
Kriing...!!
Waktu sekolah pun berakhir. Siska pun langsung pulang ke rumahnya, namun di tengah jalan dia melihat Revi(salah satu siswi yang suka bully Friska dulu) di palak sama preman.
Friska pun tak tinggal diam dan langsung menghampiri mereka.
"woy..., beraninya sama cewek lemah, sini Lo kalo berani" tantang Friska
"wah sialan, nantangin dia bos"
"Udah lu urusin tuh"
"siap bos"
Salah satu preman tersebut pun menghampiri Friska dan langsung memukul Friska, namun Friska menghindari pukulan tersebut dan menendang k*lamin preman tersebut dengan keras.
buggh!!!
Aarghh!!!!
preman tersebut pun meringis kesakitan.
"Mau lagi?"
"Wah sialan lu, kalian berdua maju"perintah bos preman
dua orang pun maju sambil memegang pisau, namun Friska menendang tangan yang memegang pisau dengan kencang sehingga pisau yang mereka pegang terlepas, lalu Friska pun menghajar mereka
bugghh!!!!
bugghh!!!
__ADS_1
bugghh!!!
bugghh!!!
dalam sekejap mereka pun tumbang menyisakan bos preman.bos preman tersebut pun langsung pergi dan dan meninggalkan rekannya. Friska pun menghampiri Revi yang dari tadi hanya melihat.
"Lo gpp?"
"gpp kok,eeh... anu, Friska gue minta maaf ya, selama ini gue sering bully Lo, gue nyesel"
"iya gpp, santai aja, yang penting Lo udah sadar kalo itu salah, yaudah gua mau balik dulu ,mau bareng gak gue anterin?"
"Ga usah deh ,makasih udah mau maafin gue"
"yaudah gua cabut dulu ya"
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Skip
Friska pun mencoba memasukkan namanya,dan ternyata berhasil ,tak buku yang ada disamping lukisan tersebut bergeser dan terdapat ruangan gelap.
Friska mencari saklar lampu dan menyalakan lampu, dan ternyata ruangan itu penuh dengan berbagai senjata api dan amunisinya serta berbagai senjata tajam. Friska terkejut sekaligus kagum dengan senjata yang ada di sana.
Friska melihat foto mendiang ayahnya bersama teman-temannya menggunakan seragam tentara. Dari situ Friska mengetahui ternyata ayahnya adalah seorang tentara. Selama ini orang tuanya gak pernah ngasih tau pekerjaan ayahnya , ayahnya pun hanya pulang sebulan sekali. Friska melihat ada pintu menuju ruang bawah tanah yang ternyata adalah ruang untuk latihan. terdapat berbagai alat olahraga, ada juga tempat untuk latihan menembak atau memanah
Friska pun langsung keluar dan memindahkan barang barangnya ke kamar mendiang orang tuanya. Setelah itu Friska kembali ke ruang rahasia dan mengambil beberapa senjata dan kemudian mengasah kemampuan menembaknya.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Skip
__ADS_1
Friska Memutuskan untuk menjadi seorang tentara bayaran/pembunuh bayaran. meskipun Friska memiliki kekayaan yang berlimpah, tapi ia bosan dan ingin mencari hiburan dengan menjalankan misi. Namun sebelum menerima misi, Ia akan mengecek targetnya karena dia hanya membunuh orang yang pantas dibunuh.
Kini ia tengah sibuk dengan laptopnya. mencari misi yang cocok dengannya. hingga akhirnya ia menemukan misi yang cocok dengannya. yaitu membunuh CEO di salah satu perusahaan besar yang setelah Friska cek ternyata selain bisnis legal dia juga menjalankan bisnis ilegal dengan menjual anak-anak dan wanita.
Friska pun menghubungi sang pemberi misi yang merupakan musuh dari target tersebut. Setelah sepakat Friska pun bersiap untuk menjalankan misi nanti malam.
Friska kini telah siap dengan mengenakan celana hitam, kaos hitam dengan jubah berwarna hitam, dan tak lupa ia juga memakai masker. Dia juga membawa senjata berupa 2 pisau di pinggangnya dan 2 buah pistol di balik jubahnya.
Friska pun berangkat dengan menggunakan mobil Ferrari berwarna hitam yang sudah di modifikasi oleh Friska sendiri agar lebih canggih. dilengkapi dengan Kecerdasan komputer dan juga senjata. Friska pun langsung menuju ke rumah dari targetnya.
kini Friska sedang mengawasi sembari meretas keamanan. saat sistem keamanan berhasil diretas. Friska mengecek lokasi sang target. Setelah target terlihat, Friska mematikan seluruh kamera CCTV.
Lalu Friska Melompat lewat tembok dan memanjat ke balkon kamar si target dengan mudah dan senyap. Friska pun membuka pintu balkon dan ternyata sang target sedang menonton TV.
"Siapa kamu, keluar atau saya tembak" ucap target seraya mengambil pistol yang berada di sampingnya saat menyadari ada Friska dibelakangnya.
"Aku?,aku adalah malaikat kematian mu"
Target pun hendak menembak Friska namun sebelum sempat ia menarik pelatuk, Friska menendang tangan target yang memegang pistol dan langsung menembak target tepat di jantungnya. si target pun langsung mati di tempat tanpa ada perlawanan yang berarti. Pistol yang digunakan Friska sudah dilengkapi dengan peredam suara agar tidak mengundang para penjaga.
Friska pun mencari bukti-bukti kejahatan target. Saat sedang mencari, Friska melihat rak buku, semua buku memiliki warna yang sama, kecuali satu buku. Friska pun mengambil buku tersebut. saat buku itu ditarik, Sebuah ruang rahasia terbuka tepat di samping rak tersebut.
Friska pun memasuki ruangan tersebut dan mendapati Banyak koleksi senjata yang belum dimiliki oleh Friska. Friska pun mengambil beberapa senjata dan memasukkannya ke dalam koper Khusus senjata yang terdapat di sana. Tak hanya itu, ia juga mendapatkan bukti-bukti yang ia cari.
Setelah puas melihat-lihat, Friska keluar dari sana dan memenggal kepala si target dengan katana yang tadi ia ambil. lalu memasukkan kepalanya kedalam kantung khusus yang ia siapkan dari rumah.
Friska pun meninggalkan rumah tersebut tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Tak ada satupun penjaga yang mengetahui bahwa majikan mereka sudah tewas.
Friska kini sudah sampai dirumah dan memasukkan senjata rampasannya ke ruang rahasia miliknya dan bergegas mandi. setelah itu ia menghubungi si pemberi misi dan meminta bayaran serta menyerahkan kepala si target. Orang itu pun puas dengan pekerjaan Friska. pasalnya misi ini baru ia pasang tadi sore dan saat malam sudah selesai.
Setelah itu ia pun pulang dan tidur karena besok ia sekolah.
__ADS_1