Aegis of Us

Aegis of Us
Secret 18


__ADS_3

*Siapakah ia sebenarnya?


Apakah waktu yang ia nanti untuk mengetahuinya akan datang? Atau malah sudah terlewat?


Mana yang benar*?



(disclaimer)


Sembilan tahun kemudian.


Kecurigaan Klevin mengenai asal usul Masanton belum sirna. Ia memiliki terlalu banyak hal berbeda dalam dirinya. Sampai sampai jika Klevin kembali ke sembilan tahun silam. Rasanya masih akan cukup normal untuknya berpikir Masanton alien, vampir, drakula, manusia ajaib, atau korban rekayasa genetika. Terserah lah.


Tak ada sepercik pun emosi tersirat di wajahnya yang lumayan itu. Seperti patung batu tak bernyawa.


Di luar itu semua Masanton anak keren. Yang mengetahui segala keanehan Masanton hanya Klevin. Seperti saat istirahat tadi pagi. Masanton baru saja keluar dari perpustakaan. Itu menarik banyak siswi berkumpul di sekitar jalan yang akan ia lewati.


"Kalian ngalangin," ucap Masanton.


Pandangannya yang bengis sinis bak kismis yang kecut-kecut manis ala ala badboy gak punya hati dalam drama romansa mengguncang jiwa mereka.

__ADS_1


"Kyaaaa!" Mereka berjingkrak senang. Beberapa hampir terjatuh tak kuasa mempertahankan logika. Terus ditatap nanar punggung Masanton yang menjauh.


Pemuda itu menengok tanggung ke arah mereka. "Jangan diulangin, ya!" pintanya tanpa menatap mereka. Hanya tertunduk "imut" melihat lantai.


"WAAAY~ (〃>▽<〃)/* (〃>▽<〃)/* (〃>▽<〃)/*!!!" girang gadis-gadis itu seolah mendapatkan surga dunia.


Para pujangga yang menonton dari kejauhan hanya bisa berpikir, "Swear, lo? (¯―¯٥) (¯―¯٥) (¯―¯٥)"


çóè


Sepulang sekolah.


Seperti biasa duo Klevin-Masanton akan berjalan bersama menuju halte Busway.


Klevin melihat Masanton dengan tatapan aneh. Ia selalu gondok pada Masanton. Tapi, entah mengapa itulah yang membuatnya nyaman berteman dengannya.


Lagu Agnes Mo Cinta ini tak ada Logika langsung berdendang dalam hatinya.


Cinta ini ta ini ta ini...


Kadang-kadang tak punya logika...

__ADS_1


Masanton melirik ke jam tangan Swiss Army-nya. "Bos, gue ada urusan penting. Lo pulang sendiri, ya. Kalo Pak Mario nanya jangan jawab aneh-aneh. Bye!" ucapnya sebelum berlari menjauh sambil melambaikan tangan.


Satu lagi keanehan Masanton. Sejak awal kelas XII. Masanton sering bertindak seperti ini. Tanpa mengatakan tujuan. Di tengah jalan meninggalkan Klevin begitu saja untuk sesuatu yang katanya urusan penting. Klevin curiga ada yang Masanton sembunyikan. Kalau hal baik sih no problem. Bagaimana jika: kegiatan anak berandal, pencurian, penjambretan dan yang semacamnya. Seperti yang sering ia saksikan di komik-komik anak berandal Korea. Untuk yang satu ini Masanton seperti keluar dari idealismenya sebagai pelayan.


Klevin membuntuti Masanton.


Setelah cukup jauh. Mereka berada di sebuah perumahan urban yang cukup elit. Klevin mendapati Masanton memasuki pintu sebuah rumah bergaya modern bertingkat dua bercat abu-abu. Seorang pria muda berkaus hitam lengan panjang membukakan pintu dengan wajah malas. Mengajak Masanton masuk dengan merangkul. Klevin tak bisa berpikir jernih untuk kenyataan setidak rasional ini. Dengan perasaan gundah gulana dilangkahkan kakinya kembali menuju halte Busway.


"Semoga bisnya belum dateng atau belum berangkat," pohonnya pelan.



(disclaimer)


Kenapa gambarnya begini???!!!


Apa yang sebenarnya terjadi pada Masanton dan pemuda misterius di rumah misterius yang misterius itu? Klevin sampai membuat beragam argumen misterius untuk menjelaskan jawabannya.


Masanton emang anak aneh. Tapi... dia belum seaneh itu, 'kan?


Batin Klevin diserbu jutaan pikiran negatif yang sangat beralasan. Pelayannya yang saklek dan setia melakukan sesuatu yang tak ia ketahui. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


Ikuti terus ceritanya! Jangan lupa share comment and like 👍 karena Noir pengen banget tau pendapat kamu tentang cerita ini. See you on my next chapter. Love you guys (•ө•)♡(•ө•)♡(•ө•)♡


__ADS_2