
Atas permintaan Nyonya Wijaya,sore hari adit pulang kerumah.Kedatangan adit membuat mamanya sangat bahagia.
"sayang,akhirnya kamu pulang nak"
"iya ma"
"apa kamu sudah lapar nak,biar mama siapkan makanan"
"nanti saja ma,adit mau mandi dulu dan ada beberapa pekerjaan yang harus adit selesaikan"
"ya sudah,nanti malam kita makan malam bersama ya"
"iya ma"
Adit berlalu meninggalkan mamanya,saat menaiki anak tangga,berpapasan dengan tiara yang akan turun kebawah,dengan kasar adit menyeret tiara untuk naik keatas mendorong tiara hingga punggungnya menempel didinding,adit mencengkeram pundak tiara .
"apa kamu puas tiara,apa kamu bahagia?"
"maksud ka adit apa?"jawab tiara terbata-bata
"kamu tau maksudku kan,apa kamu bahagia dengan perjodohan ini,apa yang sebenarnya kamu inginkan?"
"ka adit,ini semua bukan keinginan tiara,apa yang harus tiara lakukan ka,mama dan papa menginginkan kita menikah,lalu salah tiara dimana ka?"dengan mata yg berkaca-kaca tiara menjelaskan
"ya ,aku mengerti kamu tidak bisa menolak keinginan mama dan papa kan,asal kamu tau tiara kalau dulu papa dan mama tidak merawatmu,dan kamu tinggal dipanti asuhan.Mungkin hidupku sekarang akan jauh lebih baik.
Tiara sudah tidak bisa membendung air matanya lagi,tiara menangis namun mulutnya masih tertutup agar suara tangisnya tidak terdengar.Adit yang melihat tiara menangis menjadi salah tingkah
"ingat satu hal tiara,bila aku tidak merasakan kebahagiaan dalam pernikahan ini,jangan harap aku akan membuatmu bahagia".
Adit berlalu meninggalkan tiara seorang diri masuk keruangan kerjanya,sedangkan tiara berlari masuk kedalam kamar menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur menangis kencang dengan memeluk guling,perkataan adit tadi membuatnya begitu terluka.
"ingat satu hal tiara,bila aku tidak merasakan kebahagiaan dalam pernikahan ini,jangan harap aku akan membiatmu bahagia".
Sedangkan dilantai bawah,rey baru saja pulang dari rumah sakit,beberapa hari ini rey jarang berada drumah lebih memilih menyibukan diri di rumahsakit walaupun sebenarnya tugasnya sebagai asisten dokter tidaklah padat.
"rey,apa kamu tidak merindukan mama nak,mama lihat akhir-akhir ini kamu sibuk drumah sakit."
__ADS_1
"ma rey kan baru saja ditugaskan jadi asisten dokter,rey harus fokus ma.Kalau nanti rey jadi dokter kan yang bangga mama sama papa."
"iya rey sekarang juga mama sama papa bangga sama kamu nak,oya atau jangan -jangan kamu betah lama-lama drumah sakit,apa ada seseorang yang kamu sukai rey."
"ma rey belum kepikiran kearah situ,lagian rey mau fokus dulu sama karir rey,ya udah ma rey keatas dulu ya rey mau istirahat."
"iya sayang,nanti malam jangan lupa ya kita makan malam bersama."
"iya ma"
Rey berlalu,naik kelantai atas dilihatnya pintu kamar tiara tertutup rapat,biasanya rey selalu menemui tiara tapi diurungkan niatnya.Bertemu dengan tiara hanya akan membuatnya semakin patah hati harus menerima kenyataan adik kecil yang dicintainya akan menjadi kaka iparnya.
rey berjalan menuju kamarnya,namun langkahnya terhenti ketika melihat ruang kerja papanya terbuka lalu rey masuk dilihatnya adit sedang duduk termenung.
"ka adit" panggil rey
"ya rey ada apa"jawab adit
"aku pikir kaka tidak akan pulang,dan membatalkan pernikahan dengan tiara."
"tapi kaka tidak mencintai tiara,kasian tiara ka"
"aku yang harusnya lebih dikasihani rey"
"ka pergilah jangan menikah dengan tiara,aku pastikan papa tidak akan melakukan hal yang akan merugikanmu."
