
Saat ia masuk ke paviliun tempat ia istirahat ia melihat seorang pria muda duduk di tempat ia istirahat sambil melihat buku-buku yang ia bawa dari perpus,Xia He langsung kaget bagaimana tak kaget?orang itu masih muda tapi ia memanggil ku nak? sungguh seperti lelucon!
Kaisar Xia Fu "Ah!anak ku akhirnya kau tiba di sini,kukira kau menghilang" ucapnya dengan wajah khawatir di muka mudanya itu.
Batin Xia He 'Hah?anak?siapa kau' Ucap batin Xia He,dan tiba-tiba ada ingatan mengalir ke kepala Xia He tentang orang ini dan yang ada di ingatan Xia He ini seharusnya ia adalah ayahnya.
Xia He "Ah,,,Hormat Kepada Ayah Kaisar" ucapnya sambil membungkukan badannya sedikit yang masih kaku-kaku berhadapan dengan orang yang berkuasa.
Kaisar Xia Fu "Tak usah sungkang lah anak ku,kau masih sakit" ucapnya.
Xia He kini sedang berpikir bahwa ia sakit,masa sih sakit? ia baru sadar kalau dewa kematian sempat bilang ia sakit di racuni seseorang dan pasti orangnya sama yang menaruh racun di pewangi pemandian paviliunnya.
Xia He "Um,,baiklah ayah" ucapnya dengan datar.
Kaisar Xia Fu "Apakah kau baik-baik saja anak ku? kenapa wajahmu begitu datar" Ucapnya yang bingung kenapa muka anaknya datar.
__ADS_1
Batin Xia He 'Astagah!aku tak menyangka mempunyai ayah angkat muda yang bodoh begini! sudah tau aura kuatnya belum di tekan,bagaimana wajah ku menunjukan ekspresi datar? bodoh!' Isi batinya yang sebenarnya kesal.
Xia He "Haha,,,tak apa ayah aku hanya sedikit lelah saja saat mandi ke pemandian paviliun π " ucapnya dengan wajah pura-pura lelah.
Kaisar Xia Fu "Kenapa lelah? apa tak ada pelayan yang melayani mu mandi" ucapnya dengan wajah geram,bila ia mengetahui anaknya mandi sendiri dan tak ada pelayan yang melayaninya ia akan memarahi pelayan itu dan mencambuki pelayan itu.
Xia He "Oh,,,tentu saja ada ayah ,ayah jangan khawatir aku akan baik-baik saja pelayan itu begitu hebat memilih pewangi untuk membuat kulitku Menjadi Mulus,halus,dan juga kulitku menjadi sedikit kenyal" ucapnya. 'Kenyal seperti gummy' batinya Xia He.
Kaisar Xia Fu "Hais,,,baiklah anak ku ayah kesini karena ada yang ayah mau berikan kepada mu"ucapnya yang ingin memberikan sebuah barang berharaga.
Xia He "Jadi??apa yang ayah mau berikan kepada ku?" ucapnya dengan lembut tak datar,karena ia tahu kalau barang pasti itu berharga.
Xia He " Ayah ini apa?" ucapnya dengan wajah penasaran alias ia meng angkat 1 alisnya.
Kaisar Xia Fu "Ini adalah racun ular berkepala 9 ini dapat membuat orang mati" ucapnya membuat wajah Xia He terkejut.
__ADS_1
Xia He "Lalu? kenapa ayah memberikannya kepada ku??" ucapnya.
Kaisar Xia Fu "Ayah memberikan racun ini untuk anak ayah yang tersayang jika ada yang berani mengancam,maka semburkan lah air ini ke wajahnya,ayah masih punya banyak." Ucap ayahnya membuat Xia He tertegun,dalam hatinya 'Sungguh ayah yang pengertian'.
Xia He hanya meng anggukan kepalanya lalu menerima air racun ular berkepala 9 itu ia tahu,ayahnya khawatir akan keselamatannya mungkin saja ayahnya tau Xia He ini sakit karena penyebab racun mematikan! terlebih lagi racun itu sudah menyebar ke seluruh organnya.
Bagaimana ia dapat selamat coba? tentu saja jiwa Xia He sudah tak ada,hanya melainkan jiwa Vania yang sehat tanpa racun di sekujur tubuhnya menyebabkan racun di seluruh organnya hilang.
Xia He "Baiklah ayah aku akan menerima ini,ayah hanya perlu cukup waspada di seluruh kediaman kekaisaran ini ayah" ucapnya selembut-lembut mungkin dengan wajah menampilkan senyuman pesona.
Kaisar Xia Fu "Baiklah,ingat untuk menggunakannya di saat kau teramcam"
Xia He "Iya-iya ayah jangan bawel ya" ucapnya, karena ayahnya Xia He ini sungguh tukang khawatiran dengan anaknya ini.
Ayahnya pun meninggalkan Paviliun 'Phoenix'.
__ADS_1
Entah kenapa ia ingat bahwa Vania ini memiliki kekhususan di dalam jiwanya sendiri yaitu,membaca pikiran orang lain,dan pendengaran yang tajam pendengarannya saja tak begitu tajam,saat mendengar kedua kakak-kakaknya berbicara soal Gunung berapi kemarin.
Apakah dewa kematian menghilangkan kekhususan di dalam dirinya? itulah pertanyaan yang membuat Xia He alias Vania Bingung.