Agen Rahasia Berpindah Ke Tubuh Cewek Cupu

Agen Rahasia Berpindah Ke Tubuh Cewek Cupu
Pengakuan Friska


__ADS_3

POV Friska


Kini aku sedang merenung di taman di belakang rumahku. Entah kenapa hari ini aku sedang ingin sekali membunuh. Apa aku sudah kecanduan membunuh? entahlah tapi terkadang rasa ingin membunuh muncul sendiri di otak ku.


Aku yang dulunya membunuh hanya untuk menyelesaikan misi dari atasan ku. Tapi semenjak berpindah ke tubuh ini, entah kenapa muncul dorongan untuk menjadi pembunuh bayaran. Dan sekarang, aku sudah seperti makhluk yang haus darah. Saat aku membunuh, diriku merasakan kesenangan tersendiri. Di setiap harinya aku harus membunuh minimal satu orang untuk meredam hasrat membunuh ku.


...****************...


"huffhhtt, gak bisa tidur lagi, dan lagi-lagi rasanya aku ingin membunuh seseorang" gumam ku


"hah.. mending keluar deh.."


Aku pun memutuskan untuk keluar rumah dan berjalan-jalan dan menikmati angin malam dengan motor sport yang lagi-lagi buatan ku. ya... kebanyakan barang-barang milikku adalah barang-barang canggih ciptaan ku sendiri. mulai dari hal kecil seperti kaca mata hingga hal besar seperti mobil.


aku melihat mobil milik Fero tengah melintas dengan kecepatan tinggi. aku pun penasaran dan mengikutinya. dan Fero dihadang oleh segerombolan orang yang dilengkapi dengan senjata api. dan ternyata Fero tidak sendiri,Fani juga keluar dari mobil Fero. yah.. aku gak terlalu kaget sih.. ,aku memang sudah tau mereka adalah anggota mafia.


Aku yang melihat mereka kalah jumlah pun langsung menancap gas dan menghampiri mereka. Dan menabrak segerombolan orang itu, dan aku melihat sebuah tato ular hitam di tangan mereka yang berarti mereka anggota Dark Snake yang merupakan mafia yang pernah ku musnahkan. jujur aku agak terkejut mereka bangkit kembali.


Mereka yang melihat aku datang dan menabrak anggotanya langsung geram dan berusaha untuk menembak ku. tapi aku lebih gesit dan cepat dari mereka dan langsung menembak mereka sambil menghindar. Dan dalam sekejap mereka langsung tewas dan menyisakan satu orang dari mereka yang ku kenal, dia adalah Andra, tangan kanan dari ketua Dark Snake yang lama. saat pembantaian Dark Snake, Andra berhasil kabur saat itu. Andra pun ku bawa untuk di interograsi sekaligus menyiksanya. Ya... aku sudah seperti seorang psikopat yang senang menyiksa musuh.


Fero dan Fani yang melihat itu pun menyadari siapa diriku karena aku sering memakai motor yang saat ini kupakai ketika bertemu mereka. dan mereka pun menghampiriku.


"Friska.. Lo Friska kan?, kok Lo bisa disini? dan..."


"Iya, gak usah kaget, ntar gue jelasin mending kalian ke rumah gue deh sekalian bawain tuh orang ke rumah gue."


"iya deh tapi nanti jelasin sama kita loh.."


"iya"

__ADS_1


POV Author


Rumah Friska


"kalian pasti bingung kan gue dengan gampangnya ngebunuh orang. jadi gini, gue itu selain seorang CEO dan mahasiswi, ada satu status yang gue rahasiakan dari kalian. yaitu pembunuh bayaran. Dan gue sebenernya tau kalo kalian itu anggota mafia. Kalian pernah denger The Demon Girl?"


"pasti lah, eh tunggu jangan bilang kalo Lo.." Belum sempat Fero menyelesaikan ucapannya, Friska terlebih dulu memotongnya.