"apa maksudmu rey?"
"aku yang akan menggantikan posisimu ka menjadi suami tiara,aku mencintainya ka.Pergilah,aku akan membahagiakan tiara,menikah denganmu hanya akan membuat tiara semakin menderita,ditambah dengan kehadiran Kesya ka."
"hahaha apa yang kamu katakan rey,apa benar kamu menyukai tiara.Lalu kenapa tidak kamu katakan dari awal,kenapa harus menunggu keadaan seperti ini."bentak adit
"aku ingin bicara ka tapi waktu itu mama serius membicarakan perjodohan kalian,aku tidak berani mengatakannya ka"
"sudahlah rey terima saja kenyataan aku yang akan menjadi suami tiara,dan aku harap kamu tidak ikut campur urusanku.Apapun yang akan aku lakukan pada tiara itu hakku."
"dengar ka sekali saja aku tau kamu menyakiti tiara kamu akan tau akibatnya,aku akan merebutnya darimu.Lihat saja."
__ADS_1
Tanpa mereka berdua sadari Nyonya Wijaya mendengar percakapan kedua anaknya,sebenarnya nyonya wijaya hendak menemui tiara dikamarnya tapi saat sampai dilantai atas terdengar suara dari ruangan kerja suaminya,saat didekati ternyata adit dan rey sedang berseteru,dan yang membuat nyonya wijaya kaget.Ternyata rey diam-diam menyukai tiara.
"ya tuhan apa aku salah dengar,apa yang harus aku lakukan.tidak mungkin pernikahan ini dibatalkan papa bisa marah kalau sampai tau yang sebenarnya.Aku harus menutup rapat semua ini,rey mama ingin kakamu lah yg lebih dulu menikah,mama janji mama akan mencarikanmu wanita yang lebih cantik."batin nyonya wijaya
Malam hari semua sudah duduk dimeja makan.Acara makan malam hari ini begitu hening,tiara makan dengan wajah yang ditekuk,sedangkan rey dan adit saling bertatap sinis.Mama yang melihat kedua anaknya sedang bertatap sinis segera mencairkan suasana.
"pa tidak terasa 2 hari lagi pernikahan adit dan tiara."
"iya ma,apa semua sudah mama cek"
"sudah pa semua sudah ditangani WO kita hanya tau beres,besok untuk akad kan diadakan dirumah jadi besok mulai menghias ruangan pa,sedangkan untuk resepsi mama lebih memilih dihotel langganan kita pa."
"papa percayakan semua urusan ini sama mama."
"oya tiara,untuk wali nikahmu pamanmu lah yang akan menjadi wali nikah."kata pa wijaya
tiara terkejut "maksud papa om indra"
"ya tiara,papa sudah membereskan semua kamu tidak usah khawatir pamanmu tidak akan menyakitimu"
"tapi pa,bukankah om indra taunya tiara sudah meninggal pa"kata tiara
"ya awalnya seperti itu,papa tarik semua modal diperusahaan XX group sehingga perusahaan itu mengalami kesulitan keuangan,pamanmu mendatangi kantor papa dan bertanya kenapa papa tarik modal di perusahaannya.Dari situlah papa membuat perjanjian yang sah dimata hukum,papa akan simpan modal lebih besar di XX group dengan satu syarat pamanmu mau menjadi wali nikah dan tidak menyakitimu,bukankah keinginan pamanmu mendapatkan XX group sudah tercapai jadi tidak alasan lagi untuk bisa menyakitimu tiara" pa wijaya menjelaskan
"terimakasih pa,selama ini papa sudah banyak membantu tiara"
"bagi papa kamu sudah seperti anak papa sendiri tiara,papa sangat menyayangimu"
tiara tak kuasa lagi membendung airmatanya,tiara hanya mampu menunduk.Rey yang duduk disebelah tiara mengusap punggung tiara menenangkannya,
"lihatlah tiara betapa papa dan mama sangat menyayangimu,akupun juga sangat menyayangimu"kata rey
Adit yang melihat rey mengusap punggung tiara,memandangnya sinis.
"kamu mencintainya rey,lihatlah wanita yang kau cintai akan aku buat menderita,seperti hidupku yang menderita karena kehadirannya"batin adit
like ya sayang-sayangku,biar authornya makin rajin up
__ADS_1