkan pekerjaan.
“Terimakasih, baik.
“Oke, aku pergi ke ruangan ku dulu.'
Manager Le pun mmeninggalkan zeyu, melangkah menuju keruangannya. Tidak lama kemudian, zeyu pun meninggalkan mejanya presdir Lu, dia pun melayani tamu yang lain. Ketika Zeyu pergi melayani tamu lain, yuwei melihatnya dan mengerutkan dahinya melihat Zeyu sedang melayani tamu, Oo rupanya kau kerja sambilan di cafe ini, aku tidak menyangkah, pelayan cafe seperti kau bisa-bisanya masuk ke universitas A." Gimana Yuwei dalam hati dengan wajah menunjuki kesinisannya.
Zeyu pun melangkah, menuju mejanya. Yuwei pun memesan minuman,"pelayan....!"
merasa di panggil, apalagi pelayan cafe yang asedang berjalan menuju mejanya itu cuma dirinya, Zeyu pun mendekat.
__ADS_1
“Mau pesan apa Nona?" tanya Zeyu, karena yuwei pakai kacaata dan topi, sehingga tidak menganalnya bahwa dia adalah Yuwei, mahasiswi terpopuler di kampusnya.
"