"Yap seperti yang kalian pikirkan. gue The Demon Girl"


"wah.. keren banget ,gak nyangka ternyata orang yang kita kagumi itu temen kita"Fani


"iya... gak nyangka. Eh tunggu orang ini mau di apain?"Fero


"oh iya kalian ikut gue, dan bawa orang itu"


Friska membawa mereka keruang rahasianya. awalnya Fero dan Fani bingung karena Friska membawa mereka ke kamarnya. Namun ketika Friska membuka pintu ruang rahasia mereka kaget sekaligus kagum ketika melihat isi dari ruangan tersebut. Semenjak Friska menempati ruangan tersebut. Friska mengubah susunan ruangannya dan memperluas ruangan tersebut. Disana terdapat beberapa ruangan lain. ada tempat untuk Friska bereksperimen, Tempat senjata dan ruang bawah amat luas berisi ruang penyiksaan, tempat latihan ,dan tempat Friska memodifikasi dan menciptakan alat-alat baru.


Friska pun menyuruh kedua sahabatnya untuk mengikat Andra di kursi yang terdapat di ruang penyiksaan tersebut. Dan mengguyurnya dengan air dingin agar Andra terbangun.


"siapa kalian, lepaskan saya"andra


"halo Andra kita bertemu lagi" ucap Friska


"Lo kenal sama dia ris?" tanya Fero


"dulu...kami pernah bertemu pas gue jalanin misi" Jawab Friska


"kapan saya pernah bertemu dengan mu" tanya Andra yang penasaran karena merasa belum pernah bertemu dengan Friska

__ADS_1


"oh iya saya lupa, dan Fani, Fero, ada satu hal lagi yang gue rahasiakan dari kalian, gue sebenernya dulu adalah seorang pasukan rahasia negara, ya... bisa dibilang agen rahasia dan gue pernah mati pas abis menjalankan misi gua yaitu membantai Dark Snake dulu. gua kecelakaan eh gua gak tau kenapa pas gue bangun gue ada di tubuh ini. Dan Andra, udah inget siapa gue?" ucap Friska panjang lebar dan diakhiri dengan pertanyaan pada Andra.


"apa mungkin Lo itu Fasya" Andra penasaran sedangkan Fero dan Fani masih bingung mencerna ucapan Friska.


"hahaha.. ternyata Lo masih inget sama gue" ucap Friska


"sialan.. ternyata Lo masih hidup padahal udah gua rencanain dengan Mateng buat ngebunuh Lo" geram Andra


"hahaha, ternyata bener dugaan gue, Lo ikut terlibat dalam kejadian itu, tapi sayangnya gue tuhan masih sayang sama gue dan ngasih kesempatan kedua buat gue hidup. dan sekarang Lo yang bakal mati" ucap Friska


Friska pun mengambil sebilah pisau dan menyayat tubuh Andra dan kemudian menyiram luka sayatannya dengan air jeruk nipis. Andra menjerit dengan histeris dan kemudian tak lama kemudian pingsan. Fero dan Fani merinding ngeri mendengar jeritan Andra. meskipun mereka anggota mafia tapi mereka tak pernah menyiksa lawannya dengan sadis. mereka hanya membunuh dengan cepat. Friska pun kembali mengguyur Andra dengan air dingin agar dia sadar. Setelah Andra sadar, dia kembali disiksa dengan mencambuknya, lalu setelah Friska puas , dia pun menusuk perut Andra dengan dalam dan menyayatnya hingga ke jantung. Andra pun tewas dengan keadaan yang sangat mengerikan


Friska pun menyuruh Fero dan Fani keluar dari sana dan membereskan mayat Andra. Friska kebetulan mempunyai peliharaan berupa sepasang singa di halaman belakangnya. awalnya itu milik mendiang ayah Friska. Mayat Andra pun di potong dua dan membaginya ke kedua peliharaannya itu.









maaf ya saya up nya gak nentu. tapi saya usahain untuk luangkan waktu buat update. untuk sekarang saya hanya bisa up segini dulu.

__ADS_1


__ADS_2