
Setelah kejadian kemarin, Fero dan Fani lebih terbuka dengan Friska tentang dunia mafianya. mereka mengajak Friska untuk bergabung tapi ditolak secara halus oleh Friska. Alasan Friska menolak adalah Friska hanya ingin kebebasan dan tak ingin di kekang oleh peraturan. walaupun agak kecewa tapi Fani dan Fero menerima keputusan Friska karena bagaimanapun itu gak Friska.
Hari ini mereka berkumpul di cafe favorit mereka. Mereka menghabiskan waktu bersama dan membicarakan pengalaman masing-masing. tentunya mereka duduk di area yang agak jauh dari pengunjung lain.
Tiba-tiba ada beberapa laki-laki yang menghampiri mereka. Dan salah satunya mencoba untuk. menggoda Friska.
"Hai cantik mau jadi pacar gue gak, apa aja yang Lo mau gue kasih, asal Lo bisa 'puasin' gue" Ucapnya
namun tak ada suara yang keluar dari mulut Friska. Ia hanya menoleh sebentar dan pergi begitu saja bersama Fero dan Fani. Laki-laki itu pun kesal dengan sikap Friska dan mengejarnya sampai ke parkiran. Saat di parkiran laki-laki itu menahan tangan Friska. Friska pun kesal melihatnya tapi masih ia tahan. Ia hanya mencengkeram erat tangan laki-laki itu dan membuangnya. Lalu Friska pun bertanya dengan nada merendahkan.
"emang kualifikasi apa yang Lo punya buat jadi pacar gue hah?"
"Kalo Lo mau jadi pacar gue, Lo bisa pake mobil gue yang ini" ucap laki-laki itu sambil menyender ke mobil Friska. Friska yang melihat itu pun terkekeh geli, begitupun Fero dan Fani yang bersama Friska.
"owh kalo gue mau jadi pacar Lo gue bisa dapet mobil ini? yakin ini mobil Lo? ucap Friska meremehkan
"iyalah ini mobil gue" ucap laki-laki itu dengan bangganya. Lagi-lagi Friska dibuat terkekeh dengan sikapnya.
"Udah ah Fris, kelamaan nih panas tau" gerutu Fero
"oke deh dan oh iya gue cuma punya satu persen buat Lo. Kalo mimpi jangan ketinggian ntar jatoh sakit" ucap Friska kepada laki-laki itu dan segera mengambil kunci mobilnya lalu masuk kedalam mobil. Fero dan Fani pun ikut masuk ke mobil masing-masing.
__ADS_1
Laki-laki itu pun hanya terdiam malu dan tanpa disadari kejadian tadi disaksikan banyak orang dan mereka mentertawakannya. "awas aja Lo, gara-gara Lo gua jadi bahan tertawaan" batin laki² itu.
...****************...
Rumah Friska
"girls ada mangsa baru gak?, lagi kepengen nih" Fero
"Gue lagi gak ada"Fani
"Kalo gue sih bisa aja ambil misi, ntar gue bawa kesini deh target gue, kita eksekusi bareng²"
"nah gitu dong, udah buruan ambil misi"Fero
"yaudah oke"
Mereka bertiga memutuskan untuk keluar dengan satu mobil yaitu mobil milik Friska. Fero dan Fani belum tahu kecanggihan mobil Friska.
Mereka bertiga berhenti di restoran ternama di kota Jakarta. mereka makan tanpa gangguan tapi Friska merasa di awasi. Insting dan firasat Friska sangat tajam berkat pelatihannya dulu untuk menjadi agen rahasia.
Setelah mengawasi sekitar, Friska melihat beberapa orang yang gerak geriknya mencurigakan. Friska pun pamit untuk ke toilet kepada kedua sahabatnya. Namun bukan ke toilet, Friska justru keluar dari restoran lewat pintu belakang. kebetulan pintu belakang terhubung ke taman yang sepi.
__ADS_1
Friska memancing mereka untuk keluar dari persembunyiannya. dan benar saja mereka keluar dan menodongkan pistol. Disaat itu muncul seorang laki² yang menjadi dalang dari kejadian ini.
prokk
prokk
prokk
"Saya gak tahu anda cerdas atau bodoh. Tahu di awasi tapi malah pergi ke tempat sepi"
"oh anda lagi, apa mau mu"Friska
" perkenalkan nama saya Antonio Cassano, keinginan ku adalah membalasmu karena telah mempermalukan ku didepan umum"
"oh Antonio Cassano rupanya, seorang anggota geng motor berandalan yang sudah menjadi buronan karena membunuh bukan?"Friska
"ternyata kau tau banyak tentang ku, silahkan ikut denganku dengan cara halus atau ikut dengan cara kasar"anton
"aku pilih kau ikut dengan ku dan 'berpesta' dengan teman ku"Friska menyeringai
tanpa aba-aba Friska langsung menembak mereka. acara baku tembak pun berlangsung, anggota Anton tumbang satu persatu. beberapa peluru berhasil mengenai tubuh Friska namun tidak berhasil menembus baju khusus Friska. Semua musuhnya sudah tumbang dan hanya menyisakan Anton. Anton hanya di buat pingsan oleh Friska dan Friska langsung membawa Anton ke mobilnya sebelum ada orang yang datang.
__ADS_1
Friska pun mengabari temannya jika Friska menemukan mangsa baru yang sudah di mobil. Fero dan Fani pun dengan bersemangat menuju ke mobil. terutama Fero yang sudah terluar Friska yang suka menyiksa seseorang sebelum membunuhnya.