Aegis of Us

Aegis of Us
Secret 9


__ADS_3

Ketika angka 9 memiliki beragam makna.



(disclaimer)


Klevin 9 tahun. Masanton 9 tahun.


Klevin bersyukur ayahnya membatalkan niatan mengangkat Masanton sebagai anak. Selamanya anak Mario hanya Klevin. Tak ada yang boleh merusak kenyataan itu.


Masanton dimasukkan ke sekolah yang sama dengan Klevin. Karena kecerdasannya ia langsung dapat memasuki kelas VI. Namun, Masanton sadar ia hanya pelayan. Ia memilih masuk ke kelas yang sama dengan Klevin.


Sontak perhatian para siswi langsung tersita karena ketampanan wajahnya yang tak biasa. Bisa dilihat dari dua sisi berbeda. Jika melihat tampan: maka kesan gahar dan keren akan muncul. Jika melihat cantik: maka wajah manis cantik ala oppa oppa Korea akan terpancar. Bahkan dari kakak hingga adik kelas pun terpincut oleh pesonanya yang tak biasa.


Istimewa.


Klevin menilai Masanton hanya banyak gaya dan tebar pesona.


Masanton tak merasakan apa pun. Statusnya selain pelajar hanyalah pelayan. Mungkin banyak gadis yang ingin menjadikannya pacar. Tertarik padanya. Tapi, ia sama sekali tak tertarik. Ia yakin akan keputusannya. Tidak memiliki apa pun membuatnya takkan kehilangan apa pun juga.


Ia sudah menyadarinya sejak lama.


Hari Jumat saat diadakan pelajaran olahraga. Karena perasaan 3D (dongkol, dengki, dendam), aura negatif pun enggan meninggalkannya. Termasuk berbagai kejadian buruk. DUAK!!! Bola yang ditendangnya melambung jauh.


"Ambil! Ambil! Ambil!" teriak teman-teman sekelasnya.

__ADS_1


Klevin terpaksa mengambil bola yang terlempar sampai keluar sekolah. Padahal ia sangat jijik menginjakkan kaki langsung di tanah tempat kumuh.


Meski tak mengekspresikan. Masanton khawatir.


Guru berteriak, "Tidak ada yang meninggalkan sekolah! Kita tunggu Klevin dengan bermain basket," perintahnya.


Saat guru menutup mulut. Masanton sudah tak berada di sana.


Klevin sampai di lapangan perkampungan yang menjadi tempat pendaratan bola. Konyolnya bola tersangkut di dahan pohon yang tak mungkin ia jangkau.


"Aku nendang sekenceng itu, kah?" tanyanya tak percaya. Melongok kiri-kanan. Pandangannya tiba-tiba mendapati Masanton. Anak yang mirip dengan sampah berserakan di sana.


"Aku khawatir kalau Den keluar sendiri," ucapnya datar. Wajahnya yang datar dan suram seperti orang jarang sholat tampak sangat mengganggu.


Ia diam saja. Darah keluar dari lubang hidung. Klevin panik. Jika Masanton sampai mengadu pada guru atau Mario: ia tamat.


Masanton menunjuk ke arah bola tanpa kata. Ia langsung berlari melewati Klevin dan memanjat pohon curam itu seperti Spiderman. Cicakman mungkin. Ia naik dengan cepat dan melompat turun dari batang pohon terendah.


Yang dipikirkan anak seumurnya jika bertemu Masanton: dia aneh. Saat anak-anak lain menggunakan celana pendek dan kemeja berlengan pendek. Ia menggunakan celana dan kemeja berlengan panjang. Sepertinya selalu begitu. Wajar Klevin berpikir ada yang Masanton sembunyikan.


çóè


Klevin memandangi sederet penghargaan dari kejuaraan judo yang ia ikuti sejak kecil. Biasanya tiga besar selalu diraih. Bisa dibilang ia lumayan kuat untuk anak seumurannya.


"Masantooon!!!" teriaknya memanggil si hamba.

__ADS_1


Masanton datang. Baru sedetik penutup pintu, Klevin berlari ke arahnya. Tanpa aba-aba dipraktekkan semua jurus judo yang pernah ia pelajari. BUK BUK BUK BUK DUAK!!! Bruuk!


"A-Aku salah apa, Den?" tanyanya lirih. Menahan darah yang bergejolak ingin segera dimuntahkan. "Uhuk!"


Klevin terkejut. "Eh? Kok kamu nggak ngelawan? Kok kamu diem aja?" tanya Klevin. Galau. Ini di luar ekspektasinya.


Dikoyak tubuh anak yang babak belur itu. Memastikan ia tetap hidup. Klevin hanya ingin membuktikan asumsi bahwa Masanton adalah manusia super. Yang bisa memanjat pohon dengan mudah. Yang bisa mengerjakan aljabar linier. Apa namanya jika bukan manusia super? Harusnya Masanton bisa menangkis serangannya!


Kini Klevin sadar. Masanton hanya manusia biasa. Mungkin ia bisa memanjat pohon karena pernah belajar parkour. Ia terlalu berimajinasi. Ia pun keluar.


"Bibi!!!"


Masanton membuka matanya tenang. Beranjak duduk. Prtek prtek! Bunyinya merenggangkan persendian yang kaku.


"Lumayan juga. Udah lama gak olahraga."



(Sumber gambar: Avogado6)


*Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Jawaban yang bahkan tak muncul 9 tahun kemudian.


Jangan... lupakan!


Ikuti terus ceritanya! Jangan lupa share comment and like 👍 Karena Noir pengen banget tau pendapat kamu soal cerita ini. See you on my next chapter. Love you guys 💗

__ADS_1


__ADS_2