
Semua... sudah terlambat.
Apa yang tersembunyi di balik statis itu?
(disclaimer)
Masanton selalu terlihat dingin dan tidak pernah memikirkan perasaan orang lain. Mau bagaimana pun perasaannya mukanya tidak pernah berubah. Freakman. Namun, seaneh-anehnya Masanton. Ia seperti manusia suci. Untuk Klevin yang mengenalnya sejak kecil: ia belum pernah melihat Masanton melakukan hal buruk. Sebagai seorang pelayan Masanton memiliki filosofi harus selalu berada di sisi tuannya.
Sebagai manusia pastilah memiliki emosi. Keinginan. Yang ditakuti. Yang dihindari. Tapi, Masanton seolah tak memiliki itu semua. Ia melakukan dan menyelesaikan semuanya. Ia tak pernah menolak atau mengeluh. Untuknya: perintah Tuan adalah mutlak.
Kata nggak normal atau orang aneh seolah menjadi nama tengahnya. Seorang Masanton. Namanya hanya itu. Karena ia tak pernah mengatakan nama lengkapnya. Entah lupa, memang tidak ada, atau tidak mau. Ia hanya menjawab bahwa ia Masanton.
รงรณรจ
Anak itu belum pulang. Sekarang sudah jam empat sore. Entah apa yang ia lakukan. Mungkin Klevin bisa menanyakannya. Toh, di hadapan Mario dan Klevin ia tak punya privasi.
"Bibi!" teriaknya. "Kalo si Masanton udah pulang suruh ke kamarku!!!" perintahnya.
Itu memang kebiasaannya. Hanya berteriak jika menginginkan sesuatu.
__ADS_1
"Iya, Den!" jawab salah satu pelayan.
Lima belas menit kemudian pintu kamar Klevin terbuka. Kepala Masanton menyembul dari balik pintu.
"Kenapa?" tanya pemuda yang model rambutnya mirip seperti Andika Babang Tamvan itu.
Tangan Klevin mendayung, memanggil. Masanton masuk dan duduk bersimpuh di lantai seperti yang Klevin perintahkan. Klevin dari atas tempat tidur bagai seorang raja dan ia budaknya.
"Abis dari mana?" tanya Klevin.
Masanton menjawab berbeda dari yang Klevin saksikan. Ia pun mencela Klevin yang ketahuan membuntutinya. Tonjokan dewa petir Klevin mendarat di wajah Masanton.
"Saat memutuskan menyembunyikan sesuatu. Gue sudah mempertimbangkannya. Gue nggak mau terjadi sesuatu sama lo atau Pak Mario sampe tau siapa gue sebenernya." Ia membungkukkan tubuh. "Gue minta maaf. Sebagai bukti permintan maaf gue. Lo boleh mukul gue sesuka lo."
Sembilan tahun saling mengenal. Perasaan Klevin bukanlah emosi antara majikan-pelayan. Melainkan sebagai teman. Masanton dengan sikapnya yang aneh telah membuat Klevin merasa nyaman. Ia membutuhkan Masanton sebagai teman.
Sayangnya Masanton tak membutuhkan siapa pun.
Andai Masanton perempuan. Perasaannya akan jadi sesuatu yang normal.
Haha, bercanda.
__ADS_1
Masanton kembali ke kamarnya. Sebuah ruangan 2 x 3 meter yang tertata rapi. Dikuncinya pintu. Dari dalam lemari ia mengeluarkan suatu benda berkilau. Dari balik pakaian-pakaiannya ia menyingkap suatu rahasia. JLEB! Ditusukkannya pisau itu. Menarik dari pergelangan tangan hingga sikut dalam. Darah mengalir deras. Menetesi lantai yang putih bersih. Disaksikan perbuatannya sendiri dengan mata berbinar. Darah yang indah. Di sisi luka yang baru dibuatnya berjejer luka-luka lain. Ia bahagia jika melihat darah keluar dari luka-luka yang dibuatnya. Rasanya damai dan hangat.
Bruuk! Ia terjatuh tak sadarkan diri. Entah sudah berapa banyak darah yang ia biarkan keluar dari tubuhnya. Rasa sakit mencengkram. Namun, ia bahagia. Ia benci dirinya sendiri. Bukan masalah jika ia hancur. Ia sedih karena menyakiti Klevin. Maka ia pantas mendapat hukuman. Tanpa kesalahan pun ia bahagia dilukai. Karena ia sadar: dirinya kesalahan yang tak seharusnya ada di muka bumi.
Perasaan Klevin di kamarnya tiba-tiba tidak enak. Berulang kali wajah datar Masanton muncul dalam benak. Disingkap selimut nyamannya. Dada berdetak tak karuan.
Drap drap drap!!! Bruaak!
Engsel pintu Klevin rusak menggunakan kampak. Genangan darah di lantai menyapa matanya. Dikoyak tubuh yang tergeletak tak berdaya itu. Detak jantungnya lemah. Nafasnya hampir tak terasa.
Masanton!
(Sumber gambar: Avogado6)
Apakah sudah terlambat?
Apa yang akan terjadi pada Masanton?
Eh, bukan. Apa yang sebenarnya terjadi pada Masanton?
__ADS_1
Mampukah Klevin menemukannya?
Ikuti terus ceritanya! Jangan lupa share comment dan like ๐ karen Noir sangat ingin tau apa yang kalian pikirkan soal cerita ini. See you on my next story and love you guys ๐๐๐