
Keesokan harinya adikku demam, badan nya panas mencapai 38°. Mamak dan ayah langsung membawanya kerumah sakit, dari pihak rumah sakit di suruh nebus obat paracetamol untuk penurun panas badan nya.
Sampai nya dirumah Mamak langsung memberinya makan, walaupun dimakan cuma sedikit, tapi setidak nya ada yang ganjal diperut agar tidak lapar dan adek langsung disuruh minum obat yang di tebus di rumah sakit.
Setelah 15 menit setelah minum obat adik tidur, efek dari obat nya. Mamak langsung mengompres jidat dan ketiak nya, agar panas nya cepat turun. Kurang lebih satu jam dia tidur akhirnya dia bangun, dan langsng di cek suhu badan nya dari mamak. Akhirnya suhu badan nya turun menjadi 36° sudah normal.
"Adek pusing gak?" tanya mamak. Adek cuma geleng-geleng kepala. "Syukurlah kalo gitu nak" timpal mamak.
"Kamu takut ya jadi sampai sakit?" tanyaku.
"Iya kak adek akut" katanya, mungkin maksudnya takut.
"Emang kamu lihat apa?"
"Adek ihat olang besal matanya melah dia pegang olang ditangannya" ucapnya.
Aku langsung melihat ke arah Mamak. "Dia marah sama adek ya?" tanya mamak. Adek ku pun mengangguk.
"Nanti kalo ketemu sama yang kayak gitu lagi adek bilang gini, kamu jangan ganggu ya kan aku gak ganggu kamu. Bilangin gitu ya sayang" ucap mamak. Adek pun mengangguk.
Pagi hari, Adek sudah bangun dan langsung mandi. Selesai mandi dia bermain sepeda roda tiga nya didalam rumah, mamak lagi masak.
"Mak, masak apa?" tanyaku.
"lagi goreng udang, sama sayur. Tapi sayurnya belm di bersihin, kamu mau bantu mamak bersihin sayur?"
__ADS_1
"Iya aku bantu" ucapku sambil membersihkan sayur kangkung. "Alhamdulillah adek udah sehat mak, udah ketawa-ketawa main sepeda"
"Iya kak, Alhamdulillah" kata mamak ku.
"Adek sini makan" panggil mamak kepada adek ku. Tak lama dia pun berlari ke dapur.
"Mana mak makan adek?" tanyanya.
"Bentar ya mamak ambil lauk dulu"
"Teman siapa dek?" tanyaku heran.
"Ini teman adek kak, duduk sebelah adek. Katanya dia mau udang"
Mamak langsung menambah udang goreng ke piring adek lalu meletakkan secangkir air putih untuk dia minum.
Tak lama gelas pun bergerak sendiri padahal tidak ada yang memegang gelas itu. Aku langsung melihat ke arah mamak dan mamak pun melihatku juga. "kok gerak mak?" tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Mungkin benar kak ada teman dia" kata mamak sambil menunjuk adek. Aku langsung mengambil piring dan makan dekat mamak tapi pikiran ku kemana-mana, masih penasaran sama adek ku.
Selesai makan adek bermain sepeda lagi dia ngebut, dari dapur sampai ke ruang tamu sambil tertawa seperti ada yang mengejarnya.
Aku yang melihat nya bertanya-tanya kenapa dia jadi seperti itu. Biasanya gak pernah dia ketawa lepas kayak gini.
Ah udahlah, dari pada mikirin adek mending aku membuat tugas sekolah ku.
Hari sudah sore ayah sudah pulang kerja, "Adek udah sehat mak?" tanya ayah.
"Udah yah, ayah mau tau gak tadi adek" mamak pun menceritakan kejadian siang tadi kepada ayah secara detail. Ayah terkejut kenapa adek jadi seperti itu, tapi bersyukur adek tidak apa-apa dan dia sehat, cuma sedikit lebih ceria dari biasanya.
"Kalo ada orang pintar Ayah mau nanya sama orang itu kenapa adek bisa lihat makhluk halus" kata ayah.
"Mamak setuju kalo gitu yah, kasian dia kalo kaget suka sakit. Nanti coba ayah tanya-tanya sama teman ayah ya"
Mereka pun langsung masuk ke kamar dan tidur karena adek sudah tidur sekarang sudah jam 10 malam.
__ADS_1