
Hari ini pagi-pagi sekali ruangan dirumah keluarga Wijaya siap untuk di hias.Nyonya Wijaya sengaja memilih nuansa serba putih namun tetap tampak elegan.
Tiara yang baru keluar dari kamar,saat menuruni anak tangga sangat terpesona dengan dekorasi diruangan lantai 1,sangat indah walaupun belum 100% selesai.
Tiara masih diam mematung matanya masih memperhatikan para tim yang mendekorasi ruangan.
Nyonya Wijaya menghampiri tiara,dengan tersenyum menyapa tiara "sayang ko bengong sih,kamu suka kan dengan dekorasi pilihan mama"
"iya ma bagus sekali,tiara suka ma"
"Besok adalah hari yang paling membahagiakan buat mama,kamu anak sekaligus menantu kesayangan mama"
tiara hanya tersenyum,ya tiara memang bahagia dan akan selalu bahagia demi mama angkatnya Nyonya Wijaya,tapi bagaimana dengan Adit yang jelas-jelas tidak mencintai tiara.Bagaimana tiara harus menjalani hidup dengan lelaki yang sama sekali tidak mencintainya?
Nyonya Wijaya mengajak tiara kedapur,untuk melihat bilastri dan pelayan lainnya yang sedang memasak untuk menyiapkan makan siang buat para tim yang mendekorasi rumah nya.
Tadinya nyonya wijaya mau ambil catering untuk makan siang tapi dilihatnya tim yang mendekor rumahnya tidak terlalu banyak,jadi mama lebih memilih untuk memasak dirumah.
__ADS_1
Setelah bilastri dan para pelayan lainnya selesai memasak,para tim yang mendekor pun dipersilahkan untuk makan siang begitu juga dengan nyonya Wijaya dan tiara tanpa canggung makan siang bersama.
Tak terasa hari sudah sore,Pak Wijaya dan Adit pulang kerumah barengan.Sengaja papa tidak mau adit menyetir mobil sendiri,karena kata orangtua jaman dulu menjelang pernikahan itu calon pengantin tidak boleh pergi kemana-kemana sendirian.Dikarenakan pekerjaan yang tidak mungkin adit tinggalkan,pak wijaya seharian menemani adit dan yang menyetir pun supir pribadi pak Wijaya.
Saat papa dan adit masuk kedalam rumah,rey pun baru datang turun dari mobilnya,pekerjaannya dirumahsakit tidak terlalu padat karena masih menjadi asisten dokter.
Saat ketiganya memasuki ruangan,mereka terpesona dengan dekorasi rumah serba putih sangat elegan,kedua mata papa dan rey tak berkedip saking terpesona dengan dekornya.
Berbeda dengan Adit yang terus berjalan dan menaiki anak tangga hendak kekamarnya,hari ini adit begitu sangat lelah pikiran dan juga tenaga,adit sangat merindukan Kesya.
Tapi saat itu adit begitu cuek,entahlah yang adit butuhkan saat ini adalah mandi dan merebahkan tubuhnya beristirahat.
Tiara turun kebawah,dilihatnya papa dan rey sedang duduk di ruang keluarga.Tiara menghampiri keduanya,kedatangan tiara membuat rey menoleh kearah gadis yang dicintainya.
"kenapa semakin hari kamu semakin cantik tiara"batin rey
"papa,ka rey baru pulang ya mau tiara ambilin air minum"
__ADS_1
"ga usah nak,biar bilastri yang ambilkan air minum,tadi sudah papa minta ke bilastri,sini duduklah,mana mamamu papa tidak lihat biasanya papa pulang mama yang menyambut papa"
"ini minumnya tuan,den rey"sahut bi lastri kembali lagi ke dapur
"makasih bi"jawab papa dan rey bersamaan
"oh iya pa,td selesai makan siang mama pergi keluar menemui temannya mungkin sebentar lagi mama pulang pa"jawab tiara
"ka rey tumben jam segini ka rey sudah dirumah,biasanya kaka pulang malem terus"kata tiara sambil melirik ke arah rey
"iya tiara jadwal hari ini dirumahsakit ga terlalu padat,jadi kaka bisa pulang sore"jawab rey
papa,rey,tiara asyik mengobrol diruang keluarga.Sedangkan adit melihat ketiganya dilantai atas,raut wajahnya menahan kesal harusnya dihari pernikahannya adit berbahagia,harusnya kesya yang menjadi istrinya besok bukan tiara.
maaf baru up lagi,,beberapa hari kemarin ga enak badan
like,komen,boom rate dan vote ya biar author selalu semangat
__ADS_1