Ada Cinta Di Balik Benci

Ada Cinta Di Balik Benci
Episode 7


__ADS_3

Melihat Zeyu dan An ran melangkah masuk kedalam kelas beriringan, seketika Yuwei pun merasa tidak senang. Hatinya seketika dilanda ketidak sukaan.


Namun begitu, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. Hanya wajahnya saja yang berubah merah. Brengsek! kenapa An ran jadi dekat dengannya? Huh, apa mau An ran yang sebenarnya dengan berbuat seperti itu?! Yuwei berkata dalam hati kesal.


Melihat perubahan wajah Yuwei, An ran malah sengaja merapatkan tubuhnya ke tubuh Zeyu.


Kemudian dengan nada bicara yang mesra dan manja, An ran berkata, “Zeyu..."


“Ya...?"


“Gimana kalo aku jadi temanmu?"


“Dengan senang hati aku terima. Tetapi, apa kau tidak malu punya teman orang miskin, pelayan cafe. seperti aku?" Zeyu balik bertanya.


“Kenapa harus malu?Kau sama aku sama aja. Malah kau memiliki kelebihan, kau cerdas dan tampan."


“Ah, Kamu..."


“Nanti pulangnya bareng ya?"


“Maksudmu?"


“Kita kan searah. Biar kau naik mobilku saja."


“Ah tidak usah. Terimakasih. Nanti akan merepitkanmu dan bikin susah kau."


“Tidak... mau kan, kita pulang bareng?"


“Apa kau tidak malu semobil sama aku?"


“Kan sudah aku bilang, kagak ada bedanya kau sama aku. kau manusia, aku juga manusia, mau ya?"


“Terimakasih sebelumnya, kita lihat nanti aja."


“Eh, Zeyu...."


“Ya?"


“Boleh nggak aku belajar bersama-sama kau?" pinta An ran.


“Hm,Boleh."

__ADS_1


“Aku ke rumahmu atau kau yang ke rumahku?"


“Biar aku aja yang kerumahmu."


"Kalo gitu biar aku jemput, ya?"


“Tidak usah. Asalkan kau beri tau alamat rumahmu, aku pasti akan sampai."


“Oke, nanti sepulang sekolah aku berikan alamat rumahku."


“Ya."


“Eh, Zeyu."


“Apa lagi?"


“Oke deh, sampai nanti, ya?"


“Ya."


“Eh, Zeyu."


“Ya, Apa lagi?"


Zeyu tersenyum.


“Mana ada cewek yang suka orang miskin seperti aku?"


“Eh, jangan berkata begitu. dong? Emangnya semua cewek matre, yang suka pada cowok hanya karena harta. Aku jadi tersinggung kalau kau ngomong begitu. lho..."


“Sorry."


“Oke deh, itu kita bahas nanti aja. Yang penting jangan lupa nanti kita pulang bareng. Dan jangan lupa, kau datang ke rumahku untuk belajar bersama, ya?"


“Ya."


“Teman-teman jika ada yang ingin belajar bersama dengan aku sama Zeyu, kalian boleh datang ke rumah ku."


“Wah, oke de kalau gitu. Aku ikut! seru Shine."


“Aku juga ikutan! “sambut jesica.

__ADS_1


“Siapa lagi?" tanya An ran.


“Aku ikut, An ran!" seru anton.


“Ya, aku juga ikut!" timpal lina.


Melihat antusias teman-teman sekelasnya ingin belajar bersama dengan Zeyu di rumah An ran, makin membuat membuat Yuwei marah dan kesal.


“Brisiiik...!" teriak Yuwei yang membuat semua temannya yang tadi ramai mendaftar untuk ikut belajar bersama dengan Zeyu di rumah An ran seketika terdiam. Kalau mau membahas masalah, sebaiknya jangan di kelas. Lagi pula, sekarang bukan waktu istirahat, tetapi jam pelajaran. Dan kau pelayan cafe. jangan suka jadi pahlawan."


Zeyu yang tidak menduga akan dijadikan sasaran kekesalan Yuwei, hanya bisa terbengong begitu rupa.


“Hei Yuwei! Kenapa kau salahin Zeyu? Aku yang ngajak dia belajar bareng sama aku. Aku pula yang nawarin teman-teman, bukan dia. jadi kalau kau mau nyalahin, aku yang harus kau salahin. Bukan Zeyu!" bela An ran.


“Eh, An ran... Aku tidak mengerti sama kau!" sungut Yuwei. “Apa sih yang kau inginkan dengan ngebaiki pelayan cafe itu? Yang aku tidak mengerti, kau yang anak orang kaya, kok tidak malu berteman sama pelayan cafe dan miskin? Apa nanti martabat dan kehormatan kau tidak turun?"


“Eh, Yuwei...! Kau, aku, Zeyu juga yang lainnya tidak ada bedanya. Kau manusia, aku manusia begitu juga Zeyu. Jadi, apa bedanya kau sama Zeyu?"


“Jelas Beda."


“Apa?"


“Aku anak orang kaya. Sedang dia apa? Dia anak orang miskin. Jangan kau samain aku sama dia, dong..."


“Siapa yang kaya, kau atau ayah ibu mu?"


“Apa bedanya?"


“Jelas beda. Kalau kau sendiri yang kaya, baru itu hebat.Tetapi yang kaya kan ayah dan ibumu. Dan pula, Yuwei yang cantik, kekayaan itu milik Tuhan. Seharusnya kau bersyukur dan berterimakasih sama Tuhan. Karena Dia telah kasih kesempatan sama kau jadi orang kaya.Jangan malah kau membangga- banggain kekayaan kau yang akhirnya membuat kau sombong dan takabur..."


“Eh, An ran...Kau jangan menggurui aku, ya?! Apa kau memang sudah ketularan sama pelayan cafe itu, hingga kau jadi sok pintar, eh?!" dengus Yuwei dengan wajah menunjukkan makin bertambah marah dan kesal.


“Sorry, Yuwei.... aku tidak bermaksud menggurui mu. Aku hanya ingin mengingatkan kau, itu aja. Kau terima syukur, kau tidak terima juga tidak apa-apa...."


“Sudah-sudah tidak baik ribut," kata ketua kelas berusaha melerai. “Pak Kevin sudah datang..."


“Ini belum selesai, An ran," dengus Yuwei.


“Terserah kau. Bagi aku, aku tidak punya masalah sama kau. Tapi kalo kau ngancam aku, maka jangan kira aku akan tinggal diam. Kau tau siapa aku, sebagaimana aku tau siapa kau, Yuwei...."


“Ini semua gara-gara kau, pelayan cafe!"

__ADS_1


“Jangan bawa-bawa Zeyu, Yuwei. Aku tau, sebenarnya kau memang sudah lama menaruh rasa iri dan dendam sama aku. Tapi aku rasa itu bukan salah aku, tapi salah kau..."


__ADS_2